Opini
Ini Jalan Tengah Pancasila!
* Cetak
<http://bergelora.com/opini-wawancara/artikel/13954-ini-jalan-tengah-pancasila.html?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
* Email
<http://bergelora.com/component/mailto/?tmpl=component&template=sj_financial&link=bd07d65459a8254c14e6aa20b87d7bc0f44bd22d>
Rabu, 10 Juni 2020
Dilihat: 34
http://bergelora.com/opini-wawancara/artikel/13954-ini-jalan-tengah-pancasila.html
Proklamator dan Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno. (Ist)
/Ini tanggapan Bung Karno tentang situasi Internasional terakhir saat
ini. Dibawah ini rekaman imaginer Christianto Wibisono, Penulis buku
Wawancara Imajiner dengan Bung Karno, 1977,--kepada pembaca
Bergelora.com. (Redaksi)/
*Oleh: Christianto Wibisono*
HARI Jumat menjelang Sabtu, 5 Juni pukul 24.00 atau 00.00, saya menyapa
Proklamator/Presiden Pertama RI Bung Karno (BK) selesai berlenso dengan
Ny Ratna Sari Dewi Sukarno di pendopo makam di Blitar.
Christianto Wibisono (CW): Selamat malam dan selamat ulang tahun Bapak
ke-119 lahir di bumi Indonesia. Sekarang menjelang fajar hari kelahiran
Bapak, Proklamator dan Presiden Pertama RI. Semoga kreasi Bapak ideologi
Pancasila tetap relevan dan bisa diaplikasikan di zaman digital milenial
2020 hingga seabad Pancasila dan RI 2045. Apa pesan Bapak pada hari
lahir Bapak ke-119 Sabtu, 6 Juni 2020?
BK: Kita move on, Ibu Dewi masih mengikuti zaman dengan semangat lenso
di usia ke-80 tahun di tengah badai Covid. Namoto-san (panggilan Dewi,
nama asli Jepang Naoko Namoto) tetap berani hidup dan mensyukuri hidup.
Saya baru saja zoom dengan Deng Xiaoping dan Richard Nixon. Keduanya
sibuk membahas kolom yang ditulis PM Lee Hsien Loong, 4 Juni 2020 di
majalah Foreign Affairs.
Berikut ini rekaman pembicaraan kita bertiga: Sukarno, Deng, Nixon.
BK: Hai Dick (panggilan akrab Nixon), hai comrad Deng. Kalian mengakhiri
Perang Dingin ketika Kissinger menemui Ketua Mao 1972. Sejak itu ada
bulan madu AS Tiongkok sampai mendadak Presiden Trump membekukan bulan
madu seolah lempar mangkok pecah belah,mirip suami istri bertengkar mau
cerai gara-gara selingkuhan. Lalu Anda menghadapi kerusuhan rasis
warisan lintas generasi sejak zaman Lincoln 160 tahun lalu. Bagaimana
Anda melihat peta geopolitik sekarang dan apa advis Anda kepada Presiden
Trump, begitu juga apa advis Ketua Deng pada Presiden XiJinping 2020.
Indonesia berkepentingan kalian berdua tidak menyulut kiamat nuklir
memusnahkan 7 miliar manusia gara-gara 2 orang di Washington dan Beijing
berduel bonek berani mati. Resep saya mewakili Inonesia penduduk nomor 4
sedunia ingin cinta damai menerapkan Pancasila secara murni, konsisten
dan konsekuen.
Richard Nixon (RN): Bung Karno, Anda selalu optimis dan enjoy live sejak
zaman kencan dengan Jack Kennedy dan Marilyn Monroe, always up to date,
tapi kadang-kadang terlalu utopia dan distopia. Anda adalah salah satu
dari sedikit presiden yang diundang pidato di depan Sidang Gabungan
Kongres Senat AS. Memang ide anda Pancasila itu universal, memilah
secara eklektik unsur yang baik dari ideologi kiri dan merangkul
kebaikan ideologi kanan. Sayangnya Anda juga terjebak politik praktis
mempertahankan kekuasaan di atas akrobatik dua kubu TNI-PKI. Honestly,
kita kaget juga Indonesia mendadak jadi anti komunis 1965. Sebetulnya
itu gara-gara kroco prajurit di lapangan menghabisi jenderal yang
diculik. Padahal perintah hanya menahan untuk diajukan ke Mahmilub.
CIA sendiri meraba-raba who is this new general yang pasif gaul elite.
Tapi itu semua sudah masa lalu. Sekarang ini, kalau saya liat Trump
terjebak pada ideologi “white supremacist” sebagai antagonist ideologi
ISIS fanatik pengkafiran di Timur Tengah. Maka sebetulnya AS juga
sedang terancam antara dua kutub, “Kilafah kiri” vs “Parisi kanan”.
Kilafah kiri ini kelompok Bernie Sanders ACLU dan sayap kiri AS yang
punya agenda tersembunyi mensosialiskan AS ke kiri. Ya lawannya ialah
“white supremacist kanan”. Maka perlu muncul juru damai jalan tengah
Pancasila, seperti resep yang Anda berikan sejak buku WIBK 1987 dengan
gambar Anda, 2 jenderal Soeharto- George Washington dan Thomas Jefferson.
BK: Ya, di buku tahun 1977 itu saya meng analogkan posisi saya dengan
ideolog Thomas Jefferson yang mewariskan Declaration of Independence
kepada AS seperti saya merumuskan Pancasila bagi Indonesia . Serta
mempersilakan Jenderal Soeharto mengikuti keteladanan George
Washington, jenderal tentara kemerdekaan AS yang membatasi sendiri masa
jabatannya hanya 2 term. Sayang Soeharto tidak menerima usul tersebut
dan dia tergusur juga oleh karma people power 1966 di daur ulang Mei
1998. Ketua Deng apa resep anda pada kawan Xi untuk mengatasi bahaya
perang AS RRT?
Deng Xiaoping (DX): Dear Bung Karno, RRT sangat senang bisa muncul di
KAA April 1955 di Bandung, sayang bahwa KAA itu hanya sekali dan
terakhir karena diganti oleh Non Blok yang jadi tidak relevan setelah
Perang Dingin berakhir. Semua kembali ke nasionalisme sempit bahkan jadi
chiuvinis atau rasis seperti isu sekitar konspirasi virus Wuhan sebelum
di ralat jadi Covid. Tiongkok ini membangun malah sudah ketinggalan dari
Orde Baru 1969. Kita ketinggalan 20 tahun kalau 1989 jadi awal
pembangunan, yang malah terganggu oleh demo berdarah Tiananmen 4 Juni
1989. Kami sebetulnya telat “anti komunis atau koreksi meninggalkan
komunis” setelah 30 tahun kapok dibawah Marxisme. 1949-1979 gagal
mendeliver sembako untuk rakyat Tiongkok. Nah, sekarang ini kalau pakai
istilah Kelas Menengah, saya akan usul kepada Xi dan Trump dengan
dukungan Anda, Bung Besar Sukarno, bahwa jalan tengah Pancasila dan
kelas Menengah yang meritokratis itu di mana semakin banyak penduduk
menikmati naik kelas jadi berpendapatan menengah dan hidup sejahtera.
Akan mengakhiri ideologi perjuangan kelas dibumbui SARA yang sangat
berbahaya bisa membubarkan negara seperti Uni Soviet dan Yugoslavia
bahkan bisa menggoncangkan AS dalam 10 hari.
BK: Kita bertiga bisa bicara mawas diri, introspeksi tapi para presiden
yang real berkuasa di negara kita menghadapi praktik politik yang masih
dikuasai ambisi untuk berkuasa dengan memanfaatkan keteledoran lawan
politik. Banyak intrik, manuver dan manipulasi politik dilakukan secara
konspiratif dibumbui sara laten yang memang menjadi virus predator umat
manusia, kebencian Kabil terdahap sesama pesaing. Tulisan Lee Hsien
Loong sangat konstruktif untuk mendamaikan dua kubu AS Tiongkok dengan
win-win solution. Indonesia, ASEAN dan dunia mendukung rekonsiliasi AS
Tiongkok untuk keselamatan dunia pasca Covid-19 dari perang apa saja.
Yang sangat berbahaya bagi eksistensi survival-nya Homo Sapiens. Ayo
kita mensyukuri ulang tahun saya ke-119 dengan relaks, santai menari
lenso seperti Ibu Dewi di video ini:https://youtu.be/0KWUOR3eqhg