-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://bali.antaranews.com/berita/196310/gubernur-bali-jangan-pojokkan-aparat-terkait-kerumunan-di-kampung-jawa


Gubernur Bali: Jangan pojokkan aparat terkait kerumunan di Kampung Jawa

Selasa, 26 Mei 2020 19:04 WIB

Gubernur Bali Wayan Koster (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta semua pihak di daerah 
itu agar jangan memojokkan atau menyalahkan aparat penegak hukum dan Satuan 
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terkait kasus kerumunan massa yang 
terjadi di Dusun Wanasari Kampung Jawa, Desa Dauh Puri Kaja, Kota Denpasar saat 
malam takbiran, 23 Mei 2020.

"Pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Denpasar telah melakukan proses dengan 
memanggil sejumlah orang yang terlibat dalam acara tersebut untuk dimintai 
keterangan. Proses ini harus kita dukung bersama-sama," kata Koster dalam 
keterangan tertulisnya, di Denpasar, Selasa.

Koster meminta masyarakat tidak memojokkan atau menyalahkan aparat penegak 
hukum dan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, karena aparat 
penegak hukum telah bekerja dengan baik, sangat kooperatif, dan mendukung 
kebijakan Gubernur Bali selaku Ketua Gugus Tugas dalam Penanganan COVID-19 di 
Bali.

Baca juga: Danrem 163/Wira Satya: Jadikan Idul Fitri momentum tingkatkan iman 
dan toleransi

"Terjadinya kerumunan massa pada 23 Mei 2020 saat malam takbiran merupakan 
peristiwa yang bersifat spontan dari anak-anak muda di wilayah tersebut. 
Anak-anak muda yang ikut dalam acara tersebut sudah menyampaikan permohonan 
maaf melalui video kepada aparat penegak hukum dan masyarakat," ucapnya.

Orang nomor satu di Bali itupun mengimbau kepada semua pihak agar tidak 
mendramatisasi dan mempolitisasi peristiwa tersebut.

"Tidak perlu mengaitkan dengan upacara Ngaben di Desa Sudaji Kabupaten 
Buleleng, karena riwayat dua peristiwa tersebut memang berbeda," ujar mantan 
anggota DPR tiga periode itu.

Baca juga: Selama COVID-19, warga hanya boleh berziarah dari luar pemakaman

Koster menambahkan, dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Bali yang telah 
menunjukkan hasil semakin baik diharapkan agar semua pihak secara bersama-sama 
membangun suasana yang kondusif dengan tidak saling menyalahkan dan membuat 
polemik.

"Tetapi kita justru harus mengembangkan sikap dan aksi nyata dengan semangat 
gotong royong, bersama-sama pemerintah dan masyarakat, agar pandemi COVID-19 
bisa berakhir sesuai harapan kita semua," katanya.

Menurut Koster, dengan koordinasi dan kerja sama yang baik semua pihak, 
penanganan COVID-19 di Provinsi Bali dapat berjalan dengan disiplin, tertib, 
dan aman.

Baca juga: Muslim Gianyar diminta Shalat Idul Fitri di rumah

 
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA









Kirim email ke