-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5018596/ngaprak-kampung-bupati-sukabumi-dicurhati-soal-bansos?tag_from=wp_nhl_6



Berita Jawa Barat

Ngaprak Kampung, Bupati Sukabumi Dicurhati soal Bansos

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 20:38 WIB
0 komentar
SHARE URL telah disalin
Bupati Sukabumi dicurhati warga belum terima bantuan dari pemerintah
Bupati Sukabumi dicurhati warga belum terima bantuan dari pemerintah (Foto: 
Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dicurhati seorang nenek saat ngaprak ke 
perkampungan di sekitar Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten 
Sukabumi, Minggu (17/5/2020).

Nenek tersebut mengaku tidak mendapat bantuan sosial terkait COVID-19, 
mendengar hal itu Marwan mengakui pengecekan pendataan di tingkat bawah masih 
terkesan belum maksimal.

"Teu acan (belum) pak, abdi (saya) mah bantosan timana-mana teu acan kengeng 
(belum dapet)," ungkap sang nenek di hadapan Marwan.

Marwan kemudian menyerahkan paket bantuan pribadi yang ia sebar hari ini 
bersama komunitas motor trail. "Ini saja bu, semoga cukup sampai lebaran nanti, 
ini juga tambahan mukena baru ya untuk lebaran," kata Marwan.

Keluhan serupa juga diutarakan Hodijah (60) warga Kampung Babakan Sukamanah itu 
mengaku tidak terdata sebagai warga penerima bantuan.
Baca juga:
Ormas Islam Gerebek Penjual Miras di Sukabumi, Ratusan Botol Diamankan

"Semenjak pandemi COVID-19, saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari 
pemerintah. Baru hari ini terima langsung paket sembako dari pak bupati," 
katanya.

Hodijah mengungkapkan bantuan paket sembako saat ini sangat dibutuhkan warga 
terutama di masa pandemi COVID-19. Terlebih lagi, pada bulan suci Ramadhan 
kebutuhan sembako sangat meningkat.

"Alhamdulillah saya mendapatkan sembako. Mudah-mudahan, bantuan ini dapat terus 
berkesinambungan," tuturnya.

Dikonfirmasi detikcom, Marwan mengakui soal meratanya bantuan sosial. Hal itu 
menurutnya terjadi karena terdapat kesalahan mengenai proses pendataan warga.

"Pendataan yang harus dicermati sehingga bantuan ini dapat didistribusikan 
tepat sasaran. Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan tidak 
mendapatkan bantuan, tetapi warga mampu malah mendapatkan bantuan. Ini jelas 
sangat keliru," paparnya.

Selain itu, lokasi ibu kota kecamatan menuju desa tersebut berada di seberang 
gunung yang memerlukan waktu lama. Bahkan, ruas jalan untuk sampai ke pemukiman 
warga, juga sangat sulit. Karena, jalannya sangat terjal dan berliku.

"Hari ini pribadi saya bersama komunitas motor trail mendistribusikan sebanyak 
150 paket yang dibagikan kepada warga. Alat angkutan memanfaatkan motor trail 
ini jelas bisa menjangkau langsung ke pintu rumah warga, karena kendaraan roda 
empat tidak bisa menjangkau sampai ke tempat ini," pungkas Marwan.
(sya/mud)
pandemi corona
bantuan sosial
sukabumi







Kirim email ke