https://regional.kompas.com/read/2020/06/02/16014131/anggota-kkb-paling-dicari-sejak-2011-oniara-wonda-pernah-tembaki-rombongan?page=all#page3


Anggota KKB Paling Dicari sejak 2011, Oniara Wonda Pernah Tembaki Rombongan
Tito Karnavian


Kompas.com - 02/06/2020, 16:01 WIB BAGIKAN:


Komentar Lihat Foto Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (KOMPAS.COM/DHIAS
SUWANDI) Penulis Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor Dheri
Agriesta JAYAPURA, KOMPAS.com - Oniara Wonda, salah satu anggota kelompok
kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Goliat Tabuni, ditangkap di Kampung
Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Minggu
(31/5/2020).


Oniara merupakan salah satu anggota KKB yang paling dicari sejak 2011.


Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, Oniara terlibat dalam
sembilan aksi kriminal di beberapa kabupaten atau kota di Provinsi Papua.


Salah satu aksinya saat menyerang rombongan Tito Karnavian yang saat itu
menjabat sebagai Kapolda Papua di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya,
pada 28 November 2012.


"Penembakan terhadap mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat
itu menjabat sebagai Kapolda Papua tanggal 28 November tahun 2012 saat akan
menuju ke TKP Polsek pirime," kata Paulus di Jayapura, Selasa (2/6/2020).


*Baca juga*: Polisi Tangkap Oniara Wonda, Salah Satu Anggota KKB Paling
Dicari Sejak 2011


Saat itu, rombongan Tito menuju Polsek Pirime yang diserang KKB beberapa
hari sebelumnya. Penyerangan itu dilakukan Oniara dan beberapa rekannya
dalam KKB pimpinan Goliat Tabuni. Paulus menjelaskan, tiga polisi meninggal
dalam aksi penyerangan Polsek Pirime tersebut. Aksi lainnya Selain
penyerangan Polsek Pirime, Oniara terlibat dalam beberapa aksi lain,
seperti perampasan senjata di Kabupaten Puncak Jaya pada Januari 2011. Satu
anggota Brimob Polri meninggal akibat penyerangan itu.   Pada November
2011, Oniara terlibat dalam penyerangan dan perampasan senjata api milik
Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya pada
November 2011. Lalu, perampasan senjata api milik polisi di Lanny Jaya pada
2011.


Kemudian, penyerangan dan perampasan senjata anggota Polri di Jalan Trans
Indawa-Pirime pada 28 Juli 2014. Oniara juga terlibat dalam penembakan
terhadap anggota TNI di Lapangan Terbang Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, pada
2015.


Satu anggota TNI terluka dalam insiden itu. Baca juga: Fakta Dua Anggota
KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi Paulus
menambahkan, Oniara terlibat dalam penyerangan personel Satgassus Papua di
Puncak Popome pada Desember 2017.


Dalam setiap aksi dengan kelompoknya, yang menjadi sasaran adalah aparat
dan senjata apinya. Terakhir, Oniara Wonda berulah pada 3 November 2018.


"Penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan
dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga, Kabupaten Lanny Jaya," kata
Paulus.   Dirawat di RS Bhayangkara Kini, Oniara Wonda dirawat di Rumah
Sakit Bhayangkara Jayapura.


Polisi terpaksa menembak kakinya ketika kabur saat penyergapan. "Sehingga,
petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan,"
kata dia. Baca juga:


KKB Memperluas Wilayah ke Intan Jaya, Polisi: Anggota Sekitar 50 Orang
dengan Senjata Perang Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Oniara Wonda
di rumah Yotinus Telenggen alias Vandem Telenggen di Kapung Igimbut,
Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 19.30 WIT. Atas perbuatannya, Oniara
Wonda dijerat dengan Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 Ayat (1)
dan Ayat (2) jo Pasal 55 KUH Pidana.


Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi
Editor : Dheri Agriesta

Kirim email ke