Moeldoko sebut pemerintah sulit atasi COVID-19 tanpa warga terlibat
Senin, 18 Mei 2020 08:14 WIB
Moeldoko sebut pemerintah sulit atasi COVID-19 tanpa warga terlibat
Pentingnya keterlibatan warga untuk turut serta menangani COVID-19 dan
dampaknya bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pemerintah
akan kesulitan menghadapi pandemi COVID-19 tanpa keterlibatan masyarakat
secara aktif sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.
“Tanpa keterlibatan masyarakat, pemerintah akan kesulitan menghadapi
pandemi seperti saat ini,” kata Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam
keterangannya di Jakarta, Senin.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi semua gerakan inisiatif masyarakat
yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak warga terlibat secara
aktif dalam upaya melawan COVID-19.
Ia salah satunya mengapresiasi para pegiat literasi di berbagai daerah
yang menyambut baik saat diajak dalam gerakan 10 Rumah Aman.
“Alhamdulillah program 10 Rumah Aman saat ini sudah ada di beberapa kota
dan tersebar di seluruh nusantara. Masing-masing menyesuaikan dengan
kapasitasnya masing-masing,” katanya.
Program 10 Rumah Aman diinisiasi Kantor Staf Presiden dan saat ini terus
berkembang di berbagai daerah. Di Madiun, Jawa Timur, misalnya dimotori
oleh Tatok Raya, warga RT 42/RW13, Kelurahan Taman, Madiun, yang rutin
membagikan sembako secara gratis kepada masyarakat terdampak COVID-19.
Sementara Rumah Makan Gratis (RMG) Madiun membagikan makanan matang
kepada sesamanya yang diharapkan mampu mengurangi tekanan sosial ekonomi
masyarakat terdampak pandemi COVID-19.
“Kami memang hanya membatasi untuk lingkungan warga sekitar saja. Bukan
untuk warga di luar wilayah kami,” kata Tatok Raya.
Hal ini dimaksudkan untuk menginspirasi warga lainnya melakukan hal yang
sama agar masing-masing wilayah tumbuh rasa saling peduli.
Warga dipersilakan untuk mengambil sembako sendiri sesuai kebutuhan.
Selain beras, kebutuhan mie instan, telor, minyak goreng, dan gula
disediakan oleh Tatok Raya di teras rumahnya setiap hari.
“Kami sengaja mengajarkan kejujuran. Dalam sehari ada 7 hingga 8 orang
yang datang,” ujar Tatok.
Selain aktivitas sosial, RT 42/RW 13 Taman juga menjalankan protokol
kesehatan di lingkungan yang terdiri dari 20 rumah itu.
Penerapan protokol kesehatan dimulai sejak 3 pekan lalu mulai dari
pengukuran suhu tubuh masyarakat tiap 2 hari sekali. Selain itu, ada
juga penyemprotan disinfektan yang dilakukan 2 kali seminggu.
“Kami tetap memiliki komitmen untuk membuat lingkungan sekitar tetap
zona hijau COVID-19. Semua anjuran dalam protokol kesehatan dijalankan
oleh warga. Semuanya sudah mengerti posisi dan tugas masing-masing,”
ujar Tatok.
Selain di Taman, aktivitas sosial dijalankan RMG Madiun di Jalan Mundu
Nomor 4, Kota Madiun, Jawa Timur. Pada hari biasa, tempat ini hanya
beroperasi pada Senin dan Kamis dan selalu ramai dikunjungi masyarakat
dari berbagai kalangan mulai tukang becak, ojek online, pelajar,
mahasiswa, juga karyawan pabrik.
“Pembagian makanan gratis sebenarnya menjadi program reguler RMG Madiun.
Dengan adanya COVID-19 ini, fungsi RMG Madiun semakin dioptimalkan. Jadi
kalau ada saudara kami yang terdampak COVID-19, kami siapkan nasi plus
lauk pauk setiap harinya. Jadi, silakan mampir,” ungkap Koordinator
Lapangan RMG Madiun Ardiyan Agung Nugroho.
Selama Ramadhan, RMG Madiun membagikan paket nasi sebanyak 300 hingga
350 bungkus perhari. Makanan tersebut biasanya untuk menu berbuka puasa
oleh masyarakat.
“Jumlah menu yang disiapkan sejauh ini cukup mengakomodir kebutuhan. Itu
adalah hasil donasi dari rekan-rekan di Madiun dan patungan,” katanya.
Selain di Jalan Mundu, RMG Madiun juga turun ke jalan dan daerah
membagikan nasi gratis. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada Selasa dan
Jumat. Operasional luasan wilayah yang dituju berada di Kota hingga
Kabupaten Madiun. Ardiyan menambahkan, RMG Madiun selalu berkoordinasi
dengan daerah sebelum melakukan kunjungan sosial kemanusiaan.
Selain aksi sosial, RMG Madiun juga menjalankan protokol kesehatan.
Mereka melakukan pencatatan suhu tubuh khususnya pagi pengunjung di
Jalan Mundu untuk pengukuran suhu tubuh masyarakat.
RMG Madiun sebelumnya sudah mendapat bantuan peralatan medis standar
dari Yayasan 10 Rumah Aman berupa thermo gun, masker, dan handscoon.
*Baca juga:Atasi COVID, Astra serahkan bantuan 30 ventilator ke tiga
rumah sakit
<https://www.antaranews.com/berita/1446272/atasi-covid-astra-serahkan-bantuan-30-ventilator-ke-tiga-rumah-sakit>
Baca juga:KSP minta LKPP dan BPKP perkuat pelaksanaan Kartu Prakerja
<https://www.antaranews.com/berita/1469043/ksp-minta-lkpp-dan-bpkp-perkuat-pelaksanaan-kartu-prakerja>
Baca juga:Diberi nama Covid, gajah lahir di tengah pandemi di Puncak
Bogor
<https://www.antaranews.com/berita/1497772/diberi-nama-covid-gajah-lahir-di-tengah-pandemi-di-puncak-bogor>
Baca juga:Hotel di Sumut mulai dapat tamu
<https://www.antaranews.com/berita/1497860/hotel-di-sumut-mulai-dapat-tamu>*
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Tunggul Susilo