Iyaaa juga, nampaknya sulit dipercaya farmasi di Indonesia bisa mendahului negara-negara maju menghasilkan vaksin Covid-19 yang unggulan! Karena dibutuhkan uji-klinik yang sangat teliti dan cukup lama! Tidak bisa hanya diuji pada tikus, monyet saja, tapi juga pada manusia yang cukup banyak jumlahnya dengan variasi usia, jenis kelamin dan dalam waktu cukup panjang! Tidak bisa diselesaikan dalam waktu sebulan 2 bulan, ... apalagi harus memperhitungkan side-efek bagi manusia setelah disuntikkan vaksin itu, ...

Apalagi menghadapi masyarakat yang egoistis, tidak mau dan TAKUT dirinya jadi kelinci percobaan, ...! Karena tidak ada yang jelas dan bisa menjamin 100% aman setelah disuntikkan vaksin itu! Di Tiongkok saja baru memasuki tahap uji-klinik pada manusia! Diharapkan bulan Julyada kesimpulan pertama,dan akhir tahun bisa ... digunakan massal!



'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/10 上午 02:21 寫道:
Kutipan: Menteri BUMN Erick Thohir berharap sejumlah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang farmasi berupaya menemukan vaksin COVID-19.

Rasanya, ini adalah keinginan yg terlalu muluk2 kalau dilihat dari situasi tingkat riset di Indonesia. Harap saja bisa mendapat gratis dari WHO atau dari negara lain kalau sudah ada negara lain yg bisa memproduksi vaksin yg efektif. On Saturday, May 9, 2020, 11:16:14 AM CST, 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:




--
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1481481/erick-thohir-harapkan-perusahaan-farmasi-bumn-temukan-vaksin-corona

Erick Thohir harapkan perusahaan farmasi BUMN temukan vaksin Corona

Sabtu, 9 Mei 2020 21:07 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ketiga kanan) dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kedua kanan) disela-sela penyerahan bantuan alat kesehatan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2020). ANTARA/Moch Asim/pri. Begitu juga pemenuhan alat kesehatan yang dibutuhkan saat Corona seperti sekarang agar dapat dipenuhi perusahaan farmasi milik Kementerian BUMN Surabaya (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir berharap sejumlah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang farmasi berupaya menemukan vaksin COVID-19.

"Begitu juga pemenuhan alat kesehatan yang dibutuhkan saat Corona seperti sekarang agar dapat dipenuhi perusahaan farmasi milik Kementerian BUMN," ujarnya di sela menyerahkan bantuan ke Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jatim di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, di masa pandemik saat ini harus menjadi kesempatan bagi Indonesia lebih mandiri dan mampu memproduksi alat-alat kesehatan, salah satunya ventilator.

Baca juga: Menteri BUMN tinjau laboratorium Biomolekuler PCR RS PHC Surabaya

Pada kesempatan tersebut, Erick Thohir menyerahkan bantuan berupa rapid test kit sebanyak 10.000 pcs, ventilator invasive lima unit dan ventilator non-invasive 10 unit.

Kemudian, alat pelindung diri berupa baju hazmat 50.000 pcs, sarung tangan 2.000 pcs, masker bedah 40.000 pcs, masker N-95 3.000 pcs, mop cap 1.000 pcs dan hydrocloroquine 20.000 tablet.

"Bantuan ini adalah bentuk kepedulian BUMN yang tergabung dalam BUMN Peduli terhadap Pandemik Corona," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berterima kasih atas kepedulian Kementerian BUMN pada penanganan wabah COVID-19 di Jatim saat ini dan segera didistribusikan pada sejumlah rumah sakit rujukan.

Baca juga: Kemenhub diharapkan dapat tegas larang mudik

"Sekali lagi terima kasih atas dukungan dari Kementerian BUMN. Kami juga berdoa dan berharap mudah-mudahan Allah SWT segera mengangkat wabah Corona," tuturnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono dan sejumlah pengurus gugus tugas lainnya.

Baca juga: Legislator Mufti apresiasi kinerja Erick Thohir tangani COVID-19

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020


Kirim email ke