https://www.harianaceh.co.id/2020/05/06/kekuatan-luhut-bakal-merosot-ke-bawah-lutut/


*Kekuatan Luhut Bakal Merosot Ke Bawah Lutut*

 *Redaksi HAI* <https://www.harianaceh.co.id/author/admin/>

 06/05/2020 | 10:12 WIB
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/06/kekuatan-luhut-bakal-merosot-ke-bawah-lutut/>




BERBEDA dengan gurunya Benny Moerdhani yang cerdik dan licin dalam
memainkan ritme kekuasaan, Luhut lebih vulgar dan lemah perhitungannya.

Benny memiliki tandem kuat Pak Harto sehingga apa yang dimainkan menjadi
terproteksi. Luhut yang bertandem dengan Jokowi terlalu polos dan tidak
bermain berimbang.


Luhut dominan dan mudah terpancing emosinya, suatu kelemahan fatal bagi
seorang penentu kekuasaan. Di sisi lain Jokowi memang minim reputasi.


*BACAAN **LAINNYA* *Luhut Memang Hebat, Megawati dan PDIP Tak Berkutik*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/07/luhut-memang-hebat-megawati-dan-pdip-tak-berkutik/>
*Said
Didu Dan Najwa Shihab Korban Demokrasi Setengah Hati?*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/07/said-didu-dan-najwa-shihab-korban-demokrasi-setengah-hati/>
*Nasionalis,
Pengkhianat Bangsa, Dan Penjilat*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/06/nasionalis-pengkhianat-bangsa-dan-penjilat/>
*Pernyataan
Said Didu Bukan Perbuatan Melawan Hukum dan Tidak Dapat Diproses Secara
Hukum*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/05/pernyataan-said-didu-bukan-perbuatan-melawan-hukum-dan-tidak-dapat-diproses-secara-hukum/>
*Dilaporkan
Luhut, Hari Ini Said Didu Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik*
<https://www.harianaceh.co.id/2020/05/04/dilaporkan-luhut-hari-ini-said-didu-diperiksa-terkait-pencemaran-nama-baik/>

Dalam kasus perseteruan dengan Said Didu yang diawali gertak “main ancam”
ternyata berakibat pada makan buah simalakama. Akhirnya, pilihan bodoh
mesti diambil. Lapor ke Polisi.

Namun dasar hukumnya sangat lemah memakai dua delik yang meragukan
pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong. UU ITE acuannya.


Pencemaran nama baik adalah delik aduan (klacht delict). Untuk tahap awal
saja Luhut sudah “down” tidak berani secara jantan melapor sendiri. Tetapi
dikuasakan. Atau mungkin hanya minta tolong diadukan.

Jikapun diwakili oleh pengacara dikira ini perkara perdata yang bisa terus
diwakili oleh kuasa. Dalam kasus pidana kuasa hukum hanya sebagai
pendamping saja.

Berlindung pada delik berita bohong? Lebih parah lagi karena berita bohong
pembuktiannya nanti bisa sumier.  Yang dimasalahkan  adalah kalimat “duit
duit duit”.


Bagi Didu itu mudah diargumentasikan atau dibuktikan dengan “investasi
investasi investasi”. Luhut itu Menko Investasi kok.

Jadi pertarungan bukan pada ujung penghukuman atas tuduhan dengan delik
yang lemah melainkan pada tampilan proses hukum yang bernuansa politik.


Luhut bagai “juara bertahan”  sedangkan Said Didu sebagai “penantang”.
Beban moral juara jauh lebih berat. Apalagi ia emosional. Meledak ledak dan
meledek ledek.


Luhut bagai “juara bertahan”  sedangkan Said Didu sebagai “penantang”.
Beban moral juara jauh lebih berat. Apalagi ia emosional. Meledak ledak dan
meledek ledek.

Belum mulai saja Luhut sudah “confuse” nonjok sana sini. Soal “mengejek”
dan “batal puasa” dipermasalahkan. Bisa bunuh diri Luhut.

Umat Islam yang marah. Bila ini menggelinding bukan mustahil Luhut dekat
dengan posisi Ahok menjadi musuh umat Islam. Model kekuatan 212 dapat
menggumpal kembali. Artinya pekerjaan berat menghadang Luhut.

Kekuatan Luhut bakal merosot ke bawah lutut. Luhut di internal “inner
circle” kekuasaan tidak solid, banyak elemen berseberangan. Maklum berebut
pengaruh.

Sementara RRC atau kekuatan bisnis diasporanya akan berhitung untung rugi.
Mereka adalah penjudi, “political gamblers”. Bisa habis habisan mendukung
bisa pula melepaskan. Konstelasi politik selalu dibaca dan itu sangat
fluktuatif.


Luhut yang terlalu banyak lawan dengan serangan masif pada dirinya dapat
menjadi rawan untuk menjadi sandaran. Akhirnya posisinya melemah dan
ujungnya dibiarkan runtuh. Amputasi jaringan.

Luhut sendiri bukan pribadi yang kuat. Gertak lebih besar daripada gerak.
Akibatnya bisa tersedak. Sementara Said Didu sang penantang semakin besar
dukungan dan pendukungnya galak galak.

Kecuali menyerah dini dengan menarik kembali pengaduan polisi atau
berkompromi dalam posisi menyelamatkan diri, maka sebenarnya tak ada
penampakkan ke depan dari  kehebatan Luhut.  Kekuatan Luhut bakal merosot
ke bawah lutut.

Jokowi pun ikut kalang kabut. Bisa jadi sasaran berikut. Maklum tandem.

***). Pemerhati politik dan kebangsaan*















   -

Kirim email ke