Bagaimana dengan Bulog yang sudah dijaga Buwas (Budi Waseso)? Apa kurang buwas?
Op di 28 apr. 2020 om 16:33 schreef Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > *Rezim neo-Mojopahit mempunyai banyak institusi berbagai bidang ekonomi, > dan tak kurang pula orang pintar ilmu, mereka bergelar doktor dan profesor, > tamatan duniersitas dalam maupun luar negeri, tetapi aneh bin ajaib selama > ini selalu saja defisit bahan konsumsi sehari-hari seperti beras, gula, > garam, cabe bawang putih, cabe. Padahal bahan-bahan ini adalah produk > negeri tropis seperti NKRI.* > > > https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/16693/stok_gula_pasir_dan_bawang_putih_defisit_hampir_di_seluruh_provinsi > > > *Stok Gula Pasir dan Bawang Putih Defisit Hampir di Seluruh Provinsi* > > Selasa , 28 April 2020 | 14:49 > > > JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan beberapa bahan pokok > yang stoknya mengalami defisit di sejumlah provinsi, di antaranya adalah > gula pasir yang defisit di 30 provinsi dan bawang putih defisit di 31 > provinsi. > > Dari penjabaran Presiden Jokowi, stok gula pasir dan bawang putih > mengalami defisit di paling banyak provinsi, dibanding komoditas pokok > lainnya. > > Dalam rapat terbatas secara konferensi video dari Istana Kepresidenan > Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020), Presiden Jokowi juga mengungkapkan > stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras yang defisit di tujuh provinsi, > jagung defisit di 11 provinsi, cabai besar defisit di 23 provinsi, cabai > rawit defisit di 19 provinsi, bawang merah defisit di satu provinsi, > sedangkan telur ayam defisit di 22 provinsi. > > “Sedangkan stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, > tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok > bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi,” kata Presiden Jokowi > dalam rapat terbatas mengenai "Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan > Pokok". > > Presiden Jokowi meminta jajaran kementerian, lembaga dan pemerintah daerah > untuk menghitung secara cermat kebutuhan bahan pokok di setiap provinsi. > Perlu ada pemetaan yang jelas mengenai provinsi yang surplus dan provinsi > yang defisit. > > Dengan begitu provinsi yang surplus dapat memasok bahan pokok ke provinsi > yang defisit. Untuk kelancaran hal itu, Presiden Jokowi juga meminta > distribusi bahan pokok agar dipastikan lancar. Penerapan Pembatasan Sosial > Berskala Besar (PSBB) jangan sampai mengganggu kelancaran arus logistik. > > “Saya akan cek terus ini, karena dengan penerapan PSBB dari beberapa > provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada 1-2 (daerah) > yang sudah mulai terganggu, terutama yang berkaitan dengan transportasi > pesawat,” ujarnya. *(E-3)* > > > > > >
