-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1457391/hari-buruh-perlindungan-dan-kesejahteraan-masih-harus-diperjuangkan


Hari Buruh, perlindungan dan kesejahteraan masih harus diperjuangkan

Jumat, 1 Mei 2020 15:29 WIB

Seorang pekerja bersiap untuk mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat 
COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat 
(1/5/2020). Kemnaker melakukan rapid test COVID-19 terhadap 1000 pekerja dalam 
rangka memperingati Hari Buruh Internasional sebagai bentuk kepedulian 
pemerintah saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) 
Faisal Yusra menyampaikan bahwa perlindungan dan kesejahteraan buruh masih 
menjadi salah satu hal yang masih harus diperjuangkan.

"Di hari buruh ini, buruh Indonesia masih tetap berjuang untuk meningkatkan 
perlindungan dan kesejahteraan," ujar Faisal Yusra ketika dihubungi di Jakarta, 
Jumat.

Ia mengatakan ditengah pandemi COVID-19 ini, buruh semakin terpuruk karena 
banyak perusahaan yang mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Dengan kondisi sekarang ini bagaimana jaring pengaman sosial bagi buruh di 
Indonesia karena mulai banyak PHK. Kita harapkan pengawasan pemerintah 
ditingkatkan terhadap perlindungan bagi pekerja atau buruh di Indonesia terkait 
dampak dari wabah COVID-19," ucapnya.

Baca juga: Perusahaan diminta untuk tetap membayar THR buruh

Saat ini, menurut dia, buruh juga masih dihadapkan oleh pekerja kontrak yang 
nantinya bakal menjadi pengangguran baru setelah kontraknya selesai hingga 
berada di bawah bayang-bayang PHK.

Padahal, lanjut dia, buruh merupakan kekuatan penting dalam menjaga 
perekonomian. Buruh merupakan "sokoguru" yang juga akan menentukan perjalanan 
suatu bangsa menuju kehidupan yang lebih baik.

"Lalu buruh di mata pemerintah seperti apa, apakah menjadi soko guru bagi 
ekonomi bangsa atau tidak," ucapnya.

Baca juga: Di Hari Buruh, Presiden KSPI peringatkan darurat PHK akibat COVID-19

Secara terpisah, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief 
Poyuono mengatakan bahwa tahun ini, merupakan tahun kelam bagi keberlangsungan 
hidup buruh seiring mewabahnya COVID-19.

"Akibat dampak pandemi COVID-19, miliaran buruh formal dan informal kehilangan 
pekerjaan dan pendapatannya," ucapnya.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, ia mengharapkan agar para buruh disiplin 
mengikuti aturan pemerintah, hidup sehat dan jangan mudah terprovokasi.

"Jadikan Hari Buruh untuk melawan dan mencegah serta mengurangi penyebaran 
pandemik COVID-19. Dengan ikuti aturan pemerintah, disiplin hidup sehat dan 
jangan mudah terprovokasi," ucapnya.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke