Karena Trump sendiri sudah tidak WARAAAS, ...! Dari meremehkan bahaya
Covid-19, lalu melecehkan cara Tiongkok yang melanggar HAM, mencabut
semua staf Konsulat dan warga AS di Wuhan, menutup pintu bagi warga
Tiongkok, sesumbar sudah ada obat mujarab, ... setelah dinegeri sendiri
juga tak terhindarkan merebak Covid-19, jadi gelagapan tidak berhasil
mengatasi Covid-19 merebak! Betul-betul mewujudkan Amerika No.1 Didunia,
baik jumlah pasien maupun korban yang meninggal! Kumaaatlah sintingnya,
serang sana-serang sini, ... menuduh Tiongkok tidak transparan, menutupi
bahaya Covid-19, Wuhan sumber wabah Covid-19, harus bayar kerugian
didunia yang terjadi, WHO tidak berperan baik mengatasi Covid-19 merebak
didunia, ...!
Akhirnya ambil jalan bunuh diri, menyerukan gunakan saja disinfektan
yang mematikan virus Corona, ...!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/27 上午 12:39 寫道:
Trump adalah penyebar racun, meracuni otak dan orang
Op zo 26 apr. 2020 om 18:24 schreef 'j.gedearka' [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
--
j.gedearka <[email protected] <mailto:[email protected]>>
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992063/puluhan-orang-keracunan-disinfektan-usai-ikuti-saran-trump-obati-corona?tag_from=wp_belt_lifestyle
Minggu, 26 Apr 2020 19:00 WIB
*Puluhan Orang Keracunan Disinfektan Usai Ikuti 'Saran' Trump
Obati Corona*
Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: Trump dikecam komunitas medis karena sarankan pasien
Covid-19 disuntik cairan disinfektan Donald Trump sarankan suntik
disinfektam untuk obati Corona. (Foto: BBC World)
Jakarta -
Sejumlah besar warga New York menghubungi otoritas kesehatan kota
karena kekhawatiran mereka setelah meminum cairan pemutih dan
pembersih rumah tangga lainnya dalam 18 jam usai Donald Trump
memberikan 'saran' bahwa menyuntikkan produk tersebut bisa
menyembuhkan virus corona.
Mengutip New York's Daily News, Poison Control Center, sub bagian
dari Departemen Kesehatan Kota, mencatat adanya 30 kasus
kemungkinan terpapar disinfektan antara Kamis (23/4/2020) pukul 9
malam hingga Jumat (24/4/2020) jam 3 sore. Beruntung tak ada
satupun dari mereka yang meninggal atau membutuhkan rawat inap.
Baca juga: Kata Ahli Soal Saran Trump Suntik Disinfektan untuk
'Bersihkan' Paru-paru
"Ada peningkatan signifikan ke layanan Poison Control Center
sehubungan dengan paparan cairan pembersih (sejak Kamis)," sebut
Direktur Kesehatan Masyarakat New York, Dr Ngozi Ezike.
Ezike mendesak warga negara untuk tidak menelan bahan kimia
pembersih dalam upaya untuk mengobati COVID-19. Sementara itu, di
negara bagian Maryland, otoritas darurat menerima lebih dari 100
telepon yang menanyakan tentang saran Trump. Mereka kemudian
membuat peringatan media sosial agar orang-orang tidak
menyuntikkan atau menelan produk disinfektan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan injeksi
disinfektan ke pasien virus Corona sebagai langkah untuk mengobati
COVID-19. Ia menyebut injeksi disinfektan dapat membersihkan tubuh
dari COVID-19.
"Saya melihat disinfektan bisa merobohkan virus Corona dalam
hitungan menit. Hanya satu menit. Apakah kita bisa melakukan
sesuatu terkait ini, seperti dengan menyuntikkan disinfektan ke
dalam tubuh atau seperti membersihkan sesuatu?" kata Trump.
Baca juga: Saran Trump Suntik Disinfektan untuk Lawan Corona
Disebut Metode Bunuh Diri
Simak Video "Respons Kritik Trump, WHO: Jangan Politisasi Virus
Corona COVID-19"
(kna/naf)