Selamatkah NKRI?

https://www.suara.com/bisnis/2020/05/01/101857/ya-ampun-korban-phk-dan-dirumahkan-di-indonesia-tembus-17-juta-orang?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Ya Ampun! Korban PHK dan Dirumahkan di Indonesia Tembus 1,7 Juta Orang*

Iwan Supriyatna

Jum'at, 01 Mei 2020 | 10:18 WIB

[image: Ya Ampun! Korban PHK dan Dirumahkan di Indonesia Tembus 1,7 Juta
Orang]Ribuan karyawan sepatu di Tangerang di PHK massal. (instagram
@ndorobeii & @lambe_turah)

*Pemerintah mencatat ada 1,7 juta orang yang mengalami pemutusan hubungan
kerja (PHK) dan dirumahkan.* *Suara.com - *Pemerintah mencatat ada 1,7 juta
orang yang mengalami *pemutusan hubungan kerja*
<https://www.suara.com/tag/pemutusan-hubungan-kerja> (*PHK*
<https://www.suara.com/tag/phk>) dan *dirumahkan*
<https://www.suara.com/tag/dirumahkan> sepanjang pandemi COVID-19 di
Indonesia.

"Tadi direkonsiliasi data ketengakerjaan. Jumlah tenaga kerja yang di-PHK
375 ribu, total yang dirumahkan 1,4 juta orang jadi 1,7 juta secara total,"
kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (31/4/2020)
kemarin.

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas dengan
topik "Mitigasi Dampak COVID-19 terhadap Sektor Ketenagakerjaan" yang
dipimpin Presiden Joko Widodo melalui "video conference".

Jumlah tersebut masih ditambah dengan 314.833 orang pekerja sektor informal
yang juga terdampak COVID-19.

"Data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh Kementerian Tenaga Kerja
untuk diverifikasi, selain dengan Kemenaker juga terkait dengan BPJS
Ketenagakerjaan," ungkap Airlangga.

Para pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan itu akan dimasukkan ke dalam
Prgram *Kartu Prakerja* <https://www.suara.com/tag/kartu-prakerja> secara
bertahap.

"Dimasukkan secara bergelombang dalam 4-5 minggu ke depan. Kartu Prakerja
yang sudah mendaftar untuk registrasi mencapai 9 juta orang dan sudah
mendapatkan saldo itu ada gelombang pertama dan kedua sebanyak 456 ribu
user, terbanyak di Jakarta, kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
dan Sulawesi Selatan," ungkap Airlangga.




Sebanyak 18 persen penerima manfaat Kartu Prakerja memilih untuk menerima
insentif melalui bank dan sisanya 72 persen menggunakan "e-wallet" atau
"e-money".

Airlangga juga membantah mengenai informasi 13 juta pekerja yang dirumahkan.

"Tidak benar 13 juta seluruhnya dirumahkan, bukan demikian yang benar
adalahada 4 juta tenaga kerja yang bekerja di perusahaan yang perusahaanya
mendaftarkan izin operasi saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tapi
industri di luar PSBB tetap dapat beroperasi dan tidak memerlukan izin
operasi," tegas Airlangga.

Airlangga juga kembali menjelaskan saat kondisi COVID-19, pelatihan yang
diberikan adalah melalui mekanisme pembelajaran "online" namun setelah
COVID-19 selesai maka akan dimulai juga pelatihan secara "offline".

"Tidak benar seluruh paket pelatihan itu ditumpahkan ke paltform tersebut
karena itu jumlah rata-rata terpakai per hari ini gelombang pertama adalah
rata-rata Rp 500 ribu, tentu kita lihat begitu jumlah membesar dari segi
pasar akan turun," kata Airlangga.

Pemerintah telah membuka pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama pada
11-16 April 2020. Tercatat sebanyak 5.965.048 pengguna (user) yang
melakukan pendaftaran program Kartu Prakerja tahap I dengan 4,428 juta
pendaftar terverifikasi melalui email dan yang sesuai dengan kriteria
sebanyak 2,07 juta peserta.

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan sebanyak 168.111
peserta untuk mengikuti pelatihan. Target seluruh penerima manfaat Kartu
Prakerja adalah 5,6 juta orang pekerja.



Mereka yang berhasil mendapatkan Kartu Prakerja akan mendapat insentif
total sebesar Rp 3,55 juta.

Rinciannya adalah pertama bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta yang
dapat dipergunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan di mitra
platform digital, kedua insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar
Rp 2,4 juta terdiri dari Rp 600 ribu per bulan, dan ketiga insentif
pascapengisian yaitu survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per surveinya dengan
3 survei yang memiliki total Rp 150 ribu.

Dana insentif akan ditransfer melalui rekening bank atau e-wallet LinkAja,
Ovo atau GoPay milik peserta.

Adapun 8 "platform" digital yang dinyatakan pemerintah untuk memberikan
pelatihan adalah Tokopedia, Ruangguru melalui platform Skill Academy,
MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kementerian Ketenagakerjaan
dan Pijarmahir.

Pada gelombang pertama pemerintah sudah menerima 168.111 orang yang lolos
dan gelombang kedua ada 288.154 peserta yang lolos. Jumlah masyarakat yang
mendaftar sampai dengan 28 April 2020, tercatat sebanyak 8,6 juta orang.

Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 596,8 miliar untuk 168.111
peserta yang telah diterima di gelombang I. Secara total, pemerintah
menyediakan Rp 20 triliun yang diperuntukkan bagi 5,6 juta peserta Kartu
Pra Kerja untuk tahun ini. Rencananya ada gelombang 30 sampai November
2020. (Antara)

Kirim email ke