*Kalau dunia kiamat dalam waktu dekat, maka tentu pertanyaannya apa yang
akan Anda lakukan dengan timbunan harta yang Anda miliki. Harta tidak bisa
dibawa serta ke dunia seberang, jadi apakah dari pada harta Anda ditelan
alam, api,  apakah tidak lebih berguna, jika disumbangkan kepada sesama
manusia yang berkekurangan segalanya dalam hidup selam hidup, diantaranya
seperti saya. Ingat SabdaNya: ”Kasihilah sesama manunia seperti dirimu
sendiri”. Allah pasti mencatat kedermawan Anda dan bagi para dermawan
disediakan izin masuk ke Taman Firdaus, yang penuh dengan segala kebutuh
hidup super istimewa untuk jasmaniah dan rochaniah nan abadi.*


*https://www.suara.com/news/2020/04/20/084327/mengenal-tanda-tanda-kiamat-ini-urutan-peristiwanya
<https://www.suara.com/news/2020/04/20/084327/mengenal-tanda-tanda-kiamat-ini-urutan-peristiwanya>
*


*Mengenal Tanda-tanda Kiamat, Ini Urutan Peristiwanya*

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 20 April 2020 | 08:43 WIB


*Suara.com - *Ada beda pendapat antarulama terkait urutan terjadinya
tanda-tanda *kiamat* <https://www.suara.com/tag/kiamat>. Namun, Imam Al
Qurubi mengatakan, tanda-tanda kiamat besar yang disebutkan secara
bersamaan dalam hadis-hadis di atas tidaklah berurutan, tak terkecuali
riwayat Muslim dari Hudzaifah.

Seperti dikutip dari laman *NU Online
<https://islam.nu.or.id/post/read/103666/ini-urutan-peristiwa-tanda-tanda-kiamat>*,
Senin (20/4/2020), salah satu hadis sahih yang berkaitan dengan kiamat yang
pasti adalah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dalam sahihnya dan juga
diriwayatkan oleh beberapa perawi hadis serta diakui oleh para ulama adalah
hadis berikut:

[image: Hadis Nabi Muhammad SAW. Sumber: NU Online]Hadis *Nabi Muhammad SAW*
<https://www.suara.com/tag/nabi-muhammad-saw>. Sumber: NU Online

Tanda-tanda kiamat dalam hadis ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra
(hari akhir). Ada 10 tanda kiamat yang disebutkan dalam hadis ini. Namun
yang disebutkan dalam hadis tersebut hanya ada delapan:

1. Pertama, Munculnya kabut (dukhan);

2. Kedua, Munculnya Dajjal;

3. Ketiga, Munculnya Dabbah;

4. Keempat, Terbitnya matahari dari barat;




5. Kelima, Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj;

6. Keenam, Munculnya Isa bin Maryam;

7. Ketujuh, Adanya tiga gerhana, di timur;

8. Kedelapan, gerhana di barat;

9. Kesembilan, gerhana di jazirah Arab;

10. Kesepuluh, adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring
manusia menuju tempat berkumpul.

Al Qurthubi menyebutkan ada hadis lain yang menyebutkan tanda itu secara
berurutan, yakni hadis Muslim dari Hudzaifah dalam riwayat yang berbeda,
yang menyebutkan tanda yang pertama kali muncul adalah tiga gerhana.



Oleh Al Qurthubi, kejadian ini sudah pernah terjadi di masa Rasul SAW.
Sedangkan tanda-tanda setelahnya masih banyak diperdebatkan urutannya.
(Lihat Muhammad Syamsul Haq Abadi, Aunul Mabd Syarh Ab Dawud, [Beirut,
Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1415 H], juz XI, halaman 290-291).

Oleh karena itu, simpulan dari kajian hadis-hadis terkait tanda-tanda
kiamat ini adalah tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadis sifatnya
hanya prediksi Rasul SAW.

Bahkan kepastian urutannya pun masih diperdebatkan. Begitu juga waktu
kejadiannya. Ada yang menyebut bahwa sebagian sudah terjadi ada juga yang
menyebutnya belum terjadi, bahkan perdebatan ini sudah terjadi pada masa
sahabat.

Jika ada kejadian di masa sekarang yang sesuai dengan tanda-tanda kiamat
yang disebutkan dalam berbagai hadis tersebut, belum tentu itu menjadi
tanda yang pasti. Bisa juga kejadian yang sama akan terjadi di masa
mendatang karena Rasul sendiri tidak mengetahui kapan tanda-tanda tersebut
terjadi.

Hal ini sesuai dengan yang telah disebutkan oleh Al-Quran Surat Al-Arf ayat
187 ketika Rasul SAW ditanya kapan terjadinya kiamat.

[image: Al-Quran Surat Al-Araf ayat 187. Sumber: NU Online]Al-Quran Surat
Al-Araf ayat 187. Sumber: NU Online

Fakhruddin Ar-Razi menyebutkan bahwa salah satu hikmah tidak diketahuinya
waktu terjadinya kiamat adalah agar manusia tetap beribadah dan mencegah
diri dari perbuatan maksiat tanpa memperhatikan kapan terjadinya kiamat.

[image: Hadis Nabi Muhammad SAW. Sumber: NU Online]Hadis Nabi Muhammad SAW.
Sumber: NU Online

Maka dari itu, cara bijak memahami dan mempertemukan hadis-hadis tentang
kiamat yang berbeda-beda tersebut adalah dengan meninjau maksud nabi
(maqasidi) ketika menyebutkan tanda-tanda tersebut kepada para sahabat.


Saat itu para sahabat masih bertanya-tanya tentang kebenaran adanya kiamat.
Jawaban Rasul SAW dengan menyebutkan tanda-tanda tersebut bertujuan agar
para sahabat tidak menghabiskan waktunya untuk selalu memikirkan kiamat.

Selain itu, ketidakpastian tanda-tanda kiamat yang ada dalam hadis Rasul
SAW ini hanya sebagai penguat bahwa kiamat memang ada, tetapi tidak akan
disebutkan kapan terjadi.

Semuanya ini bertujuan agar orang Mukmin senantiasa beribadah kapan dan di
mana saja tanpa mengenal waktu. Jika kiamat dan tanda-tandanya sudah jelas,
maka setiap orang akan meremehkan ibadahnya dan hanya beribadah ketika
mendekati kiamat. Wallahu a’lam.

*(Ustadz Muhammad Alvin Nur Choironi, pegiat kajian tafsir dan hadits
alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah)*

*Sumber:*
https://islam.nu.or.id/post/read/103666/ini-urutan-peristiwa-tanda-tanda-kiamat

Sumber: islam.nu.or.id
<https://islam.nu.or.id/post/read/103666/ini-urutan-peristiwa-tanda-tanda-kiamat>

Kirim email ke