-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://finance.detik.com/moneter/d-5011723/dugaan-motif-bisnis-di-balik-kekehnya-dpr-usulkan-cetak-uang-rp-600-t?tag_from=wp_beritautama


Selasa, 12 Mei 2020 14:36 WIB

Dugaan Motif Bisnis di Balik Kekehnya DPR Usulkan Cetak Uang Rp 600 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
27 komentar
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank 
Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan 
uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan 
tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, 
Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)        Foto: 
Rachman Haryanto
Jakarta -

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengupas alasan DPR terutama dari fraksi 
Golkar terkait usulan cetak uang Rp 400-600 triliun kepada Bank Indonesia (BI).

Pembahasan terkait usulan cetak uang ini dilakukannya bersama tokoh lain yakni 
ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Dr. 
Didik J. Rachbini, anggota Komisi XI dari fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, dan 
mantan Ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) Sutrisno Bachir dalam sebuah webinar 
yang digelar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sabtu (9/5) lalu. 
Adapun pembahasan-pembahasan panas yang terdapat dalam webinar tersebut 
diungkapkan Dahlan dalam tulisannya di laman disway.id.

Dalam tulisannya, Dahlan mengungkapkan alasan fraksi Golkar yang sudah bulat 
terkait usulan cetak uang ke BI. Alasan itu diungkapkan Misbakhun bahwa 
partainya itu punya kepedulian besar agar ekonomi Indonesia kembali pulih 
akibat gempuran virus Corona (COVID-19).

"Golkar sangat peduli bagaimana membangun kembali ekonomi yang hancur ini. 
Coba, siapa yang tidak setuju cetak uang ini. Tanya mereka, lantas apa jalan 
keluarnya?. Nggak ada kan? Hanya utang kan. Golkar harus cari jalan keluar," 
ungkap Misbakhun seperti yang dikutip detikcom, Selasa (12/5/2020).
Baca juga: Dahlan Cerita Sengitnya Obrolan DPR vs Ekonom Bahas Usulan Cetak Uang

Menurut Misbakhun, partainya itu sudah bertekad untuk tetap meneruskan usulan 
pencetakan uang. Ia pun yakin usulan dari Golkar ini punya posisi yang kuat.

"Kuat sekali. Apalagi posisi Golkar di pemerintahan sangat kuat. Ketua Umum 
Golkar, Ir. Airlangga Hartarto kan menjadi Menko Perekonomian," kata Misbakhun.

Namun, Dahlan menuliskan bahwa Sutrisno mengingatkan skenario bisnis dibalik 
usulan cetak uang itu menurut keterangan Dahlan,

"Sutrisno Bachir kelihatannya cocok dengan ide cetak uang itu. Mungkin karena 
ia juga pengusaha sukses. Hanya ia mengingatkan jangan-jangan ada skenario 
bisnis di balik cetak uang itu," tulis Dahlan.

Bahkan, menurut Dahlan, Sutrisno menyinggung soal program Kartu Pra Kerja yang 
dinilainya juga sangat diperjuangkan Golkar agar terlaksana.

"Motornya semua ini kan Golkar. Kita semua tahu bagaimana Golkar. Coba yang di 
balik Kartu Prakerja itu siapa?" ujar Sutrisno.

Dalam kesempatan yang sama, Didik Rachbini terus mengingatkan Misbakhun terkait 
risiko inflasi tinggi yang menghantui usulan cetak uang. Ia mengingatkan 
sejarah Indonesia yang sudah pernah merasakan pahitnya krisis ekonomi akibar 
inflasi tinggi pada tahun 1950.

"Itu pernah dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara dari 
Partai Masyumi. Inflasi langsung naik 1000%," tutur Didik.
Baca juga: Alasan Banggar DPR Kekeh Usul Cetak Uang Rp 600 T

Didik pun terus meminta agar usulan ini kembali dipikirkan secara matang.

"Saya tidak mengatakan teori yang disampaikan Pak Misbakhun itu salah. Di sini 
tidak ada salah atau benar.Yang ada adalah risiko-risiko. Mana yang buruk dan 
mana yang lebih buruk," imbuh Didik.

"Pada akhirnya politik yang akan menang. Bukan teknokrat," sambung Didik.


Simak Video "Ada Opsi Pelaksanaan Haji Dibatalkan Tahun Ini"

(dna/dna)





Kirim email ke