-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1496196/dubes-dorong-nu-lebih-berperan-dalam-hubungan-indonesia-china



Dubes dorong NU lebih berperan dalam hubungan Indonesia-China

Sabtu, 16 Mei 2020 19:05 WIB

Webinar 70 tahun Indonesia-China (ANTARA/PCINU Tiongkok)
Semakin banyak pelajar Indonesia ke China dan semakin banyak pelajar China ke 
Indonesia, maka hubungan ini semakin kuat
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mendorong 
Nahdlatul Ulama lebih berperan lagi dalam menjembatani hubungan antara 
Indonesia dengan China yang sudah berlangsung 70 tahun itu.

"NU punya peran yang luar biasa dalam lahirnya NKRI. Jadi ke depan, NU akan 
memainkan peran yang sangat signifikan dalam hubungan Indonesia dengan China," 
katanya dalam Webinar "70 Tahun Indonesia-Tiongkok: Dari Diplomasi, Ekonomi, 
Teknologi, Hingga Santri" yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa 
Nahdlatul Ulama Tiongkok, Jumat (15/5).

Dubes juga berharap NU tidak kenal lelah dalam mengedukasi masyarakat mengenai 
hubungan kedua negara yang mengalami pasang-surut ini.

Menurut Djauhari, yang mendasari penguatan kemitraan antarnegara adalah 
hubungan antarmasyarakat kedua negara tersebut.

"Semakin banyak pelajar Indonesia ke China dan semakin banyak pelajar China ke 
Indonesia, maka hubungan ini semakin kuat," ujar mantan Dubes RI untuk Rusia 
tersebut.

Sementara itu, staf pengajar Hubungan Internasional Universitas Indonesia 
Yeremia Lalisang lebih tertarik membicarakan pertukaran pelajar Indonesia-China 
yang melibatkan kalangan santri dalam forum tersebut.

"Santri sekarang memainkan porsi yang signifikan, walau pun dari segi jumlah 
relatif kecil. Tapi justru dari yang kecil ini paling aktif sehingga menjadi 
perhatian khusus karena terkadang jumlah tidak mencerminkan kualitas," ujar 
peraih doktor Hubungan Internasional dari salah satu perguruan tinggi di 
Xiamen, Provinsi Fujian, itu.

Oleh sebab itu dia berharap makin banyak kalangan santri yang berminat belajar 
di China.

Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriah PCINU Tiongkok Imron Rosyadi Hamid 
mengatakan bahwa perlu waktu untuk mengubah sikap masyarakat Indonesia lebih 
baik lagi dalam memandang hubungan Indonesia-China.

"Ini sebenarnya tugas kita bersama. PCINU telah banyak berkomunikasi dengan 
teman-teman muslim di China," ujarnya dalam seminar virtual yang dipandu Ahmad 
Syaifuddin Zuhri, kandidat doktor Central China Normal University (CCNU) Wuhan 
itu.


Baca juga: China berbagi pengalaman dengan Indonesia soal perawatan pasien COVID

Baca juga: KBRI Beijing ingatkan pelajar Indonesia soal kuliah daring

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

    TAGS:
    PCINU Tiongkok
    PCINU Taiwan
    70 tahun Indonesia-China







Kirim email ke