https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200523111553-20-506132/polisi-dua-petugas-medis-corona-ditembak-kkb-di-papua?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



*Polisi: Dua Petugas Medis Corona Ditembak KKB di Papua*

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 11:46 WIB

Bagikan :

[image: Polisi: Dua Petugas Medis Corona Ditembak KKB di Papua] Ilustrasi
kasus penembakan. (iStockphoto/Herwin Bahar)


Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad
Musthofa Kamal membeberkan kronologi penembakan terhadap dua tenaga medis
tim Gugus Tugas Covid-19 oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di
Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Penembakan itu terjadi pada Jumat (22/5) waktu setempat. Dua tenaga medis
itu masing-masing adalah Alamanek Bagau dan Koni Somou.
Lihat juga:

 OPM Klaim Rampas 4 Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200523093835-12-506088/opm-klaim-rampas-4-senjata-milik-aparat-keamanan-di-papua/>

"Pada hari dan tanggal tersebut, personel Polres Intan Jaya mendapat
Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan
Kabupaten Intan Jaya bahwa telah terjadi penembakan terhadap dua orang
tenaga medis," kata Kamal melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5).




Kamal mengatakan keduanya ditembak saat sedang mengantar obat- obatan untuk
menangani penyebaran Covid-19. Salah satu tenaga medis tersebut, yakni Koni
Somou meninggal dunia sementara tenaga medis lainnya, yakni Alemanek Bagau
masih menjalani perawatan di Pastoral Wandai.

"Saat ini kondisinya kritis," kata Kamal.

Kamal memastikan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku
penembakan ini. Hari ini kata dia, Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli Karre
Pongbala bersama sejumlah anggota kepolisian dan dari pihak TNI akan menuju
ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Dalam kesempatan itu, Kamal juga menjelaskan soal lambatnya penanganan yang
dilakukan terhadap kedua tenaga medis ini. Hal ini dikarenakan tempat
kejadian penembakan berada di wilayah yang cukup jauh dan memiliki medan
perjalanan yang cukup sulit diakses.

"Kita membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk dapat tiba di TKP," kata dia.
Lihat juga:

 Daftar Lokasi dan Syarat Salat Id yang Diizinkan di Bekasi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200523100628-20-506103/daftar-lokasi-dan-syarat-salat-id-yang-diizinkan-di-bekasi/>

Dia juga mengatakan di lokasi kejadian belum tersedia pos jaga polisi
maupun jaringan telekomunikasi yang bisa memudahkan akses komunikasi. Dari
delapan distrik yang ada di Intan Jaya baru 3 distrik yang ditempati oleh
pasukan.

"Termasuk anggota kepolisian. Sedangkan lima distrik yakni Tomasiga,
Agisiga, Ugimba, Wandai, dan Iyandoga belum ada pos keamanan dan juga
anggota kepolisian yang berada di sana," kata dia. *(tst/jal)*

Kirim email ke