-- j.gedearka <[email protected]>
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1814-covid-19-ini-panggung-politik Rabu 29 April 2020, 05:30 WIB Covid-19 ini Panggung Politik Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group | Editorial Covid-19 ini Panggung Politik MI/Tiyok Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group. DUNIA ini panggung sandiwara, kata penyanyi Achmad Albar dalam satu lagunya. Covid-19 ini panggung politik, kata banyak orang dalam berbagai perbincangan. Bila dalam panggung sandiwara di dunia pemerannya seluruh manusia, dalam panggung sandiwara politik covid-19 di Indonesia aktornya para kepala daerah. Jika dalam panggung sandiwara sungguhan pemeran utama cuma dua orang, dalam panggung politik covid-19 semua kepala daerah berlomba menjadi pemeran utama. Serupa panggung festival film atau panggung pencarian bakat, ada penilaian atas peran yang dimainkan para kepala daerah di panggung politik covid-19 ini. Lembaga survei tampil sebagai tim juri. Tampilnya lembaga survei sebagai tim juri makin mengukuhkan covid-19 tak lain dan tak bukan panggung politik menuju pemilihan umum. Lembaga survei Median menyebut Gubernur DKI Anies Baswedan paling cepat menangani pandemi covid-19. Penjurian versi Median menempatkan Anies sebagai pemeran utama terbaik dalam panggung politik covid-19. Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) menempatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai yang paling responsif menanggulangi covid-19. Penjurian versi SMRC menobatkan Ganjar sebagai pemeran utama terbaik dalam panggung politik covid-19. Banyak yang menilai menjadikan penanganan pandemi covid-19 sebagai panggung politik sangat tak elok, tak beretika. Elok atau tak elok sebetulnya bisa dilihat dari teori peran, apakah perannya wajar atau berpura-pura. Dalam panggung sandiwara, “Ada peran wajar, ada peran berpura-pura,” kata Achmad Albar dalam lagunya tadi. Untuk menilai apakah peran yang dimainkan para kepala daerah dalam panggung politik covid-19 wajar atau berpura-pura, kita bisa menggunakan teori Dramaturgi yang diajukan Erving Goffman. Goffman memperkenalkan istilah panggung depan dan panggung belakang. Panggung belakang biasanya tempat memainkan peran wajar, sedangkan panggung depan peran berpura-pura. Dalam panggung politik bencana, panggung belakang ialah panggung penanggulangan bencana sebelum pandemi covid-19; sedangkan panggung depan ialah panggung penanggulangan pandemi covid-19. Bila seorang kepala daerah serius menanggulangi bencana sebelum pandemi covid-19, lalu dia serius pula menanggulangi covid-19, sang kepala daerah memainkan peran wajar. Namun, bila kepala daerah asal-asalan menangani bencana sebelum covid-19, tetapi kelihatan serius menangani pandemi covid-19, patut diduga sang kepala daerah memainkan peran berpura-pura. Bila, misalnya, seorang kepala daerah terkesan santai menanggulangi bencana banjir, tetapi tergopoh-gopoh ketika menangani pandemi covid-19, patut diduga sang kepala daerah memainkan peran berpura-pura di panggung politik covid-19. Bupati yang menempeli botol hand sanitizer bantuan Kementerian Sosial dengan fotonya supaya pura-puranya itu bantuan dari dirinya, sang bupati jelas memainkan peran berpura-pura. Yang memainkan peran wajar, bukan peran berpura-pura, dalam panggung penanggulangan covid-19 pastinya Kepala Gugus Tugas Penangulangan Covid-19 Letjen Doni Monardo. Sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni pasti serius menangani bencana-bencana lain sebelum atau selain pandemic covid-19. Peran wajar yang dimainkan Doni menunjukkan dia tidak sedang menjadikan penanggulangan covid-19 sebagai panggung sandiwara politik. Senin (27/4), tak serupa biasanya, Doni Monardo mengenakan seragam militer dalam satu rapat. Ini simbol bahwa dialah pemeran utama yang berperan sungguh-sungguh, bukan pura-pura berperan, dalam panggung penanggulangan covid-19. Ini sekaligus peringatan kepada siapapun untuk tidak menjadikan penanggulangan covid-19 sebagai panggung sandiwara politik demi meraih keuntungan politik.
