Kisah Pengentasan Kemiskinan di Desa Suzhan

http://indonesian.cri.cn/20200612/fb9f5597-2535-44e1-5c4e-61c1d6834b4b.html
2020-06-12 15:23:03

图片默认标题_fororder_suzhancun2020061201

Di Kota Zhangye, provinsi Gansu, bagian barat daya Tiongkok yang terkenal dengan tanah warna-warni Danxia-nya, akhir-akhir ini muncul sejumlah kata-kata yang populer. Setiap orang-orang ketemu, mereka selalu sengaja bertanya, “dari mana?”, dan jawabannya pasti “Desa Danxia” atau “Desa Yanzhi”, bahkan sapaan antara tetangga “sudah makan belum?”, jawaban yang tepat adalah “sekali pun tak boleh kurang”.

Mengapa kata-kata ini menjadi kata populer? Sebabnya ialah, beberapa waktu yang lalu,   CMG menayangkan sebuah sinetron “Tak Boleh Kurang Satu Pun”, sinetron tentang pengentasan kemiskinan yang seluruh proses syuting  dilakukan di kota Zhangye ini tidak saja menciptakan sejumlah kata-kata populer, namun  itu juga membuat  “Desa Danxia”,  tempat syuting sinetron tersebut menjadi desa yang viral.

Desa Suzhan, yang namanya berarti berkembang pesat, mencerminkan harapan indah warga setempat yang pantang miskin dan terbelakang serta berjuang demi perkembangan. Desa Suzhan adalah desa biasa yang berjarak 20 kilometer dari Zhangye, dan hanya 6 atau 7 kilometer dari objek wisata Danxia yang terkenal di dunia. Didorong oleh kebijakan daerah percontohan pembangunan dan revitalisasi pedesaan di Desa Zhangye, desa ini kini menjadi desa yang berkembang pesat sesuai dengan namanya. Pada tahun 2019, pendapatan ekonomi seluruh desa tercatat 38,03 juta Yuan, pendapatan per kapitanya mencapai 13,997 ribu Yuan, dan 11 warga dari 4 keluarga miskin di desa tersebut berhasil terlepas dari kemiskinan.

Kirim email ke