Terimakasih, bung Manap, ...!
Rakyat Tiongkok sungguh beruntung ada pemimpin besar seperti Mao
Tsetung, Zhu De, Zhou Enlai, Deng Xiaoping, ... yang berhasil
membebaskan diri dari penindasan 3 gunung besar, beransur-angsur
mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Tanpa Mao TIDAK ada Tiongkok
Baru sekarang ini!
Semalam saya melihat tayangan video yang mengkisahkan ada 3X 9 September
yang sangat berarti bagi perjalanan hidup Mao. 9 September pertama tahun
1927, saat Mao memimpin Pemberontakan Musim Rontok, rupanya Mao
tertangkap pasukan Kuomintang. Dalam perjalanan dibawah kemarkas, dia
berhasil lolos setelah keluarkan semua uang dikantongnya untuk menyuap 2
perajurit yang membawanya.
Yang kedua, 9 Sept. 1935, setelah Sidang Chun Yi garis militer Mao
dimenangkan dalam PKT, rupanya dalam perjalanan pertemuan/bersatu dengan
Tentara Merah ke-4 yang dipimpin Chang Kuotao di kota (lupa?) terjadi
perselisihan sengit, bahkan perpecahan. Chang berambisi besar, tidak
terima kalau garis-militer Mao yg dimenangkan di Sidang Zhun Yi itu, dia
disaat Mao hanya bekerja di perpustakaan Univ. Beijing, Chang sudah
pimpinan Mahasiswa yang memimpin Gerakan 4 Mei dan saat Pembentukan PKT
1 Juli 1921 posisinya juga lebih tinggi ketimbang Mao! Lalu, saat
pertemuan yang sebetulnya bersatu pasukan Tentara Merah ke-1 dan ke-3
nya Mao, Zhu De, Peng Tehuai, diketahui tidak lebih dari 10 ribu
perajurit saja, sedang TM ke-4 Chang masih lebih 60 ribu, jadi, mestinya
dialah yang berhak menentukan arah. Mao dan Komite Sentral menetapkan
bergerak ke utara, untuk bergabung dengan daerah basis di Yan An, sedang
Chang membawa TM ke-4 bergerak ke selatan.
Yang ketiga, 9 Sept. 1976, Mao menghembuskan nafas terakhir, ... Tahun
yang paling BERAT dan menyedih bagi RAKYAT Tiongkok! Bukan saja
kehilangan 3 pemimpin besar, 8 Januari Zhou Enlai meninggal, lalu
menyusul 6 Juli Zhu De dan Mao 9 Sept 1976! Tapi, ditahun 1976 itu
pula, 28 Juli ditimpa Gempa Bumi dahsyat di Tang Shan, dengan korban
jiwa lebih 60 ribu! Ketika itu, 4 serangkai, Jiang Qing masih berkuasa,
dengan gaya ekstrim kiri nya menolak bantuan-asing! Membuat penanganan,
penolongan korban bencana jadi lebih parah, ... karena ketika itu
Tiongkok masih sangat, sangat miskin belum ada buldoser, mesin-mesin
pengangkut berat untuk memindahkan, mengangkut beton-betok tembok
reruntuhan gedung yang menindih banyak orang itu, ... semua dikerjakan
TPRT hanya pacul, skop saja! Keadaan menjadi lebih celaka, jalan menuju
Tang Shan juga terputus mempersulit pengiriman bahan makan dan, ... air
bersih!
Tapi, yaaah Rakyat Tiongkok telah membuktikan betul-betul TAHAN BANTING!
Dalam perjalanan panjang bangsa Tionghoa ribuan tahun ditempa, jadilah
rakyat yang betul-betul KUAT dan PERKASA disegala bidang yang kita lihat
sekarang ini. Bukan hanya dengan cekatan berhasil mengendalikan dan
mengatasi pandemi Covid-19, sudah kembali BEKERJA untuk maju sejahtera
untuk diri mereka sendiri, tapi TETAP berkemampuan mengulurkan tangan
membantu negara-negara didunia yang menghadapi kesulitan mengatasi wabah
Covid-19 kali ini, ...
Sala,
ChanCT
S Manap [email protected] [GELORA45] 於 2020/6/10 上午 04:22 寫道:
Ini satu tulisan yang baik untuk dibaca dan perlu dibaca bagi
yang berminat membacanya. Dengan membaca tulisan ini, mengingatkan
kembali pada masa-masa yang pernah kita alami di masa lampau khususnya
ketika berada di Tiongkok dan pada masa mempelajari pengalaman
Revolusi Tiongkok.
Lika liku jalan yang ditempuh oleh Partai Komunis Tiongkok sejak
berdiri sampai mencapai kemenangan 1949, adalah jalan yang penuh
dengan perjuangaan berat dalam menegakkan garis yang tepat melawan
garis dan pandangan yang salah baik pandangan ektrim kiri maupun
pandangan kanan..
Dari judulnya "Demokrasi Rakyat" dengan segala penjelasannya kita
yang membacanya bisa menarik pelajaran dan bisa membandingkan apa yang
dimaksudkan dengan demokrasi dibawah pimpinan Partai Komunis dengan
demokrasi yang dikatakan orang demokrasi liberal atau demokrasi
borjuis yang selalu diagung-agungkan sebagai demokrasi yang sejati.
Bagi kita yang sudah menyaksikan langsung apa yang dimaksudkan
dengan Demokrasi yang di Tiongkok dinamakan Demokrasi Rakyat baik di
Tiongkok maupun dinegeri-negeri lain seperti di Vietnam dan Cuba, akan
relatif mudah memahaminya, karena kita bisa membandingkannya dengan
system yang dinamakan demokrasi di tanah air kita sendiri.
Perbandingan dengan segala perbedaannya sudah bisa dilihat dengan
jelas dalam tulisan bung Chan yang kita baca di sini. Karena itu
saya tidak perlu memberikan penjelasan lebih lanjut.
Saya mengucapkan terima kasih kepada bung Chan yang telah
menyajikan tulisannya, tentang Demokrasi Rakyat yang cukup mudah untuk
dipahami dan sangat berguna dalam melihat wajah apa yang dinamakan
demokrasi di tanah air kita sendiri.
Salam
S.Manap.
Den tisdag 9 juni 2020 10:52:29 CEST, ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> skrev:
*Demokrasi Rakyat*
*ChanCT*
HK -09 Juni 2020
Berbagai jenis dan bentuk DEMOKRASI yang ada didunia, Demokrasi
Langsung dan Tak-langsung; Demokrasi Parlementer; Demokrasi
Presidensial; Demokrasi Otoriter; Demokrasi Islam; Demokrasi Sosial;
Demokrasi Terpimpin, yang dicetuskan bung Karno 1959 itu, dll.,
nampaknya hanya “DEMOKRASI-RAKYAT” yang dijalankan di Tiongkok selama
lebih 70 tahun terakhir ini TIDAK diakui dunia sebagai DEMOKRASI.
Hanya karena “DEMOKRASI RAKYAT” tidak melalui Pemilihan UMUM satu
orang satu suara? Tidak hendak gunakan Trias-politika; dan tetap
jalankan kekuasaan Partai- tunggal, Partai Komunis Tiongkok saja, …
tidak ada partai politik lain yang bisa bergantian pegang kekuasaan
pemerintah, lalu dianggap TIDAK Demokratis dan dianggap pemerintahan
otoriter? Menjadi Tirani Bambu, …
Padahal dalam kenyataan Rakyat Tiongkok sendiri selama lebih 70 tahun
terakhir ini bisa menikmati demokrasi dalam arti sesungguhnya,
demokrasi dan kebebasan yang tidak pernah dinikmati rakyat Tiongkok
sebelumnya! Sebelum rakyat Tiongkok berhasil menegakkan Republik
Rakyat Tiongkok, 1 Oktober 1949, sebelum RAKYAT Tiongkok membebaskan
diri dari penindasan imperialisme asing, tuantanah feodalisme
dankapitalisme birokrat yang menindas mereka, ...!
Jadi, demokrasi itu ternyata hanya relatif saja. Tidak mutlak dan
sebatas mana kebebasan pribadi yang menjadi tuntutan bisa dijalankan,
tentu TETAP harus ada prinsip-prinsip dasar yang mutlak dipertahakan.
Yaitu setiap orang harus bisa menerima dan menghormati orang lain yang
berbeda, dengan segala perbedaan yang ada! Ya beda ras, beda bangsa,
beda etnis, beda budaya, beda adat-istiadat, beda Agama dan juga beda
pandangan ideologi-politik! Siapapun TIDAK memaksakan orang lain yang
berbeda itu harus sama dengan dirinya sendiri, harus menerima apa yang
menjadi tuntutannya!
*I.**Proses perkembangan Demokrasi Rakyat di Tiongkok.***
Menarik untuk diperhatikan bagaimana Mao Tsetung di Tiongkok berjuang
dengan penuh kesabaran, sangat ulet dan mempertaruhkan nyawa untuk
menegakkan demokrasi dan kebebasan rakyat Tiongkok menentukan pilihan
jalan hidup ditangannya sendiri.
Dengan kesadaran berjuang harus ada satu organisasi Partai yang kuat,
Mao ikut terlibat mendirikan Partai Komunis Tiongkok, 1 Juli 1921.
Bersama beberapa tokoh pimpinan PKT, mereka kemudian melancarkan dan
membangkitkan perjuangan bersenjata, dari Pemberontakan Nanchang,
pemberontakan Musim-Rontok sampai akhirnya mengambil keputusan mundur
dahulu dan naik ke Gunung Cin Kang, melancarkan strategi perang
gerilya, dari desa mengepung kota.
Namun jalan pemikiran dan garis perjuangan Mao ketika itu tidak bisa
diterima oleh pimpinan PKT, juga ditentang Komintern (Komunis
Internasional) ketika itu. Bahkan Stalin sempat memaki Mao “bandit
komunis” karena berkeras meneruskan perjuangan membangun daerah basis
di gunung Cin Kang! Dan, karena bertentangan dan melawan keputusan
Partai, Mao ketika itu sempat dicopot dari posisi pimpinan Partai,
sekalipun keanggotaan Partai tetap dipertahankan.
Tentu, ketika itu Mao tetap mengambil kebijakan bersatu dan berjuang
melawan kesalahan-kesalahan garis Partai, … setelah serangan
Kuomintang membasmi komunis makin gencar, terjadi kekalahan demi
kegagalan dalam melawan pengepungan Kuomintang itu, sampai pada
serangan dan pengepungan ke-5, PKT akhirnya harus menyingkir dari
basis Gunung Cin Kang, di Oktober 1934 mulailah yang kemudian dikenal
dengan “Long March” itu. Tentu selama perjalanan menyingkir itu, tetap
terjadi perselisihan sengit, terutama kemana arah barisan Tentara
Merah yang tersisa 86 ribu perajurit ketikaitu berjalan? Mao hendak
kearah barat, sedang pimpinan PKT ketika itu hendak keutara dengan
alasan dan pertimbangan masing-masing.
Mao mengerti sulit dan sangat berat menghadapi Ketua PKT ketika itu
Wang Ming, yang percaya penuh dan bersandar pada wakil
Komintern/penasehat-militer Li De (*李德*), seorang Jerman yang bernama
Otto Braun itu, tapi dengan penuh kesabaran dan keuletan Mao melakukan
pekerjaan meyakinkan Zhang WenTian dan Wang Jiaxiang pimpinan PKT,
bahwa garis militer Li De itu salah! Kesalahan-kesalahan garis militer
Li De itulah yang mengakibatkan beberapa kali kekalahan Tentara Merah
dalam melawan serangan dan pengepungan Kuomintang!
altSuasana Sidang Zun Yi, 15-17 Januari 1935
Begitulah disidang Zun Yi itu, akhirnya garis militer Mao berhasil
dimenangkan Zhang Wentian! Jadi, Sidang Zun Yi sampai sekarang ini
dikenal sebagai titik balik pertama bagi PKT bisa lolos dari
kemusnahan! Yaitu, dengan keberhasilan garis militer Mao dimenangkan
di Sidang Zun Yi itu, Tentara Merah kembali bersemangat, merasa ada
harapan perjuangan militer yang sedang menghadapi pengejaran dan
serangan Kuomintang bisa dimenangkan!
Ingat, yang dimenangkan Mao lebih dahulu adalah garis-militer nya
saja, sedang pimpinan PKT tetap ditangan Wang Ming, sedikitpun tidak
disinggung di Sidang Zun Yi itu! Sidang Zun Yi itu, bagi Mao sendiri
hanyalah langkah awal melepaskan diri dari kekang campur-tangan asing,
komintern ketika itu jelas salah dan banyak merugikan perjuangan
rakyat Tiongkok.
Mao lebih lanjut bisa menangkan Garis politik, Tentang Revolusi
Demokrasi Baru bagi Tiongkok, ditahun 1940! Mao dengan tandas
menyatakan, masyarakat Tiongkok yang masih sangat miskin dan
terbelakang, BELUM bisa menjalankan revolusi sosialisme ditingkat
sekarang ini. Masalah anti-imperialis dan anti-feodal adalah yang
mendesak harus diselesaikan terlebih dahulu. Hanya setelah mengalahkan
imperialisme asing dan feodalisme di Tiongkok, dan dengan demikian
bisa mengembangkan ekonomi, dan lebih lanjut menciptakan syarat
menjalankan revolusi sosialisme di masa depan.
Jadi, Tiongkok harus lebih dahulu menjalankan Revolusi Demokrasi,
hanya saja karena borjuasi Tiongkok tidak lagi bisa memimpin, jadi
pimpinan Revolusi Demokrasi jatuh ditangan Partai Komunis Tiongkok.
Oleh karena itu, ideologi sosialisme memainkan peran pembimbing dalam
revolusi. Mao menandaskan: *“… menekankan revolusi demokrasi dan
menunjukkan bahwa hanya melalui revolusi demokrasi lebih dahulu
sosialisme dapat dicapai. Ini adalah hukum alami Marxisme.” *[1]*
<#_ftn1>*
Harus lebih dahulu melalui Revolusi Demokrasi Baru, revolusi dibawah
pimpinan Partai Komunis dimana masih memperkenankan kapitalis tumbuh
dan berkembang. Itulah sebab, sejak tahun 1940, daerah basis yang
dibentuk bukan lagi pemerintah Sovyet seperti sebelumnya, tapi
Pemerintah Rakyat dan, saat 1 Oktober 1949 negara Baru yang dibentuk
bukan Negara Sovyet, tapi Republik Rakyat Tiongkok! Mao ketika itu
dengan aklamasi dipilih menjadi Presiden Pertama RRT, merangkap Ketua
PKT yang sudah ditetapkan sejak Kongres ke-7 PKT, ditahun 1945.
*II.**Demokrasi Rakyat di Tiongkok lebih unggul!***
Setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, dibawah pimpinan PKT
sepenuhnya menjalankan kedaulatan rakyat, dari rakyat untuk rakyat,
rakyat benar-benar membebaskan diri untuk menentukan nasib ditangannya
sendiri! Dengan segala kekurangan dan kesalahan yang terjadi,
Pemerintah RRT yang berkuasa dalam perjalanan lebih 70 tahun ini
membuktikan pengabdian sepenuh hati pada rakyat, selalu rakyat banyak
menjadi pusat perhatian! Mendorong maju keadilandandemokrasi dengan
penegakkan hukum lebih baik, … Memberikan kebebasan pribadi,
perlindungan hak asasi manusia, dan hak kepemilikan, hak untuk
berpartisipasi, hak untuk berekspresi, dan hak mengawasi pemerintah
secara luas dipopulerkan, dan konsep Demokrasi Rakyat demikian makin
berakar mendalam di tengah masyarakat. Sebagaijaminan politik yang
kuat,dan merupakan kekuatan spiritual mendorongmaju perkembangan
ekonomi, teknologi diTiongkoklebih cepat dan dahsyat sebagaimana kita
saksikan bersama , ...khususnya 40 tahun terakhir ini!
Di Tiongkok Baru, sentralisme-demokrasi yang dijalankan mengambil
bentuk musyawarah perwakilan, dengan makin banyak dan terus diperluas
saluran melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan politik,
warga di ikut sertakan dalam mendiskusikan politik, bahkan juga dalam
diskusi hukum, kebijakan dan ketentuan pemerintah, saran dan pendapat
ditampung melalui diskusi diberbagai tingkat. Dari tingkat terkecil
setiap rayon perumahan dikota, kesatuan desa sampai tingkat propinsi
dibuka kesempatan mendiskusikan dan menampung kritik, saran, usul
perbaikan untuk disampaikan keatasan. Setiap pendapat dan hasil
diskusi melalui perwakilan dibawa naik kejenjang lebih tinggi untuk di
diskusikan lebih lanjut ditingkat yang lebih tinggi sampai pada
tingkat tertinggi, Sidang tahunan Kongres Rakyat.
Semua warga negara Tiongkok berusia diatas 18 tahun, tanpa memandang
etnis, ras, jenis kelamin, pekerjaan, asal keluarga, kepercayaan
agama, tingkat pendidikan, kekayaan pribadi, … memiliki hak sama untuk
memilih dan dipilih menjadi wakil saat meneruskan keputusan diskusi
ketingkat yang lebih tinggi, kecuali bagi mereka yang dirampas hak
politiknya berdasarkan hukum. Inilah proses demokrasi rakyat yang
melayani kehidupan masyarakat, berjalan melalui seluruh proses
pengambilan keputusan, jadi benar-benar ada di tangan rakyat.
Sistem demokrasi rakyat tentu masih akan terus tumbuh berkembang
melalui reformasi disempurnakan dengan penegakkan hukum lebih baik.
Meningkatkan sistem Kongres Rakyat dalam mensahkan Undang Undang,
pengawasan, pemilihan, penetapan dan penurunan, pencopotan jabatan, …
mematuhi ketentuan demokrasi musyawarah, dengan kordinasi musyawarah
partai politik, musyawarah politik, musyawarah instansi pemerintah,
dan musyawarah kelompok masyarakat, termasuk masyarakat akar rumput
dan organisasi sosial.
Meneruskan usaha membangun sistem musyawarah perwakilan demikian,
demokrasi rakyat akan maju lebih baik dan sempurna, dalam meningkatkan
mekanisme pelaksanaan musyawarah sebelum dan selama proses pengambilan
keputusan. Jadi, masalah yang dihadapi masyarakat benar-benar
dipecahkan oleh masyarakat itu sendiri, …!
Sedang “Demokrasi Barat” lebih menekankan dan mengutamakan pemilihan
umum satu orang satu suara! Selalu membanggakan dan menganggap lebih
demokratis dengan setiap warga memilih pimpinannya sendiri melalui
pemilu satu orang satu suara itu! Tanpa disadari biaya pengeluaran
pemilu sangat besar, sedang pemenang yang keluar seringkali TIDAK
memuaskan harapan rakyat banyak! Mengapa?
Kenyataan kehidupan masyarakat dimanapun didunia ini, termasuk
dinegara maju di Amerika sendiri, lebih banyak orang tak acuh politik.
Peduli amat siapa yang menang pemilu! Apalagi dinegara besar dan luas
seperti Tiongkok, bagaimana bisa rakyat kecil yang mayoritas mutlak
hidup didesa-desa itu bisa mengenal baik setiap kandidat yang muncul
dan harus dipilih itu? Mungkinkah mengenal seseorang dengan baik hanya
melalui propaganda dimasa kampanye beberapa bulan saja? Tentu saja
tidak mungkin, …! Lalu?
Tergantung siapa yang bisa keluarkan biaya lebih besar, kesempatan
menang jadi lebih besar! Jadi, siapa yang mendapat dukungan oligarki,
konglomerat dengan membawa kepentingan sendiri-sendiri itu, … yang
dapatkan dukungan lebih kuat itulah yang kemungkinan menang lebih
besar! Dan, menjadi celaka setelah kandidat menang pemilu, tentu HARUS
“balas budi” pada oligarki, konglomerat yang mendukung itu! Terjadilah
persekongkolan pejabat dan oligarki itu yang sangat tidak sehat! Dan
TIDAK bisa dihindari! Kalau begitu yang terjadi, bagaimana bisa
mengutamakan kepentingan RAKYAT banyak lagi, … Rakyat banyak selalu
dikecewakan, setelah suara diberikan dan kandidat itu berhasil
dimenangkan, tak seberapa janji muluk masa kampanye terwujud menjadi
kenyataan, … karena setelah mereka menjabat, selalu harus mendahulukan
kepentingan oligarki yang menopang biaya besar saat pemilu itu!
Trias Politika, pembagian kekuasaan pemerintah dalam 3 bagian,
eksekutif, legislatif dan yudikatif yang juga dianggap sebagai prinsip
dasar Demokrasi Barat, hakekatnya hanyalah pembagian kekuasaan untuk
mempertahankan kepentingan klas borjuis saja. Trias politika tidak
merubah bangunan atas yang menjamin kekuasaan pemerintahan berada
ditangan rakyat, sebaliknya hanya mempersulit pembentukan mekanisme
pengawasan masyarakat atas kekuasaan negara.
Pada saat hak-sipil masyarakat bertentangan dengan kekuasaan negara,
seringkali yang terjadi hak-sipil masyarakat itulah yang dilanggar dan
dirugikan pemerintah yang berkuasa. Disamping itu, trias politik
berlangsung dengan pembatasan kekuasaan itu jadi saling menghambat,
terjadi saling tarik menarik satu sama lain, dengan kata lain
mengurangi, bahkan sangat tidak efektif, membuat mesin negara tidak
dapat cepat menangani kebutuhan perkembangan sosial dan kepentingan
rakyat banyak.
Demokrasi Rakyat dijalankan dan dibawah pimpinan Partai tunggal, PKT,
justru menunjukkan kemampuan PKT mempersatukan mayoritas mutlak rakyat
dan berhak mewakili kepentingan rakyat! Sejarah perjalanan perjuangan
PKT sejak didirikan, yang hampir 100 tahun itu telah membuktikan hanya
PKT lah yang berkemampuan membawa dan memimpin rakyat seluruh Tiongkok
membangun masyarakat adil dan makmur. Lalu, bagaimana sentralisme
demokrasi dijalankan dalam PKT? Begini kata Ketua Mao:
*“Didalam Partai harus diadakan pendidikan tentang kehidupan
demokratis agar anggota Partai mengerti apa kehidupan demokratis itu,
apa hubungan demokratis dengan sentralisme itu dan bagaimana
melaksanakan sentralisme-demokrasi. Hanya dengan demikian barulah kita
bisa disatu pihak benar-benar memperluas kehidupan demokratis didalam
Partai dan dipihak lain tidak terjerumus kedalam untra-demokrasi dan
liberalisme yang merusak disiplin.” …”Baik didalam tentara maupun
didalam organisasi setempat, demokrasi intern-Partai harus ditujukan
untuk memperkokoh disiplin dan memningkatkan daya-juang, dan bukan
sebaliknya melemahkan disiplin dan daya-juang”***[2]** <#_ftn2>
Berbeda dengan demokrasi Barat yang biasa menggunakan prinsip
multipartai itu! Makin banyak partai-politik terbentuk ditengah
masyarakat, bukan menunjukkan makin demokrasi, tapi justru menunjukkan
masyarakat itu BELUM berhasil BERSATU! Masih terpecah berkeping-keping
dalam partai-partai yang disatukan kepentingan berbeda itu. Dan dengan
demikian bentuk demokrasi apapun yang dijalankan akan sulit mengambil
satu keputusan, sedang pemerintah yang terbentuk juga akan tersandung,
terhambat oleh demokrasi yang harus dijalankan. Jadi sangat tidak efektif.
Bahkan di Amerika yang hakekatnya merupakan pertarungan 2 partai,
partai Demokrat dan Partai Republik saling bergantian, nampak
kejanggalan yang sangat merugikan rakyat Amerika sendiri. Ambil saja
contoh, masa 10 tahun kekuasaan Obama dari Partai Demokrat yang sudah
berhasil memperbaiki sistem asuransi kesehatan bagi seluruh rakyat,
begitu Trump dari Partai Republik menggantikan berkuasa, segera
menegasi sistem asuransi Kesehatan Obama itu.
Sedang Trump yang mewakili kepentingan sekelompok oligargki yang
menopangnya, boleh-boleh saja membuat kebijakan yang mendahulukan
kepentingan kelompok oligarki dengan mengebawahkan kepentingan dan
keselamatan rakyat! Itulah yang terjadi dan kita saksikan bersama,
bagaimana Trump berusaha keras menutupi keseriusan masalah pandemi
Covid-19, agar laju ekonomi tidak terganggu dan dengan demikian lebih
menjamin kemenangan suara pemilih bagi dirinya sendiri di pemilu Nov.
yad., akhirnya tidak siap dengan baik menghadapi pandemi Covid-19 yang
merebak di Amerika kali ini! Akibatnya sampai hari ini, sudah hampir 2
juta rakyat terjangkit Covid-19 sedang jumlah orang yang meninggal
sudah mencapai 116 ribu lebih, hampir 120 ribu, …!!!
Sudah begitu, Trump masih saja ngotot dan berkeras melemparkan
kesalahan dan tanggungjawab pada Tiongkok, yang justru telah BERHASIL
mengatasi penyebaran Covid-19 dalam waktu 70 hari, berhasil
mengendalikan dan menghentikan penyebaran lebih luas dan kembali
BEKERJA normal secara berangsur! Sampai data yang masuk kemarin ini,
tgl. 8 Juni, di Tiongkok, termasuk HK, Macao dan Taiwan hanya
disekitar 83 ribu orang terjangkit dan jumlah yang mati lebih 4600 orang.
------------------------------------------------------------------------
[1] <#_ftnref1><<Pilihan Tulisan Mao Tsetung>> Jilid-3, Penerbitan
Rakyat tahun 1996. Halaman 276.
[2] <#_ftnref2><<Pilihan Tulisan Mao Tsetung>> Jilid-2, “Kedudukan
Partai Komunis Tiongkok Dalam Perang Nasional” – Oktober 1938