-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5038829/apa-itu-virus-ebola-2020-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya



 Rabu, 03 Jun 2020 14:40 WIB

Apa Itu Virus Ebola 2020? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Tim detikHealth - detikHealth
Share 0
Tweet 0
Share 0
0 komentar
virus ebola Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul/Apa Itu Virus Ebola 2020? 
Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah Ebola baru di Republik 
Kongo. Ebola adalah virus yang ditularkan ke manusia dari hewan liar dan 
menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia.

Ebola di Kongo ini bukan pertama kalinya terjadi. Kasus pertama pernah terjadi 
sekitar tahun 1976, di Zaire. Zaire saat ini merupakan Republik Demokratik 
Kongo. Wabah terjadi di Zaire bagian utara, di Desa Yambuku dekat Sungai Ebola. 
Karena itulah dinamakan virus ebola.

Dilansir dari situs WHO, tingkat kematian rata-rata kasus ebola adalah sekitar 
50%. Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan pengendalian wabah. 
Pengendalian atau pencegahan wabah yang baik bergantung antara lain pada 
manajemen kasus, praktik pencegahan dan pengendalian infeksi, pengawasan dan 
pelacakan kontak, dan layanan laboratorium.
Baca juga: Wabah Virus Ebola Kedua di Kongo Tewaskan 4 Orang

Gejala ebola yakni
-Demam
-Kelelahan
-Nyeri otot
-Sakit kepala
-Sakit tenggorokan

Gejala itu diikuti oleh:

-Muntah
-Diare
-Ruam
-Gejala gangguan fungsi ginjal dan hati

Dalam beberapa kasus, perdarahan internal dan eksternal (misalnya, keluar dari 
gusi, atau darah di tinja). Temuan laboratorium, termasuk jumlah sel darah 
putih dan trombosit yang rendah dan peningkatan enzim hati.
Baca juga: 5 Fakta Ebola, Wabah Penyakit yang Muncul Lagi di Kongo

Masa inkubasi ebola yaitu interval waktu dari infeksi virus hingga timbulnya 
gejala, adalah 2 hingga 21 hari. Seseorang yang terinfeksi Ebola tidak dapat 
menyebarkan penyakit sampai mereka mengalami gejala.

Sedangkan vaksin ebola bernama rVSV-ZEBOV. Vaksin ini terbukti sangat protektif 
terhadap ebola dalam percobaan di Guinea pada tahun 2015. Beberapa penelitian 
menunjukkan bahwa orang yang diberi vaksin Ebola dapat dilindungi hingga 12 
bulan. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, vaksin belum 
bisa digunakan untuk imunisasi massal karena belum mendapat izin edar.


Simak Video "Kenali Gejala Virus Ebola 2020 yang Melanda Republik Kongo"

(nwy/erd)






Kirim email ke