*Hanya 12%?* https://www.beritasatu.com/keuangan/630173/dampak-covid19-angka-kemiskinan-diperkirakan-meningkat-hingga-12-
Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Diperkirakan Meningkat hingga 12 % [image: Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Diperkirakan Meningkat hingga 12 %] Sejumlah Tunawisma dadakan bermunculan dan terlihat pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa ruas jalan protokol ibukota Jakarta, Kamis, 23 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao ) Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 8 Mei 2020 | 14:54 WIB Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah memprediksikan angka kemiskinan <https://www.beritasatu.com/tag/angka-kemiskinan> pascapandemi virus *corona* <https://www.beritasatu.com/tag/virus-corona> atau Covid-19 <https://www.beritasatu.com/tag/covid-19> akan meningkat ke 10 hingga 12 persen dari saat ini di angka 9,2 persen. Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan saat ini pemerintah masih mendata penambahan jumlah warga miskin akibat pandemi virus *corona* atau Covid-19 ini. Karena sampai sejauh ini, program jaring pengaman sosial atau *social safety net* masih terus berjalan. “Saat ini kami masih mendata penambahan jumlah warga miskin, karena memang program jaring pengaman sosial masih* on going*. Saya kira kita belum bisa memberikan angka pastinya karena jaring pengaman sosial masih berjalan,” kata Juliari Batubara saat konperensi pers yang dilaksanakan secara *live streaming* di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/5/2020). Kendati demikian, lanjut Juliari Batubara, pemerintah sudah mengantisipasi akan terjadi kenaikan angka kemiskinan pascapandemi Covid-19. Bila melihat dari data beberapa lembaga survei, ada yang menyatakan angka kemiskinan di Indonesia pascapandemi Covid-19 bisa mencapai 10 persen hingga 12 persen. “Tetapi kami sudah mengantisipasi jumlah warga miskin pascacovid-19 ini mungkin meningkat. Ada beberapa lembaga survei yang mengatakan bertambah 10 persen, bahkan ada yang ekstrim mengatakan bertambah 12 persen,” ujar Juliari Batubara. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membenarkan prediksi akan ada kenaikan angka kemiskinan pascapandemi Covid-19. “Kalau perkiraan atau proyeksi, ada kenaikan 10-12 persen. Kita tahu angka kemiskinan sekarang di bawah dua digit, yakni 9,2 persen. Itu kan perkiraan,” kata Muhadjir Effendy. Baca juga: CORE Indonesia: Jumlah Penduduk Miskin Berpotensi Bertambah hingga 12,2 Juta <https://www.beritasatu.com/ekonomi/628793/core-indonesia-jumlah-penduduk-miskin-berpotensi-bertambah-hingga-122-juta> Untuk saat ini, pemerintah sedang menghimpun data warga yang menjadi miskin akibat pandemi ini. Data dihimpun mulai dari tingkat RT, RW kemudian tingkat desa melalu musyawarah desa, lalu ke tingkat Kabupaten dan Kota, baru selanjutnya dikirim ke Kementerian Sosial. “Nanti data yang dihimpun itu akan kita olah menjadi bagian dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Makanya dalam bansos yang dilakukan baik dari jalur Kemsos dan Kementerian desa, di samping ada data DTKS juga ada data non DTKS. Yang tadi Mensos sampaikan, sekarang yang baru masuk (datanya) 70 persen dari total. Memang kita sedang himpun data riil kemiskinan di luar DTKS,” terang Muhadjir Efffendy.
