-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1532400/pemerintah-upayakan-pertumbuhan-ekonomi-akhir-2020-di-atas-nol-persen


Pemerintah upayakan pertumbuhan ekonomi akhir 2020 di atas nol persen

Rabu, 3 Juni 2020 19:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA/Tangkapan layar Gedung MK/pri.
Melalui stimulus, kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas nol persen, 
mendekati satu persen
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah akan berupaya untuk memperkuat kinerja ekonomi 
melalui pemberian stimulus fiskal agar pertumbuhan pada akhir 2020 bisa di atas 
nol persen.

"Melalui stimulus, kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas nol persen, 
mendekati satu persen," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa 
pers virtual di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani mengakui pertumbuhan ekonomi telah terkontraksi karena aktivitas 
ekonomi di berbagai sektor mulai terdampak oleh COVID-19.

Situasi itu yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2020 dapat 
mengalami perlambatan lebih dalam terutama setelah adanya Pembatasan Sosial 
Berskala Besar (PSBB).

Dengan kondisi ini, menurut dia, perekonomian Indonesia dapat masuk dalam 
skenario berat dari rentang proyeksi pertumbuhan 2,3 persen hingga -0,4 persen.

Meski demikian, Sri Mulyani menyakini, melalui pemberian stimulus untuk 
mengatasi pandemi COVID-19 hingga Rp677,2 triliun, perekonomian masih bisa 
tumbuh di zona positif.

"Triwulan dua akan turun akibat adanya PSBB, tapi dengan adanya stimulus, maka 
triwulan tiga-empat, bisa mengejar kembali. Jadi kita berharap ekonomi bisa 
masuk zona positif," ujarnya.

Sebelumnya, Ekonom Senior Bank Dunia Ralph Van Doorn memprediksikan pertumbuhan 
ekonomi Indonesia akan melambat ke level nol persen atau tidak tumbuh untuk 
tahun ini karena COVID-19.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat ke nol persen. Asumsi ini 
berdasarkan dua bulan implementasi dari PSBB yang efektif mulai April hingga 
Mei bahkan sampai Juni," katanya.

Ralph mengatakan prediksi tersebut juga merupakan imbas dari perekonomian 
global yang melambat baik di
negara maju maupun berkembang sehingga berpengaruh pada harga-harga komoditas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada 
triwulan I-2020 hanya tumbuh 2,97 persen atau turun dari perkiraan sebelumnya 
pada kisaran empat persen.

Baca juga: Presiden : Pertumbuhan ekonomi kuartal selanjutnya jangan sampai 
minus
Baca juga: Kemenkeu: Dampak COVID-19 terlihat dari penurunan ekonomi kuartal I

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke