Bung Djie,

Saya mau dirikan psantren, semua sobat bisa menjadi guru. Dijamin semuanya.
hehehe

On Tue, May 26, 2020 at 11:04 AM kh djie <[email protected]> wrote:

> Guru ngaji punya aji-aji........Selain dapat pelajaran ngaji, juga dapat
> pelajaran extra.....?
>
> Op di 26 mei 2020 om 10:53 schreef Sunny ambon [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]>:
>
>>
>>
>> *Guru ngaji punya tongkat keramat yang senentiasa kenjang, makanya selalu
>> perlu dilemaskan pada santri, diasah dan dikilatkan warnanya selama 4
>> tahun, tetapi masih terus tumpul atau mungkin saja berkat dilimpahkan pada
>> sang guru. Hehehehehehehehe*
>>
>>
>> https://www.suara.com/jabar/2020/05/26/125018/gadis-santri-bandung-jadi-budak-seks-guru-ngaji-di-pesantren?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler
>>
>>
>>
>> Gadis Santri Bandung Jadi Budak Seks Guru Ngaji di Pesantren
>> Pebriansyah Ariefana
>> Selasa, 26 Mei 2020 | 12:50 WIB
>>
>>
>> Dia diperkosa selama 4 tahun sejak usia 14 tahun.
>>
>> SuaraJabar.id - Seorang gadis santri
>> <https://www.suara.com/tag/gadis-santri> di Bandung menjadi budak seks
>> <https://www.suara.com/tag/budak-seks> guru ngajinya sendiri di
>> pesantren. Dia diperkosa selama 4 tahun sejak usia 14 tahun.
>>
>> Gadis itu adalah santri sebuah pesantren di Kabupaten Bandung. Kasus ini
>> pun terbongkar setelah, korbannya melaporkan apa yang menimpanya kepada
>> orang tua.
>>
>> Pelaku ialah EP (36) yang merupakan pengajar tetap di Pesantren tempat
>> korbannya yang berinisial AW (17), belajar. Dari hasil penyelidikan polisi,
>> gadis santri dicabuli sejak masih berumur 14 tahun.
>>
>> Tindakan asusila terhadap AW, berawal saat 2016, dimana gadis santri AW
>> berkenalan dengan seoramg pria melalui akun media sosial Facebook. Pria
>> yang dikenali secara virtual itu menggunakan akun dengan nama M. Rizki
>> Hamdan.
>>
>> Diduga kuat, akun tersebut merupakan buatan pelaku EP untuk menjebak
>> gadis santri AW.
>>
>> Setelah saling berkenalan, gadis santri AW memberikan nomor WhatsApp-nya
>> kepada pria kenalannya di Facebook.
>>
>> Singkat cerita, dalam pesan singkatnya, pria yang belum pernah ditemuinya
>> itu meminta foto gadis santri AW tanpa menggunakan hijab.
>>
>> Korban pun memberikan fotonya. Setelah itu, pria itu kembali meminta foto
>> gadis santri AW namun kali ini permintaannya, agar gadis santri AW tidak
>> menggunakan sehelai pakaian pun.
>>
>> Hal itu mendapat penolakan dari gadis santri AW. Namun pria tersebut
>> malah mengancam akan menyebarkan foto korban yang tidak menggunakan hijab
>> ke pengurus pesantren dan media sosial.
>>
>> Selain itu, pria itu meminta juga agar korban melakukan hubungan badan
>> dengan salah seorang guru di pesantren tersebut, yang tak lain merupakan
>> pelaku, EP.
>>
>> "Karena korban takut fotonya tidak menggunakan hijab tersebar dan
>> mendapat hukuman dari pesantren, korban mengaminin permintaan tersebut,"
>> kata Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan, saat ungkap kasus, di
>> Mapolres, Selasa (26/5/2020).
>>
>> Awalnya gadis santri AW takut, namun ia lebih was-was jika fotonya
>> tersebar. Gadis santri AW pun berbicara apa yang mengancamnya, terhadap
>> pelaku EP. Setelah tahu ancaman itu, EP pun langsung mengiyakan permintaan
>> untuk berhubungan badan dengan korban.
>>
>> "Padahal, dari korban mengatakan kalau EP jni, merupakan guru yang tak
>> disukainya," ucapnya.
>>
>> Selama bertahun-tahun, EP pun melampiaskan nafsu bejatnya kepada gadis
>> santri AW. Setiap melakukan hubungan seks, pelaku EP, berdalih untuk
>> membantu masalah ancaman terhadap gadis santri AW.
>>
>> Tak kuat menjadi budak seks pelaku, gadis santri AW pun menceritakan apa
>> yang menimpanya pada dua orangtua korban. Tak terima anakanya menjadi
>> korban nafsu gurunya, orangtua melaporkan tindak asusila itu kepada polisi.
>> Dan polisi pun berhasil menangkap pelaku EP.
>>
>> "Dsri pengakuan pelaku, diketahui tindak asusila nya dilakukan di
>> lingkungan pesantren dan rumah korban," kata dia.
>>
>> Atas perbuatannya, polisi kenakan pelaku dengan pasal 81 ayat 3 dan atau
>> 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016,
>> tentang perubahan kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan
>> anak, JO pasal 64 ayat 1 KUHAPidana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun
>> penjara.
>>
>> Sementara itu, EP mengaku khilaf atas perbuatannya itu. EP yang telah
>> memiliki dua anak itu, mengatakan tindakan asusilanya dilakukan di
>> lingkungan sekolah juga di rumah kontrakannya saat sepi.
>>
>> "Biasanya di ruang seni kalau nggak di kontrakan" kata EP.
>> Kontributor : Cesar Yudistira
>>
>> 
>>
>

Kirim email ke