-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/internasional/d-4993211/australia-serukan-penyelidikan-virus-corona-dubes-china-ancam-boikot?tag_from=wp_beritautama



Australia Serukan Penyelidikan Virus Corona, Dubes China Ancam Boikot

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 17:07 WIB
18 komentar
SHARE URL telah disalin
Corona virus: vial with pipette in laboratory
Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford
Canberra -

Pemerintah Australia menyerukan adanya penyelidikan terkait virus Corona di 
China. Duta Besar China di Australia memperingatkan, hal itu bisa menyebabkan 
boikot terhadap anggur Australia dan perjalanan ke negara itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (27/4/2020) peringatan bernada ancaman itu 
disampaikan oleh Dubes China untuk Australia, Cheng Jingye. Dia mengatakan, 
masyarakat China kecewa dengan sikap Australia itu.

"Publik China frustrasi, kecewa, dan kecewa dengan apa yang sedang dilakukan 
Australia sekarang," katanya dalam sebuah wawancara dengan Australian Financial 
Review, Minggu (26/4).

Baca juga:
Mengapa Dampak Virus Corona Lebih Parah di Negara-negara Barat?

Dia mengingatkan, bahwa kekecewaan masyarakat China ini akan memicu boikot. 
Masyarakat China bisa enggan untuk berkunjung ke Australia. Selain itu, China 
juga bisa memboikot anggur Australia.

"Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang akan berpikir 
'mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak begitu bersahabat dengan China?' 
Para wisatawan mungkin punya pemikiran lain," katanya.

"Terserah orang untuk memutuskan. Mungkin orang-orang biasa akan mengatakan 
'Mengapa kita harus minum anggur Australia? Makan daging sapi Australia?'" 
ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2



                      -----------



https://news.detik.com/internasional/d-4993211/australia-serukan-penyelidikan-virus-corona-dubes-china-ancam-boikot/2


Australia Serukan Penyelidikan Virus Corona, Dubes China Ancam Boikot

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 17:07 WIB
18 komentar
SHARE URL telah disalin
Corona virus: vial with pipette in laboratory
Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford

Sebelumnya, Australia telah bergabung dengan Amerika Serikat (AS) untuk 
menyerukan penyelidikan menyeluruh tentang bagaimana virus Corona 
bertransformasi dari epidemi lokal di China menjadi pandemi yang telah 
menewaskan lebih dari 200.000 orang.

Seperti diberitakan Reuters, Rabu (22/4/2020), kantor PM Australia menyatakan 
bahwa Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison telah menelepon pemimpin 
Jerman dan Prancis untuk membahas hal tersebut. Pembicaraan telepon tersebut 
dilakukan seiring gencarnya upaya Australia untuk mendorong adanya penyelidikan 
independen atas asal-usul dan penyebaran wabah Corona, termasuk respons 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga:
Tak Peduli Pandemi Corona, Warga AS Beramai-ramai Piknik ke Pantai

Upaya Australia itu telah memicu kegeraman pemerintah China yang menuding 
Australia menerima instruksi dari pemerintahan Trump.

Berdasarkan konsesi luas yang berlaku saat ini, virus Corona diyakini berasal 
dari sebuah pasar hewan liar di kota Wuhan, China pada Desember 2019 lalu.
Halaman






Kirim email ke