Harga minyak melonjak dipicu hasil positif vaksin COVID-19
Selasa, 19 Mei 2020 07:31 WIB
Harga minyak melonjak dipicu hasil positif vaksin COVID-19
Ilustrasi: Pengeboran minyak lepas pantai ANTARA/HO-moneycontrol.com.
New York (ANTARA) - Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih
dari dua bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dipicu
hasil awal yang positif pada vaksin virus corona, membangkitkan
optimisme dimulainya kembali kegiatan ekonomi dan tanda-tanda produsen
minyak menindaklanjuti rencana pengurangan produksi.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 2,31 dolar AS atau
7,1 persen, menjadi menetap di 34,81 dolar AS per barel. Sementara itu,
minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni
terangkat 2,39 dolar AS atau 8,1 persen menjadi ditutup pada 31,82 poin.
Itu adalah penyelesaian tertinggi untuk Brent dan WTI sejak 11 Maret,
hanya beberapa hari setelah harga mulai runtuh menyusul kegagalan
perjanjian pemotongan produksi antara Organisasi Negara-negara
Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai
OPEC+.
“Butuh dua bulan bagi WTI untuk membersihkan reruntuhan dari pertemuan
Maret (OPEC +) pada Maret,” kata Bob Yawger, direktur berjangka energi
di Mizuho di New York.
Pada paruh pertama Mei, OPEC+ telah memotong ekspor minyak dengan tajam.
Perusahaan yang melacak pengiriman mengatakan ada petunjuk awal yang
kuat dalam mematuhi perjanjian pemangkasan produksi baru.
OPEC+ sepakat untuk memotong pasokan dengan rekor 9,7 juta barel per
hari (bph) mulai 1 Mei. Arab Saudi, pengekspor utama dunia, mengumumkan
pekan lalu akan memotong tambahan satu juta barel per hari pada Juni.
Reli dalam kontrak WTI Juni, yang akan berakhir pada Selasa (19/5/2020),
menunjukkan penurunan bersejarah bulan lalu ke negatif 40 dolar AS per
barel tidak akan terulang.
Kontrak WTI Juli adalah kontrak berjangka AS yang lebih aktif
diperdagangkan dengan volume dalam kontrak bulan kedua melampaui bulan
depan selama beberapa hari terakhir. Kontrak Juli ditutup naik 7,2
persen menjadi 31,65 dolar AS.
Di Amerika Serikat, pembukaan kembali bisnis dan kehidupan sosial secara
bertahap mendapatkan daya tarik dengan semakin banyak orang Amerika yang
muncul dari penguncian virus corona dan pasar saham yang meningkat
karena hasil uji awal vaksin potensial.
Data awal dari vaksin COVID-19 Moderna Inc, yang pertama kali diuji di
Amerika Serikat, menunjukkan bahwa vaksin itu menghasilkan antibodi
pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat, kata perusahaan itu,
Senin (18/5/2020).
Cuaca musim panas juga telah menarik seluruh dunia untuk muncul dari
penguncian virus corona.
Toko-toko dan restoran dibuka kembali di Italia pada Senin (18/5/2020),
sementara pusat wabah lainnya seperti Spanyol dan Portugal akan secara
bertahap mencabut pembatasan.
*Baca juga:Harga minyak melonjak ketika permintaan menunjukkan
tanda-tanda naik
<https://www.antaranews.com/berita/1495428/harga-minyak-melonjak-ketika-permintaan-menunjukkan-tanda-tanda-naik>
Baca juga:Harga minyak naik didukung penurunan persediaan AS dan data
IEA
<https://www.antaranews.com/berita/1493080/harga-minyak-naik-didukung-penurunan-persediaan-as-dan-data-iea>
Baca juga:Industri migas bertekad tak impor meski harga minyak turun
<https://www.antaranews.com/berita/1488808/industri-migas-bertekad-tak-impor-meski-harga-minyak-turun>*
Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto