-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1499676/as-china-mungkin-dukung-evaluasi-independen-atas-penanganan-covid-19


AS, China mungkin dukung evaluasi independen atas penanganan COVID-19

Senin, 18 Mei 2020 20:41 WIB

Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom 
Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin 
(20/5/2019). (ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri.)
Penting bahwa kita bisa menyetujui resolusi, semuanya
Jenewa (ANTARA) - Meskipun memiliki perbedaan pandangan terhadap kinerja 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), China dan Amerika Serikat tampaknya akan 
bergabung dalam seruan untuk evaluasi independen atas penanganan pandemi 
COVID-19.

Seruan itu akan disampaikan melalui resolusi yang diinisiasi Uni Eropa (EU), 
dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia, badan pengambil keputusan WHO, yang 
diselenggarakan secara virtual mulai Senin dan diikuti para menteri kesehatan 
dari seluruh dunia.

Resolusi tersebut juga menyerukan akses yang tepat waktu dan merata untuk 
diagnostik, obat-obatan, serta vaksin yang aman dan manjur guna memerangi 
penyakit yang telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang di seluruh dunia.

Konsensus yang rapuh itu muncul setelah lebih dari satu minggu perundingan 
intensif terhadap rancangan resolusi EU, yang masih bisa berubah, kata para 
diplomat.

Baca juga: Petinggi Uni Eropa ingin penyelidikan independen asal mula corona
Baca juga: Australia serukan penyelidikan virus, Indonesia fokus tangani 
COVID-19

"Sepertinya resolusi itu akan diadopsi. Secara politis, saat ini ada 
kesepakatan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem dan penyelidikan tentang 
asal-usul (virus), tetapi tidak segera," kata seorang diplomat Eropa kepada 
Reuters.

"Penting bahwa kita bisa menyetujui resolusi, semuanya," kata dia.

Resolusi EU didukung oleh sejumlah negara termasuk Australia, China, Inggris, 
Kanada, India, Jepang, dan Rusia.

Nama-nama dalam rancangan resolusi yang dilihat oleh Reuters menunjukkan 
dukungan dari 116 dari 194 negara di WHO.

Teks tersebut menyerukan kepada direktur jenderal WHO Tedros Adhanom 
Ghebreyesus untuk memulai "evaluasi yang tidak memihak, independen, dan 
komprehensif" dari respons kesehatan internasional terkoordinasi WHO untuk 
COVID-19, termasuk efektivitas mekanisme yang ada "pada saat awal yang paling 
tepat."

Resolusi mendukung kerja yang berkelanjutan, termasuk melalui "misi lapangan" 
ilmiah, untuk mengidentifikasi sumber zoonosis atau hewan yang menjadi sumber 
virus, dan bagaimana hewan itu melintasi penghalang spesies hingga menulari 
manusia.

Resolusi EU tidak merujuk ke China. WHO dan sebagian besar ahli mengatakan 
virus itu diyakini telah muncul di pasar yang menjual satwa liar di pusat kota 
Wuhan akhir tahun lalu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan ada "sejumlah besar bukti bahwa 
virus berasal dari laboratorium di Wuhan"---sebuah tuduhan yang dibantah China.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan masih terlalu dini untuk meluncurkan 
penyelidikan tentang asal-usul dan penyebaran virus corona, dan mengatakan 
Presiden Xi Jinping akan memberikan pidato video saat upacara pembukaan 
pertemuan WHO.

Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa Andrew Bremberg menyatakan harapannya "bahwa 
kita akan dapat bergabung dalam konsensus."

Tetapi para diplomat mengatakan bahwa mereka mengharapkan delegasi AS, yang 
dipimpin oleh Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar, untuk 
"memisahkan diri" dari setidaknya dua bagian dalam resolusi, seraya  berhenti 
menghalangi konsensus.

Bagian ini melibatkan referensi hak kekayaan intelektual untuk obat-obatan dan 
vaksin, dan untuk melanjutkan penyediaan layanan kesehatan seksual dan 
reproduksi selama pandemi, kata mereka.

Masalah kontroversial tentang partisipasi Taiwan dalam majelis telah ditunda 
ketika sesi dilanjutkan akhir tahun ini, kata diplomat.

Meskipun ada upaya keras, Taiwan tidak diundang ke pertemuan minggu ini setelah 
tekanan dari China.

Sumber: Reuters

Baca juga: Australia sambut dukungan untuk penyelidikan COVID-19
Baca juga: Taiwan tak terima undangan pertemuan WHO

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke