Jangan-jangan ini variasi baru "papa minta saham". Bisa juga karena dia ingin kuasai sendiri? Lah dia itu kan penguasa merangkap pengusaha. Persaingan memarakkan usaha, kerja-sama itu kalau diperlukan saja. Hehehe
Am Sun, 10 May 2020 13:45:01 +0000 (UTC) schrieb "Al Faqir Ilmi [email protected] [nasional-list]" <[email protected]>: > PERANG NIKEL > Bulan Januari 2020, di Indonesia keluar peraturan baru yang > mengguncang dunia. Peraturan itu berbunyi, "Dilarang ekspor biji > nikel keluar negeri". Peraturan itu jelas membuat sebagian negara > kelabakan, terutama Eropa. Eropa yang banyak bergantung pada industri > baja dengan biji nikel sebagai salah satu unsur pentingnya, merasa > dirugikan Indonesia. Pabrik-pabrik mereka bisa tutup, dan sebelum itu > terjadi mereka menggugat Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia > atau WTO. Kebijakan ini datang dari Luhut Binsar Panjaitan, Menko > Kemaritiman dan Investasi. Opung Luhut melihat bahwa Indonesia selama > bertahun-tahun dirugikan dengan dikeruk sumber daya alamnya, tapi > tidak mendapat apa-apa. Nikel boleh diekspor, kalau sudah diolah di > dalam negeri. Karena itu, perusahaan yang membutuhkan nikel harus > membangun smelter di sini. Dan itu berarti mereka harus investasi > triliunan rupiah. Sebenarnya, yang terkena dampak paling besar > pelarangan ekspor mentah bijih nikel bukan Eropa, melainkan China. > Menurut Luhut, 98 persen bijih Nikel selama ini diserap China. Cuma > China adalah negeri pedagang. Mereka tahu, daripada ribut kayak > Eropa, mendingan taruh duit di Indonesia. Dan investasi besar pun > masuk ke negeri ini. Pembangunan smelter itu tidak mudah. > Teknologinya belum semua kita kuasai. Karena itu, China selain > mengirimkan uang juga mengirimkan orang. Inilah yang selalu menjadi > isu kalau TKA China menguasai negeri. Padahal, masuknya TKA China > sebenarnya sekalian pengalihan teknologi. Kelak, kalau Smelter dengan > investasi puluhan triliun rupiah itu jadi, maka berbondong-bondong > tenaga kerja Indonesia terserap untuk bekerja. China hanya menyiapkan > pondasinya saja.. Cuma ya itu.. Karena ada negara yang marah sebab > biasanya dapat nikel murah, mereka lalu menghembuskan isu melalui > tentakel mereka di Indonesia. "Ssst, China akan menguasai ekonomi > Indonesia.." begitu bisik mereka. Kelompok negara kaya itu tahu, > bahwa Indonesia pernah punya sejarah panjang akar konflik dengan > etnis China. Karena itu mereka telaten mengipasi isu itu sedikit demi > sedikit, supaya kelak apinya membesar. Apalagi dengan adanya perang > dagang AS versus China, maka isu itu menjadi penting. Ini mirip > dengan situasi pada masa Perang Dingin, di mana dua blok besar dunia > Barat dan Timur, saling berebut pengaruh. Dari gambar besar ini, kita > seharusnya paham, kenapa LBP sekarang selalu diserang. Karena dialah > sekarang lokomotif Jokowi dalam menuju konsep Indonesia maju. Seperti > kata seorang teman, "Indonesia itu matahari baru. Minyak bumi sudah > habis, ke depan semua teknologi akan pakai listrik. Dan nikel > Indonesia akan merajai dunia…" Seruput kopinya. Denny Siregar > > Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone
