Ada dua berita: 1. Kelanjutan soal ABK Indonesia dan 
2. Ulasan RG: PROPOSAL OLIGARKI: BUBARKAN PSBB
Lusi.-
 

Tiga ABK Indonesia yang Jasadnya Dibuang ke Laut Usianya Masih Muda,
Lulusan Sekolah Pelayaran 
Redaksi HAI Redaksi HAI 07/05/2020 | 19:36

WIBhttps://www.harianaceh.co.id/2020/05/07/tiga-abk-indonesia-yang-jasadnya-dibuang-ke-laut-usianya-masih-muda-lulusan-sekolah-pelayaran/

Jakarta – Viral video yang menimpa tiga jenasah Anak Buah Kapal (ABK)
asal Indonesia yang berkerja di kapal China menyisakan tanda tanya
besar. Siapa sangka para ABK yang malang tersebut rata-rata masih
berusia muda dan tentu saja tak bisa meraih cita-cita yang mereka
impikan.

Adapun nama-nama ABK asal Indonesia yang berkerja di Kapal Longxing 629
China yang jasadnya dibuang ke tengah laut terdiri dari tiga orang.

Yang Pertama bernama Muhammad Alfatah (19) asal Enrekang, Sulawesi
Selatan.

Al Fattah meninggal dunia September 2019 karena sakit.

Kemudian, Sefri (24) asal Palembang yang juga sakit dengan penyebab
yang sama.

Terakhir, Ari yang meninggal dunia Februari 2020.

Ketiga jenazah ini kemudian dibuang ke laut.

Padahal menurut perjanjian kontrak kerja, jika ABK ini sakit atau wafat
akan dihantarkan ke tempat/daratan terdekat.

Dari kelompok 18 orang ABK ini, tiga di atas meninggal dunia di atas
Kapal, satu ABK lainnya yakni bernama Effendi Pasaribu.

Effendi Pasaribu kabarnya sempat dilarikan ke rumah sakit di Korea
Selatan namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Menurut hasil laporan forensik dokter setempat, penyebab Effendi
meninggal dunia karena pneumonia atau radang paru-paru.
 

Keluarga Al Fattah Tak Terima

Dilansir dari kompas.com pada Rabu (22/1/2020), seorang Anak Buah Kapal
(ABK) asal Enrekang, Sulawesi Selatan, Muhammad Alfatah meninggal di
kapal dan jasadnya dibuang ke laut pada 27 Desember 2019.

Muhammad Alfatah dikabarkan meninggal dunia di atas kapal karena sakit.

Kabar kematian Alfatah baru diketahui oleh keluarga setelah viral di
media sosial.

Rasyid, kakak kandung Alfatah, melihat sebuah foto yang sangat mirip
dengan adiknya.

Ia juga membaca keterangan ABK dibuang ke tengah laut. 

Tak lama kemudian, ia menerima sebuah surat yang menyebut bahwa adiknya
telah tiada.

“Pas viral bersamaan itu ada surat datang,” ujarnya.

Dalam surat yang diterima keluarga, jenazah Alfatah dilarungkan ke laut
untuk kepentingan kesehatan.

Sebab kapten kapal khawatir, jika jenazah masih di atas kapal akan
menimbulkan berbagai penyakit menular yang bisa menyerang kru lain.

Hanya saja, sebenarnya keluarga sangat berharap jenazah Alfatah dibawa
ke kampung halamannya.

“Kami sangat ingin melihat jenazahnya, tapi mungkin itu sudah hal yang
mustahil,” ungkap Rasyid, seperti dikutip dari Tribun Timur pada Senin
(20/1/2020).

Jawaban Rasyid cukup masuk akal. Sebab, ketika jenazah dilarungkan ke
laut, jenazah bisa terurai. (*)



2.:

#rockygerungofficial #rockygerung #manusiamerdeka
RG PROPOSAL OLIGARKI: BUBARKAN PSBB
https://www.youtube.com/watch?v=qf5LH_0y1rc

Kirim email ke