Ngajari orang yang tidak punya latar belakang pendidikan teknik
butuh waktu lama. Hanya satu mesin mixer besar saja untuk mencampur
powder untuk potato chips perlu waktu seminggu sampai semuanya bisa
mengerjakan sendiri.
Kalau untuk bagian yang lebih complicated seperti proses hidrolisa dengan
air keras, tekanan dan temperatur tinggi, netralisasi dan filtrasi bisa
butuh
waktu sebulan. Kalau dari STM bisa dalam 3 minggu, bisa kerja sendiri.
Di bagian sproeidroger bisa dalam sebulan, tetapi kalau ada probleem dia
tidak bisa mengatasi. Mesti minta tolong kepala regu. Kalau kepala regu
tidak bisa, yang atasi trouble shooter yang paling sedikit lulusan akademi
teknik, yang tahu teknik kimia, fisika dan automatisering dan berpengalaman..
Kalau di bagian fine chemicals untuk bisa bergantian menjalankan berbagai
proses kimia bisa makan waktu satu tahun, baru bisa kerja benar. Kalau
dari STM bisa dalam 9 bulan.
Wah, kalau di Morowali petunjuk kerjanya belum diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia, lebih sulit belajarnya? Mungkin perlu penterjemah yang
juga mau beberapa bulan jadi operator supaya terjemahannya benar?
Bagus juga menteri perindusrian keluari uang untuk buka sekolah politeknik,
di Morowali yang beberapa hari sekolah, dan sehari kerja di pabrik.
Semestinya
urusan sekolahan itu urusannya Kementerian Pendidikan.Tidak tahu
apa docent2nya diharuskan kerja 1 - 2 bulan di masa liburan untuk dapat
mengajar dengan pengalaman praktek.
Dulu kepala lab Unit Processes di ITB mengajarkan pelajaran Unit Process
tidak hanya dari buku, tetapi betul2 dari hasil praktikum laboratorium. Dia
sendiri di masa liburan cari pengalaman kerja di berbagai pabrik. Jadi
ngajarnya bukan hanya menterjemahkan isi buku terbitan Amerika atau Inggris..
Sayangnya hanya ada satu orang yang begitu. Ada satu docent dan kepala
lab Kimia Industri yang menjelaskan proyek2 apa yang akan dibangun negara,
karena dia duduk di Badan Perancang Negara. Satu lagi yang bagus kuliahnya,
karena dia juga kepala Perusahaan Air Minum.

Op do 21 mei 2020 om 10:58 schreef A Awind [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> whatsapp://send?text=Luhut soal TKA China: Jumlah Mereka di Konawe Kurang
> Lebih 8 Persen dari Pekerja
> https://money.kompas.com/read/2020/05/20/230100426/luhut-soal-tka-china--jumlah-mereka-di-konawe-kurang-lebih-8-persen-dari?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile
> :
>
> 
>

Kirim email ke