1.:

9 April 2020
Harta Kekayaan Luhut: 2001 Sebanyak 7 M, Tahun 2018 Menjadi 655 M
REDAKSI-EKONOMI, NASIONAL-
https://suaramerdeka.id/14299/kekayaan-luhut-7-m-menjadi-655-m/

SUARAMERDEKA.ID – Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara
Negara (LKHPN) dari situs KPK, di tahun 2018 harta kekayaan Luhut
Binsar Pandjaitan tercatat sejumlah 655 M. Jumlah ini melonjak jauh
jika dibandingkan dengan yang dilaporkan pada tahun 2001.

Berikut rincian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN)
dari situs KPK yang dilansir dari wartaekonomi.co.id:

2001: Menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan

Pada 2001, Luhut sedang memegang jabatan Menperin. Saat itu, total
harta kekayaannya mencapai Rp7.105.490.000.

Kekayaan itu berbentuk tanah dan bangunan senilai Rp1.460.490.000 di
Jakarta Timur; logam mulia, batu mulia, barang-barang seni dan barang
antik senilai Rp250 juta; giro setara Rp4,6 miliar.

Lebih lanjut, Luhut juga memiliki 4 mobil yang terdiri dari Mazda
Cronos, Cherokee, Toyota Crown, dan Kia Carnival yang total harganya
setara dengan Rp795 juta. 

2015: Duduki Posisi Kepala Staf Kepresidenan

Saat menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan (2015), total harta
kekayaan Luhut melonjak ke angka Rp660.097.217.368 (Rp660 miliar) dari
angka sekitar Rp7,1 miliar.

Jika dihitung, jumlah kekayaan Luhut pada 2015 meroket hampir 93 kali
lipat dibandingkan pada 2001.

Kekayaannya pada 2015 terdiri dari: tanah dan bangunan seharga
Rp108.862.815.063 yang terletak di Jakarta Timur, Jakarta Selatan,
Malang, Jakarta Pusat, Bandung, dan Kabupaten Bogor; transportasi
senilai Rp4.917.773.000; harta bergerak Rp2.200.258.000; giro dan
setara kas Rp31.593.493.221; dan piutang Rp397.661.624.327.

Kekayaan Luhut dalam bentuk surat berharga pada 2005 hingga 2013
mencapai Rp114.861.253.757. Ia juga memiliki utang senilai US$9.246.783
(sekitar Rp152 miliar, US$1 = Rp16.407). 

Baca Juga :  Brigade GPI: Aksi Jilid V Ini Adalah Jawaban Dari
Tantangan PT Toba Bara

2018: Menko Kemaritiman dan Investasi Kabinet Kerja

Total harta kekayaan Luhut di tahun keempatnya dalam Kabinet Kerja
mencapai Rp655.438.752.423 (Rp655 miliar), menurun sekitar Rp55 miliar
dibandingkan 2015.

Saat itu, Luhut memiliki tanah dan bangunan senilai Rp175.661.024.063
yang berlokasi di Bogor, Jakarta Timur, Bandung, Jakarta Pusat, Jakarta
Selatan, Malang, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir.

Ia juga mempunyai 5 mobil yang nilainya setara dengan Rp4.849.950.000;
harta bergerak lain sejumlah Rp1.690.194.000; surat berharga
Rp94.163.815.050; kas dan setara kas Rp151.464.770.653; dan harta lain
senilai Rp227.608.998.657. (OSY) 




2.:

Refly Harun Ungkap Cara Curang Jokowi Menangkan Pilpres 2019
Kamis, 30/04/2020 16:19 WIB

https://www.law-justice.co/artikel/85760/refly-harun-ungkap-cara-curang-jokowi-menangkan-pilpres-2019/

Jakarta, law-justice.co - Refly Harun mengungkit cara-cara Presiden
Jokowi dalam memenangkan Pilpres 2019 lalu.

Pakar hukum tata negara itu mengungkap, banyak komisaris-komisaris
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat memenangkan petahana.

Hal itu diungkap Refly Harun dalam chanel Youtube miliknya, Selasa
(28/4/2020). Kondisi itu, membuat Refly Harun cukup geram.

“Saya termasuk yang mengkritik Komisaris-komisaris BUMN yang ikut
berkampanye bagi incumbent,” tuturnya dalam video tersebut.

Ia lantas mengungkap alasan dirinya melontarkan hal tersebut.

“Kenapa? Bukan saya gak suka pemerintah, tidak. Saya hanya ingin
menegakan aturan dan konstitusi dan UU,” katanya.

Refly lantas menyinggung Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu, pasal 280.

"Disebutkan secara jelas dan sangat gamblang bahwa tim kampanye dalam
kegiatan kampanye pemilu dilarang mengikutsertakan direksi, komisaris,
dewan pengawas dan karyawan BUMN atau BUMD. Bahkan dikatakan mereka
yang terlibat kampanye itu bisa diancam hukuman dua tahun penjara atau
denda Rp 24 juta,” katanya.

Hal itu pula yang mendasari dirinya tak mau ikut-ikutan para komisaris
lainnya mendukung capres-cawapres petahana. Padahal saat itu, dirinya
masih menjabat salah satu komisaris di perusahaan plat merah.

“Kita tahu banyak pengurus BUMN yang ikut kampanye, baik secara
diam-diam maupun terang-terangan,” tutup Refly. (pojoksatu)



3.:

28 April 2020
Apabila Jokowi Lengser, Ini Skenario Yang Bisa Dilakukan Secara
Konstitusional - oleh REDAKSI
https://suaramerdeka.id/14812/apabila-jokowi-lengser-ini-skenario-yang-bisa-dilakukan/

SUARAMERDEKA.ID – Ada beberapa skenario jika Jokowi lengser dari
Presiden Republik Indonesia akibat desakan dari rakyat Indonesia.

“Skenario pertama, skenario normatif jika Presiden berhalangan tetap,
maka otomatis Wakil Presiden menggantikan sampai masa jabatan habis
(UUD 1945 pasal 8 ayat 1),” kata pengamat politik Tarmidzi Yusuf dalam
pernyataan kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kata Tarmidji, skenario Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjadi presiden
dapat terlaksana bila kondisi normal tanpa gejolak politik. Apalagi
Ma’ruf Amin bukan dan tidak punya posisi strategis di partai.

“Beda posisi Habibie pada 1998 dengan posisi politik Ma’ruf Amin saat
ini. Sulit diterima oleh partai politik. Posisi bargaining Ma’ruf Amin
yang lemah menyulitkan skenario ini diterima semua pihak,” ungkap
Tarmidzi.

Menurut Tarmidzi, skenario kedua, Presiden dan Wakil Presiden dituntut
mundur secara bersama-sama maka menurut UUD 1945 pasal 8 ayat 3
pelaksana tugas kepresidenan adalah triumvirat menteri, yaitu Menteri
Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan.

Dalam tempo selambat-lambatnya 30 hari MPR memilih Presiden dan Wakil
Presiden baru yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai
politik. 

“Skenario kedua kuat dugaan pasangan yang akan muncul
adalah yang diusung koalisi PDIP dan Gerindra dengan total suara 31,9%
yang terdiri dari PDIP 19,33% dan Gerindra 12,57%, yaitu Prabowo
Subianto – Puan Maharani. Butuh 19,1% untuk memenangi pemilihan di
MPR,” ungkapnya.

Sementara partai lain yang diprediksi yang akan mengusung calon selain
Prabowo – Puan adalah NasDem yang memiliki kursi 9,05%.

Menurut Tarmidzi, ketegangan politik antara Megawati dan Surya Paloh
pasca pilpres hingga hari ini ditengarai sebagai sebab sulitnya bersatu
kembali antara PDIP dan NasDem. Adanya perbedaan dan agenda politik
diantara keduanya menyebabkan Megawati dan Surya Paloh pecah kongsi.

“Selain ketiga partai tersebut kemungkinan akan merapat pada salahsatu
koalisi yang ada dan kecil kemungkinan terbentuknya poros baru. Dengan
bergabungnya PKS, PAN dan PPP dengan total suara 19,57% otomatis
Prabowo – Puan. Akan menang lebih dari 51% belum termasuk 136 kursi DPD
atau sekitar 19%. Prediksi suara DPD akan terpecah,” jelasnya.

Kata Tarmidzi, skenario ketiga, mirip seperti peristiwa 1998. Terjadi
chaos berkepanjangan sehingga Jokowi sebagai Presiden mengeluarkan
semacam super semar atau Inpres 1998 tentang Panglima Komando Operasi
Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional yang diberikan Soeharto kepada
Wiranto.

Gonjang ganjing ABRI ketika itu diprediksi Wiranto tidak ‘berani’
menggunakan Inpres 1998 seperti Soeharto menerima super semar dari
Soekarno. Mungkinkah Jokowi lengser saat terdesak menerbitkan hal
serupa seperti Soeharto pada 1998? Inpres bukan kepada Panglima TNI
melainkan perintah pemulihan keamanan kepada KSAD Jenderal Andika
Perkasa kecuali ada pergantian Panglima TNI oleh Andika Perkasa dalam
beberapa bulan ke depan.

Selain itu, ia mengatakan, Jokowi sebagai Presiden Indonesia ke 7
sedang menghadapi tantangan sangat berat. Ekonomi terpuruk, korupsi
merajalela dan omnibus law RUU Cipta Kerja bisa menyebabkan krisis
politik yang berujung lengsernya Jokowi.

“Bertahankah Jokowi? Lihat dan tunggu dalam beberapa bulan ke depan apa
yang akan terjadi,” kata Tarmidzi.(RED) 


4.:

5 Mei 2020 - oleh REDAKSI

Jaman Jokowi Telah Melahirkan Masyarakat Rasialis
Oleh: Natalius Pigai, Korban Rasisme.
https://suaramerdeka.id/14949/jaman-jokowi-masyarakat-rasialis/


Jaman Jokowi Telah Melahirkan Masyarakat Rasialis Papua Akan Lawan
Bangsa Rasis Sampai Akhir Hayat. 

Saya tidak fitnah dan kritik, tapi beri masukan soal HAM ke  Luhut
Binsar Panjaitan. Saya dibalas dengan oleh-oleh ini. FB ini inisial YW
diduga Pendukung Jokowi & satu Partai Besar. Kita tunggu Mabes Polri
selidiki karena ini  delik  umum. Ini sebuah Rasisme, monyet, gorilla
tetap terus akan ada dan  akan terus berlangsung pada papua, Melanesia,
Diapora Afrika.

Rasisme, Perbudakan bukan hal baru, sejak 1462, bangsa kulit hitam di
Sierra Leone, Liberia, dibuang ke Dominika, Caribia, ke Amerika, juga
ke Nova Scotia dekat Canada, ke london, kembali membebaskan bangsa2
kulit hitam karena perlawanan terhadap rasiame.

Ibu Kota Sierra Leone, Freetown (kota pembebasan, Liberia (pembebasan
oleh americo liberarian), adalah tonggak sejarah awal mula pembebasan
bangsa kulit hitam. Kalau tidak melawan Rasisme maka tidak mungkin
bangsa2 kulit hitam melepaskan diri. Bagi bangsa kulit hitam pembebasan
terhadap Rasisme telah menjadi doktrin Pembebasan.

Di sisi lain,  bangsa Jugoslavia Pecah 7 negara karena berbeda suku,
India, Pakistan dan Bangladesh Pecah karena berbedah Agama. 2019 bangsa
Papua sudah tunjukkan perlawanan menentang Rasisme dan Penindasan.
Rasisme di Negara ini sudah menua, tetapi Jaman Joko Widodo secara
masif telah melahirkan masyarakat Indonesia yang Rasialis dan Melanesia
Phobia. 




 








Kirim email ke