Bung Harsutejo,
Di Belanda, ada cucu keponakan dari ibu Kartini. Apa dia sudah menghubungi
bung
berkenaan dengan tulisan yang akan bung terbitkan. Dia teman saya, dari
jurusan lain,
dia dari arsitektur ITB, dan lulusnya dari Jerman. Di peringatann hari
Kartini dia pernah
menjelaskan point2 terpenting dari pikiran Kartini. Tahun ini
karena Coronavirus tidak
ada pertemuan untuk memperingati, mendengarkan ceramah tentang Kartini,
tetapi
dia kirimi saya mail cuplikan dari tulisan Kartini, yang saya belum tahu
sebelumnya.
Di bukunya Benny Gatot Setiono ditulis sedikit tentang Kartini, a. l. yang
jarang diketahui
orang bahwa Kartini itu vegetaris. Waktu kecil sakit panas, tidak sembuh
oleh obat dari
dokter. Seorang Tionghoa, tahanan yang dipekerjakan di rumah bupati, ayah
Kartini
menawarkan pada ibu Kartini apa boleh dia mintakan abu dari klenteng
Welahan yang
terkenal sakti. Ibu Kartini menyetujui. Setelah minum tulisan yang dibakar
jadi abu, dan
dilarutkan dalam air, Kartini sembuh. Sejak itu Kartini tidak makan daging
hewan, vegetaris
dan merasa sebagai bocah Budha (apa artinya seperti murid Budha?).
Kalau nenek saya kenalnya dengan Drs. Sosro Kartono, kakak R.A. Kartini.
Nenek saya
disembuhkan batuknya yang seperti bronchitis hanya dengan air yang didoakan
oleh
Sosro Kartono. Bung Karno pasang tulisan Sosro Kartono di pecinya. Selain
mengobati
orang Sosro Kartono juga jadi guru dari sekolah2 yang didirikan adik2
perempuan Kartini.
Bahwa Sosro Kartono bisa mengobati orang hanya dengan berdoa itu sudah
terkenal
sebelumnya di Eropa, setelah de prins (sang pangeran) menyembuhkan anak
temannya
yang sakit keras.
Salam,
Djie

Op vr 1 mei 2020 om 08:01 schreef ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
>
> -------- 轉寄郵件 --------
> 主旨: Re: [GELORA45] Naskah Kartini
> 日期: Fri, 1 May 2020 10:18:03 +0800
> 從: ChanCT <[email protected]> <[email protected]>
> 到: [email protected], Harsono Sutedjo <[email protected]>
> <[email protected]>
>
> Bung Harsutedjo yb,
>
> Hahahaa, ... Sungguh sangat gembira pagi ini kembali mendengarkan suara
> bung, ...! Rupanya bung masih bisa menyempatkan diri mengikuti GELORA45,
> dan masih cukup sehat dan kuat! Dengan harapan terbaik, bung dan
> kawan-kawan sekalian di Indonesia bisa tetap baik-baik dan sehat-sehat
> saja, ...!!!
>
> Wabah Covid-19 yang melanda dunia kali ini cukup serius, banyak hal
> tertunda dan kehidupan rakyat banyak sangat terpukul, entah bagaimana
> memulihkan ekonomi global yang terdampak cukup serius kali ini. Mudah2an
> saja usaha mengatasi pandemi Corona didunia barat, khususnya negara
> terbelakang spt Indonesia bisa cepat diselesaikan, penyebaran Covid-19
> dihentikan tuntas, dan dengan demikian pemulihan ekonomi bisa dipercepat!
> Kerugian dan kerusakan ekonomi tidak terlalu serius, bisa cepat pulih
> kembali, dan, ... buku baru bung, "Kartini, Pemikiran Multidimens
> MENYINGKAP KEGELAPAN" yang sudah tertunda 2 tahunan itu bisa SEGERA terbit,
> ...!
>
>
> Salam-sehat,
>
> ChanCT
>
>
> Harsono Sutedjo [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/1 上午 09:56 寫道:
>
>
> Bung Chan, ibu Taslam dan teman-teman,
> Naskah saya KARTINI, PEMIKIR MULTIDIMENSI atau barangksli berjudul
> "KARTINI, Pemikir Multidimensi
> MENYINGKAP KEGELAPAN"
> sudah dua tahun di KPG(ramedia) Jakarta; rencananya terbit dalam bulan
> April lalu, tapi momentum didominasi covid 19. Mereka memastikan akn
> diterbitkan. Nampaknya proses editingnya agak seret, a.l. dikatakann oleh
> editornya bahwa banyak hal dia belum pernah mendengarnya. Kini ditangani
> editor yang lebih banyak tahu ttg Kartini. Judul definitif blm ada, judul
> kedua itu diilhamo terjemahan bahasa Jawa "Mboekak Pepeteng" 1938 dengan
> pengantar dokter Soetomo.
> Semoga aegera terbit.
> Salam, Hrsutejo
>
> 
>

Kirim email ke