Mantan PM Malaysia Mahathir Dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia
http://indonesian.cri.cn/20200529/8902d360-1ced-1a55-abd5-252fd0ca7580.html
2020-05-29 16:44:03
Partai Pribumi Bersatu Malaysia hari Kamis (28/05) lalu mengumumkan
pemecatan terhadap mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dari partai
tersebut.
Selain Mahathir, putranya yaitu Mukhriz Mahathir, mantan Menpora Syed
Saddiq, dan mantan Menteri Pendidikan Maszlee Malik juga didepak.
Keempat orang dan Mahathir semuanya adalah anggota Parlemen Malaysia.
Di depan sidang pertama Dewan Rakyat Malaysia yang diadakan tanggal 18
Mei, Mahathir dan keempat anggota parlemen duduk bersama anggota
parlemen partai oposisi, tindakan ini dianggap mereka tidak mendukung
pemerintah sekarang, dan menjadi sebab pemecatan mereka dari Partai
Pribumi Bersatu Malaysia.
Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) didirikan oleh Mahathir
Mohamad dan Perdana Menteri sekarang, Muhyiddin Yassin sesudah Mahathir
undur diri dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Sesudah
pemilu 2018, PPBM menjadi salah satu partai berkuasa dalam Pakatan
Harapan yang menang dalam pemilu itu.
Pada Februari lalu, Mahathir meletakkan jabatannya sebagai perdana
menteri, dan PPBM mundur dari Pakatan Harapan, pemerintah yang dipimpin
oleh Pakatan Harapan juga turun panggung. Dengan dukungan kebanyakan
anggota PPBM, UMNO dan Partai Islam, Muhyiddin Yassin mendirikan
pemerintah Perikatan Nasional dan menjadi perdana menteri. Tindakan
Muhyiddin dikecam keras Mahathir dan menyebut bahwa Muhyiddin
mengkhianati dirinya.
Mahathir dan pendukungnya menolak untuk mendukung pemerintah Muhyiddin,
mengumumkan akan menggantinya dengan koalisi berkuasa yang baru.
Ini merupakan ketiga kalinya Mahathir berpisah dengan partai politik
dalam kehidupan politiknya.
Myanmar dan Tiongkok Praktek Konsep Masyarakat Senasib Sepenanggungan
via Penanggulangan Pandemi
http://indonesian.cri.cn/20200528/f12d6596-bed6-cdcd-44d7-681fbe4fb924.html
2020-05-28 15:04:30
Di tengah menjalarnya pandemi Covid-19, berbagai negara termasuk Myanmar
sangat memperhatikan Sidang KRN dan sidang MPPR yang sedang
diselenggarakan di Beijing untuk belajar pengalaman suskses Tiongkok
dalam penanggulangan wabah. Berbagai tokoh Myanmar menyatakan kepada
wartawan CMG bahwa Tiongkok dan Myanmar saling membantu dalam pencegahan
dan pengendalian wabah, dengan tindakan penanggulangan pandemi bersama
mempraktek konsep Masyarakat Senasib Sepenanggungan. Hanya dengan kerja
sama yang bergotong royong barulah dapat memenangkan perang melawan wabah.
Ketika pandemi Covid-19 merebak di Tiongkok pada Februari lalu, Myanmar
dengan sekuat tenaga memberi barang pertolongan kepada Tiongkok. Di
depan upcara penyumbangan beras seberat 200 ton Myanmar kepada Wuhan
Tiongkok, Wakil Menteri Perdagangan Mamyanmar Aung Htoo menyatakan,
beras adalah sumber jiwa, kami berharap beras yang disumbangkan kami
dapat memberi sinar dan kekuatan kepada Wuhan. Ketika kasus positif
pertama terdiagnosa di Myanmar pada akhir Maret lalu, Tiongkok segera
mengirim dua tim ahli kedokteran pada 8 dan 24 April lalu untuk membantu
pemerintah dan pihak militer Myanmar mendirikan laboratorium untuk
melakukan pengujian asam nukleat.
Menurut U Hein Latt, penulis terkenal Myanmar, tindakan yang saling
membantu tersebut justru adalah wujud pelaksanaan konsep Komunitas
Senasib Sepenanggungan. Dia menyatakan, Presiden Tiongkok Xi Jinping
sering menyinggung konsep Komunitas Senasib Sepenanggungan dalam
pidatonya. Tiongkok berkembang makmur, seluruh dunia juga berkembang
bersama. Pengalaman pembangunan Tiongkok telah dibagikan terhadap
seluruh dunia. Asal berbagai negara bersatu padu dan bekerja sama secara
bersahabat, kita pasti dapat memenangkan dalam penanggulangan wabah.
Terhitung smapai 27 Mei, kasus positif di Myanmar terdapat 206 orang.
Anggota Dewan Pimpinan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Monywa Aung
Shin menganggap, Myanmar akan membuka kembali mulai Juni mendatang, saat
ini Myanmar akan mengedepankan pengalaman Tiongkok untuk berkembang
bersama Tiongkok.
Dia menyatakan, Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan Sidang KRN dan
MPPR mengajukan bahwa perkembangan Tiongkok tidak hanya untuk
kepentingan diri, tapi juga untuk membangun Komunitas Senasib
Sepenanggungan dengan negara-negara tetangga termasuk Myanmar, bersama
berbagai negara menang bersama dan berkembang bersama. Sesudah
meletusnya pandemi Covid-19, Presiden Xi Jinping memimpin Tiongkok
mengadakan penanggulangan wabah dan pemulihan ekonomi bersama dengan
masyarakat internasional.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Myanmar pada 17 Januari tahun
ini dan mengajukan pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan
Tiongkok-Myanmar, membuka era baru hubungan Tiongkok-Myanmar. Presiden
Xi Jinping mengadakan kontak via telepon dengan Presiden Myanmar U Win
Myint pada 20 Mei. Pada kesempatan itu, Xi Jinping menyatakan, sesudah
merebaknya wabah Covid-19 di Tiongkok, pemerintah dan rakyat Myanmar
memberi bantuan kepada Tiongkok. Situasi wabah di Mynmar sangat
diperhatikan Tiongkok. Tiongkok telah menyubangkan beberapa kelompok
barang pertolongan kepada Mynmar, mengirim dua tim ahli ke Myanmar untuk
bersama menangguangi wabah. Hal ini mempertunjukkan persahabatan
Paukphaw kedua negara, dan memperlihatkan semangat Komunitas Senasib
Sepenanggungan Tiongkok-Myanmar.
Ketua Grup Media Yangoon U KoKo menyatakan, ketika Presiden Xi
mengunjungi Myanmar pada awal tahun ini, kedua negara menandatangani
sejumlah proyek kerja sama seperti Sabuk dan Jalan, Koridor Ekonomi
Tiongkok-Myanmar. Tiongkok berjanji akan mendorong proyek-proyek
tersebut berdasarkan persetujuan tersebut. Mungkin ada banyak orang
berpendapat, proyek-proyek ini akan berhenti ketika negara mengalami
kesulitan sebesar wabah virus corona dewasa ini. Namun menurut
pembicaraan telepon yang diadakan kedua pemimpin negara, Tiongkok tidak
akan menghentikan proyek dengan Myanmar biarpun menghadapi kesulitan
apapun. Ini adalah tindakan yang sangat penting. Pemerintah Myanmar
mengumumkan akan terus meningkatkan pertukaran tingkat tinggi dan kerja
sama bersahabat sesudah pandemi mereda. Hubungan kedua negara akan terus
maju ke prospek yang lebih cerah sesudah wabah berhasil diatasi.
Tiongkok dan Indonesia Gelar Konferensi Video Perlawanan Wabah
http://indonesian.cri.cn/20200529/b334d3ce-7028-9696-1791-a4d5fa214403.html
2020-05-29 13:59:58
Xinhua : Departemen Penghubung Internasional PKT dan Partai Nasional
Demokrat atau NasDem hari Kamis kemarin (28/5) menggelar konferensi
video pertukaran mengenai pengalaman pembukaan kembali ekonomi dan
sosial dalam keadaan normalisasi perlawanan wabah serta kerja sama Sabuk
dan Jalan antara Tiongkok dan Indonesia. Konferensi video dihadiri
sekitar 100 wakil dari Departemen Penghubung Internasional PKT, provinsi
Fujian dan anggota dewan pimpinan pusat NasDem, anggota Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) Republik Indonesia, gubernur dan anggota DPRD dari Indonesia.
Kedua pihak menjajaki pengendalian wabah, pembukaan kembali ekonomi dan
sosial, pengelolaan komunitas lapisan bawah, dan kerja sama pragmatis di
bidang ekonomi perdagangan, investasi, perikanan dan lain sebagainya
dalam kerangka Satu Sabuk Satu Jalan. Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel
berterima kasih kepada Tiongkok yang membagi pengalaman terkait
perlawanan wabah dan pemulihan aktivitas ekonomi, menghargai Tiongkok
yang dengan aktif mendorong kerja sama internasional dalam perlawanan
wabah, dan menyatakan bersedia mendorong kerja sama antar partai kedua
negara di bidang perlawanan wabah, ekonomi dan perdagangan, serta
mendorong kedua pihak mewujudkan pemulihan dan perkembangan di bidang
ekonomi dan sosial.