-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/kolom/d-5005594/hindari-defisit-bahan-pokok-benahi-tata-kelola-distribusi-saat-pandemi?tag_from=wp_cb_kolom_list




Hindari Defisit Bahan Pokok, Benahi Tata Kelola Distribusi Saat Pandemi

Bambang Soesatyo - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 11:18 WIB
0 komentar
SHARE URL telah disalin
Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Foto: Zacky/detikcom
Jakarta -

Kementerian dan lembaga terkait perlu segera membenahi tata kelola distribusi 
bahan kebutuhan pokok. Defisit bahan kebutuhan pokok tingkat daerah harus 
dihindari agar tidak menambah persoalan baru selama periode pandemi COVID-19.

Peningkatan efektivitas distribusi bahan kebutuhan pokok di tengah periode 
pandemi COVID-19 sangat jelas urgensinya. COVID-19 sudah mewabah di semua 
provinsi. Pembatasan sosial dengan segala konsekuensinya menyebabkan masyarakat 
tidak nyaman. Jangan sampai defisit bahan kebutuhan pokok menambah persoalan.
Baca juga:
Ketua MPR Salurkan Bantuan APD dan Thermogun ke Puluhan Rumah Sakit

Oleh sebab itu, efektivitas distribusi bahan kebutuhan pokok harus segera 
ditingkatkan agar tidak ada lagi daerah yang mengalami kekurangan bahan 
kebutuhan pokok. Siapa pun paham bahwa ketika defisit kebutuhan pokok mencapai 
skala yang ekstrim, persoalan akan melebar semakin pelik.

Semua kementerian dan lembaga (K/L) terkait perlu menggarisbawahi pernyataan 
Presiden Joko Widodo tentang potensi gelombang kedua penyebaran dan penularan 
COVID-19 di dalam negeri. Siapa pun tidak mengharapkan hal itu terjadi. Namun, 
skenario terburuk harus tetap diperhitungkan.
Baca juga:
Pimpinan MPR Imbau Pemerintah dan Masyarakat Disiplin Terapkan PSBB

Jika gelombang kedua penularan itu menjadi kenyataan, durasi pandemi COVID 
menjadi semakin panjang. Ketidaknyamanan yang sekarang dirasakan bersama pun 
akan berkepanjangan pula. Agar tidak mengeskalasi masalah baru sepanjang 
pandemi COVID-19, persoalan defisit bahan kebutuhan pokok tingkat provinsi 
tidak boleh terjadi lagi.

Di masa lalu, faktor konektivitas antar pulau dan faktor transportasi sering 
mengganggu distribusi bahan kebutuhan pokok di seluruh wilayah. Faktor lain 
yang juga patut dicermati adalah kemungkinan perbedaan data antar-institusi 
atau K/L tentang kebutuhan dan stok bahan kebutuhan pokok. Persoalan 
ego-sektoral pun tak jarang menjadi faktor yang merusak koordinasi 
antar-institusi.

Berbicara tentang pengelolaan kebutuhan pokok tingkat provinsi atau wilayah, 
kepedulian para kepala daerah menjadi sangat penting. Tinggi-rendahnya 
permintaan dan stok bahan kebutuhan pokok setempat seharusnya menjadi perhatian 
para kepala daerah dari hari ke hari.

Beberapa persoalan ini hendaknya segera diatasi oleh semua K/L terkait dan para 
kepala daerah untuk menghindari defisit bahan kebutuhan pokok masyarakat. 
Sebab, masyarakat sudah diberi tahu bahwa pemerintah menjamin dan telah 
mengamankan 11 bahan kebutuhan pokok.

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI

Simak juga video Jokowi Wanti-wanti Kemendag: Jaga Harga Bahan Pokok!:

(mpr/ega)





Kirim email ke