-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1460853/mensos-minta-warga-tidak-persoalkan-masalah-data-bansos



Mensos minta warga tidak persoalkan masalah data bansos

Sabtu, 2 Mei 2020 22:45 WIB

Menteri sosial (baju merah) menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak 
COVID-19 di Jakarta, Sabtu (2/5/2020) (ANTARA/HO-Kemensos)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P Batubara meminta warga tidak 
mempersoalkan masalah data bantuan sosial, tapi bergotong royong dalam 
mendistribusikan sembako dan bahu membahu melawan COVID-19.

"Saya kira kita tidak usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan 
secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini masyarakat yang karakternya 
gotong royong," kata Juliari, dalam keterangan tertulis yang diterima di 
Jakarta, Sabtu.

Mensos saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, 
Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, berharap agar semua warga mendapatkan 
bantuan sembako dari pemerintah secara merata.

"Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos 
dari pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan lagi, tapi 
diinformasikan, dan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako 
apa-apa," ujar Juliari.

Hal tersebut perlu dilakukan, katanya, karena adanya keterbatasan jumlah 
bantuan sehingga dengan demikian, pendistribusian sembako merata di seluruh 
wilayah.

"Tidak mungkin semua kami berikan, saya kira tadi bisa dilihat sendiri, dari 
RT/RW menyanggupi agar diatur dengan rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa 
dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira begitu," ujar dia.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3 juta keluarga di DKI 
Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek yang terdampak COVID-19 dengan nilai 
bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sampai Juni.

Kemensos juga sudah menyiapkan saluran pengaduan jika masyarakat menemukan 
masalah terkait penyaluran bansos, baik salah sasaran, terjadi penyelewengan, 
atau pungutan liar.

Baca juga: Anies: 98,4 persen bansos terdistribusi dengan baik

Masyarakat bisa langsung menyampaikan aduan ke nomor hotline Bantuan Sosial 
Kemensos di 0811 1022 210 atau melalui email di [email protected]

Baca juga: Puan: Pemerintah pastikan buruh terdampak COVID-19 peroleh bansos

Ketua RW 01 Kelurahan Bidara Cina Oktavianus merespon positif arahan Mensos 
terkait penyaluran sembako. Ia menganggap kebijakan tersebut lebih efektif 
diterapkan untuk distribusi sembako di wilayahnya.

Baca juga: CSIS: Skema bantuan sosial masih bisa dirancang lebih optimal

"Nanti akan kami sampaikan ke warga yang sebelumnya sudah menerima, 
mudah-mudahan mereka mengerti, bagi mereka yang sudah dapat, seperti Pak 
Menteri bilang, tidak perlu lagi dapat, jadi udah tidak masalah lagi, 
alhamdulillah", ujarnya.

Selain di Bidara Cina, Kemensos juga menyalurkan 342 paket sembako di RW 05 
Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang juga dihadiri oleh Direktur 
Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin.

"Kami memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI Jakarta sampai kepada yang 
berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya, isinya, maupun distribusinya 
lancar, tidak ada kendala. Semua kelurahan di DKI Jakarta akan mendapat seperti 
ini," ujar Pepen.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bansos yang disalurkan saat ini masih merupakan 
bantuan tahap pertama bagi warga yang terdampak COVID-19, sedangkan untuk luar 
DKI Jakarta, pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai untuk seluruh daerah 
di Indonesia.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke