-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://kalbar.antaranews.com/berita/422144/guru-besar-untan-benarkan-vco-dapat-membunuh-virus-corona



Guru Besar Untan benarkan VCO dapat membunuh virus corona

Sabtu, 6 Juni 2020 21:13 WIB

Virgin Coconate Oil (VCO) yang sudah dalam kemasan (Simon Lolonlun)

Pontianak (ANTARA) - Pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura 
Pontianak, Prof Dr Thamrin Usman, DEA membenarkan virgin coconut oil (VCO) atau 
minyak kelapa murni dapat membunuh virus corona penyebab COVID-19 karena 
kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus 
corona.

"Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak 
dengan macam-macam cara, salah satunya adalah bagaimana kita bisa membuat 
susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur," 
kata Thamrin Usman, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu.

Menurut dia, dengan menjadikan susunan lipid yang ada di membran sel menjadi 
tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel. Karena lipid VCO bisa masuk 
dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel itu jadi 
rusak dan tidak berfungsi.

"Bahasa ekstremnya itu mati," kata alumni program master dan doktoral di 
ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, untuk bidang Kimia Agroindustri itu.

Terkait manfaat VCO yang dapat membunuh virus corona, guru besar pada Fakultas 
Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu menyatakan sudah 
digunakan dalam pengobatan pasien positif COVID-19.

Beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19 di Pontianak 
mengonsumsi VCO yang diberikan Thamrin Usman dan hasilnya mereka dapat sembuh.

"Ada tiga dokter yang saya berikan treatment VCO. Hasilnya mereka dapat sembuh 
dari COVID-19. Dua dokter umum berstatus reaktif dan satu dokter spesialis 
berstatus positif COVID-19, mereka sembuh," kata mantan Rektor Untan itu.

Thamrin menambahkan staf di kantornya yang juga hasil tes cepat reaktif, karena 
istrinya positif COVID-19 dan diisolasi di RSUD Dr Soedarso, setelah minum VCO, 
dapat sembuh. "Kemudian ada lagi staf saya kena, semua kami anjurkan minum itu, 
alhamdulillah sembuh semua," katanya.

Menurut dia, respons di tubuh mereka yang minum VCO bermacam-macam, ada yang 
setelah minum menjadi mual dan buang air besar, tetapi ada pula yang tidak ada 
respons, namun mereka menyatakan kondisi tubuhnya segar dan tidak lemas.

"Mereka menjadi dapat tambahan energi. Karena orang-orang yang kena ini 
(COVID-19) ada kayak letih, lemas, tetapi dengan minum VCO, kita tahu lemak, 
lipid ini kan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak 
sel virus itu," katanya, menjelaskan.

Menurut dia lagi, meskipun pasien COVID-19 mengonsumsi vitamin C dan 
bentuk-bentuk immune boosting lainnya, tidak akan menimbulkan efek negatif. 
Justru mereka mendapatkan manfaat lebih menjadikan tubuh segar.

"Treatment tidak murni hanya VCO, tetapi jika dia makan vitamin dan lainnya dan 
juga minum VCO, mendapatkan keuntungan, salah satunya badannya tambah segar. 
Artinya VCO itu juga sebagai sumber energi, pemberi energi, karena kandungan 
lipid (lemak) yang ada pada VCO," katanya.

Antivirus pada VCO

Menurut Thamrin, penggunaan VCO orientasinya selain untuk menaikkan imun juga 
berfungsi merusak dinding sel, baik itu virus maupun yang sejenisnya.

"Dan ini sebenarnya tidak khusus untuk corona, virus lain juga, contohnya 
hepatitis. Testimoni dari orang yang berpenyakit hepatitis, treatment dengan 
VCO jadi sembuh," kata pakar itu.

Meskipun begitu, ia menyatakan VCO tidak bisa disamakan dengan manfaat yang ada 
pada madu. Karena secara kimia yang diandalkan pada VCO adalah asam lemak 
laurat. Asam lemak laurat jika dikonsumsi akan menjadi asam laurin.

"Ini yang punya khasiat untuk antivirus, antibakteri," katanya.

Sementara yang ada pada madu, katanya, adalah senyawa kimia yang memberikan 
rasa manis. Ada senyawa mineral yang minor yang bisa memberikan antioksidan, 
meningkatkan imun. Di dalam madu ada propolis yang memiliki komposisi kimia 
berbeda dengan VCO.

Terkait manfaat VCO guna pencegahan COVID-19, Thamrin menganjurkan kepada 
masyarakat agar mengonsumsi minyak kelapa murni tersebut setiap harinya, 
seperti yang ia lakukan selama ini. "Biasanya tiga kali dua sendok makan dalam 
sehari saya minum," katanya.

Kebiasaan minum VCO sudah ia lakukan sejak awal merebaknya pandemi COVID-19 
hingga saat ini. Produk VCO siap konsumsi juga kini banyak dijual di pasar, dan 
juga dapat dibuat sendiri dengan memperhatikan kualitas yang dihasilkan. Agar 
kandungan manfaat minyak tersebut tidak berkurang. 
Pewarta : Nurul Hayat
Editor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA
Cetak






Kirim email ke