https://www.sinarharapan.co/kesra/read/16700/pasien_covid_19_yang_meninggal_kebanyakan_berusia_30_59_tahun




*Pasien Covid-19 yang Meninggal Kebanyakan Berusia 30-59 Tahun*

Selasa , 28 April 2020 | 17


*JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia
kebanyakan berusia 30 sampai 59 tahun.*

Dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha
BNPB Jakarta, Selasa (28/4/2020), dia menyebutkan bahwa 351 dari 773 pasien
Covid-19 yang meninggal dunia usianya 30 sampai 59 tahun.


Kasus kematian terbanyak kedua terjadi pada kelompok pasien dengan rentang
usia 60 sampai 79 tahun. Ada 302 pasien Covid-19 dalam rentang usia
tersebut yang meninggal dunia. Selain itu ada 27 pasien berusia di atas 80
tahun yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona.

Kasus kematian pada kelompok pasien berusia muda cenderung lebih sedikit
menurut data pemerintah."Kasus meninggal sebanyak 773 kalau kita perhatikan
pada distribusi umurnya pada rentang usia 0-4 tahun sebanyak dua orang,
rentang usia 5-14 tahun tiga orang, rentang usia 15-29 tahun 19 orang,"
kata Achmad Yurianto seperti dilansir *Antara.*


Selain itu, menurut dia, ada 69 kematian lain yang masih dalam proses
verifikasi ulang ke rumah sakit berkenaan dengan rentang usia pasien.

Achmad Yurianto tidak memerinci jumlah pasien yang terinfeksi virus corona
berdasarkan usia sehingga tidak bisa diketahui persentase kematian akibat
Covid-19 pada pasien dengan rentang usia tertentu.

Sebelumnya dia mengatakan bahwa kasus kematian pada pasien Covid-19 dengan
penyakit penyerta paling banyak terjadi pada pasien dengan hipertensi,
diabetes, penyakit jantung, serta penyakit pernapasan seperti asma dan
penyakit paru-paru obstruktif yang sudah menahun.


Dia meminta warga mematuhi peraturan mengenai pembatasan sosial berskala
besar untuk mengendalikan penularan virus corona dengan memakai masker bila
keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak
fisik, menghindari kerumunan, tidak keluar rumah kalau tidak mendesak, dan
tidak mudik.

Ia menekankan pentingnya gotong royong masyarakat dalam memutus rantai
penularan Covid-19.(*)

Kirim email ke