-- 
j.gedearka <j.gedea...@upcmail.nl>


https://www.antaranews.com/berita/1506212/menteri-bumn-kunjungi-kesiapan-laboratorium-bio-farma-hadapi-covid-19


Menteri BUMN kunjungi kesiapan laboratorium Bio Farma hadapi COVID-19

Kamis, 21 Mei 2020 17:48 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama jajarannya 
mengunjungi kesiapan laboratorium Bio Farma dalam menghadapi COVID-19. 
ANTARA/HO-Humas BUMN/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 
mengunjungi kesiapan laboratorium Bio Farma dalam menghadapi COVID-19.

Dalam kesempatan itu, Erick meminta Bio Farma untuk meningkatkan koordinasi 
dengan Kementerian atau Lembaga lain, untuk mempercepat penanganan pandemi 
COVID-19.

"Saya meminta Bio Farma untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi 
dengan Kementerian/Lembaga lain, untuk mempermudah koordinasi, dan mempercepat 
output dari rencana yang sudah disiapkan Bio Farma dalam menghadapi pandemi 
Covid-19 ini," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam kunjungannya, Erick Thohir didampingi rombongan dari Kementerian BUMN, 
dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Rombongan diterima langsung oleh jajaran 
Board of Executives Bio Farma pada hari Kamis (21/5) di exhibition hall Bio 
Farma.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan sesuai dengan slogan 
#BUMNuntukIndonesia, Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang farmasi, 
sudah menyiapkan beberapa skenario untuk membantu penanganan COVID-19.


Baca juga: Kementerian BUMN: Alat uji COVID-19 Bio Farma mulai diproduksi


"Inisiatif pembuatan skenario ini, dilakukan sesuai komitmen Bio Farma sebagai 
Induk Holding BUMN Farmasi, untuk berperan aktif secara luas dalam mewujudkan 
health security di Indonesia, dan secara khusus sebagai upaya percepatan 
penanganan Pandemi COVID-19," ujarnya.

Hal ini, lanjut dia, sejalan dengan tugas utama BUMN yang hadir untuk Indonesia 
agar mampu bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus agen 
pembangunan (agent of development).

Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan terdapat beberapa 
skenario dalam membantu penanganan COVID-19, antara lain memproduksi Kit 
diagnostik Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang merupakan hasil 
kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),
Nusantics yang merupakan hasil kolaborasi dalam nuansa kegotong-royongan dalam 
Gerakan Indonesia Pasti Bisa.

Dalam memproduksi RT-PCR ini, dijelaskan, Bio Farma memiliki tugas untuk 
memproduksi dan menguji kit RT-PCR, simultan uji komparasi dengan 10 
laboratorium untuk pengujian akurasi dan spesifisitas.


Baca juga: Bio Farma-RSPAD berkolaborasi dalam terapi tambahan pasien COVID-19


Saat ini, RT PCR yang baru saja diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 
20 Mei 2020 kemarin, sudah mulai didistribusikan ke 31 laboratorium sesuai 
dengan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Skenario berikutnya adalah Bio Farma membantu penelitian plasma konvalesen, 
hasil kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Plasma Konvalesen merupakan terapi yang diberikan kepada pasien Covid-19 yang 
memasuki masa kritis, dengan memberikan plasma dari pasien yang sudah 
dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Kemudian, Bio Farma membuat mobile lab dengan standar Bio Safety Lavel 3 (BSL 
3), Bio Farma memiliki kompetensi untuk membuat mobile lab ini yang hasilnya 
akan bermanfaat untuk FK UNPAD atau LABKESDA untuk meningkatkan kapasitas uji 
untuk masyarakat.

Dalam masa pandemi seperti sekarang, Rahman mengatakan, Mobile Laboratorium 
BSL3 berfungsi sebagai fasilitas untuk Emergency Response sebagai bentuk
responsibility Bio Farma dalam menangani Pandemi Covid-19, melalui uji swab tes 
PCR.

"Pemeriksaan Swab Tes PCR merupakan pemeriksaan laboratorium golden standar 
dalam penegakan Diagnosis COVID-19," paparnya.

Dan skenario terakhir adalah penelitian untuk penemuan vaksin COVID-19. 
Terdapat dua skema utama yakni kolaborasi stakeholder tingkat nasional bersama 
Kemenristek/BRIN, Eijkman dan Litbangkes, dan simultan berpartner dengan 
lembaga riset dengan skala global, serta juga manufaktur yang memiliki potensi 
kerjasama dengan Indonesia dan dibantu dengan KBRI untuk pendampingi diplomasi .

Terkait hal Mobile Lab BSL3 ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berminat 
untuk memperbanyak mobil lab BSL 3 ini untuk di Jawa Barat. Pasalnya, fasilitas 
yang berada didalamnya dapat melakukan pemeriksaan swab test baik dalam keadaan 
pandemi, dan juga dalam keadaan new normal.

"Mobile lab ini, nantinya kalau sudah ada banyak, bisa berkeliling untuk bisa 
melakukan pengetesan kepada masyarakat," ujar Ridwan Kamil.


Baca juga: Bio Farma kembangkan plasma darah untuk penyembuhan COVID-19

Baca juga: Bio Farma kolaborasi dengan CEPI kembangkan vaksin COVID-19
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke