https://www.suara.com/news/2020/05/04/081026/ramai-dokumen-intelijen-lima-mata-bat-woman-china-buka-suara?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Ramai Dokumen Intelijen 'Lima Mata', 'Bat Woman' China Buka Suara*

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 04 Mei 2020 | 08:10 WIB

[image: Ramai Dokumen Intelijen 'Lima Mata', 'Bat
Woman' China Buka Suara]Shi Zhengli, ilmuan yang menemukan reservoir
kelelawar alami untuk patogen SARS.[IB Times]

*Rumor tersebut menyebar yang mengklaim Shi Zhengli melarikan diri dari
China.* *Suara.com - *Setelah heboh bocorkan dokumen intelijen Eropa 'Five
Eyes' mengenai rahasia *virus corona*
<https://www.suara.com/tag/virus-corona>, kemudian beredar rumor bahwa *Shi
Zhengli* <https://www.suara.com/tag/shi-zhengli> dan keluarganya melarikan
diri dari China.

Rumor tersebut telah menyebar di media sosial yang mengklaim Shi Zhengli
yang dijuluki 'Bat Woman' China melarikan diri dari China dan membawa
ratusan *dokumen rahasia* <https://www.suara.com/tag/dokumen-rahasia> ke
kedutaan Amerika Serikat di Paris.


Seorang peneliti terkenal yang mengungkap virus corona tersebut menulis
pesan di WeChat, sebuah layanan pesan China, pada hari Sabtu (02/05) bahwa
dia dan keluarganya belum meninggalkan China.

"Semuanya baik-baik saja untuk keluarga saya dan saya, teman-teman!" tulis
Shi Zhengli dikutip dari *Fox News*. Dia juga memposting sembilan foto
kehidupan terakhirnya berbarengan dengan pernyataannya.

"Tidak peduli betapa sulitnya hal itu, itu (membelot) tidak akan pernah
terjadi. Kami tidak melakukan kesalahan. Dengan keyakinan yang kuat dalam
sains, kita akan melihat hari ketika awan bubar dan matahari bersinar."
tambahnya.

*The Global Times*, sebuah media nasionalistik yang diterbitkan dengan
persetujuan dari Partai Komunis Tiongkok, pertama kali melaporkan
pernyataan publik Shi. Terlepas dari hubungan surat kabar dengan partai
yang berkuasa, pernyataan tersebut juga diterbitkan oleh *South China
Morning Post, The Week,* dan *International Business Times.*

Shi Zhengli adalah seorang ahli virus terkenal, namanya mulai mencuat
ketika karyanya dengan virus corona kelelawar di labnya di Institut
Virologi Wuhan (WIV). Dia menemukan reservoir kelelawar alami untuk patogen
SARS yang menyebar di China Selatan dari tahun 2002 hingga 2003.



Rumor pada pertengahan April menyatakan bahwa Shi telah "dibungkam" oleh
pemerintah setelah wabah mulai muncul.

Shi berada di bawah pengawasan ketat di tengah kekhawatiran virus tersebut
berasal dari laboratorium Wuhan. Pada 2 Februari, Shi memposting bahwa
"Saya berjanji dengan hidup saya bahwa virus itu tidak ada hubungannya
dengan lab".

Intervensinya datang setelah muncul bahwa berkas penelitian yang disusun
oleh aliansi intelijen "Five Eyes" menyatakan bahwa China dengan sengaja
menyembunyikan atau menghancurkan bukti wabah virus corona, yang
menyebabkan hilangnya puluhan ribu jiwa di seluruh dunia,

Dokumen setebal 15 halaman dari badan-badan intelijen AS, Kanada, AS,
Australia, dan Selandia Baru, diperoleh oleh surat kabar Saturday Telegraph
Australia dan menyatakan bahwa kerahasiaan China sama dengan "serangan
terhadap transparansi internasional."

Kirim email ke