-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/320368-tak-sisipkan-tap-pembubaran-pki-nasdem-bersikukuh-tolak-ruu-hip


 Sabtu 13 Juni 2020, 15:07 WIB 

Tak Sisipkan TAP Pembubaran PKI, NasDem Bersikukuh Tolak RUU HIP 

Putra Ananda | Politik dan Hukum 

  Tak Sisipkan TAP Pembubaran PKI, NasDem Bersikukuh Tolak RUU HIP MI/Mohamad 
Irfan Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad M. Ali PENOLAKAN terhadap keberadaan 
Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) terus bergulir. 
Segenap komponen masyarakat seperti halnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan 
menyerukan penolakan terhadap RUU HIP sebab tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 
25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI. Menyikapi perkembangan yang ada 
di masyarakat tersebut, Fraksi Partai NasDem DPR RI menyatakan tetap konsisten 
pada sikapnya untuk menolak melanjutkan pembahasan RUU HIP hingga TAP MPRS No. 
25/1966 itu dijadikan landasan (konsideran) di dalam RUU HIP. "NasDem tidak 
dapat mendukung kelanjutan RUU itu ke tahap pembahasan selanjutnya, sepanjang 
belum dicantumkannya TAP MPRS No. 25 Tahun 1966 sebagai salah satu konsideran 
di dalam RUU tersebut," ujar Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad M. Ali di 
Jakarta, Sabtu (13/6). Ali yang juga Wakil Ketua Umum Partai NasDem itu 
menjelaskan, dari kacamata partainya, konsideran itu tetap harus dicantumkan 
dalam RUU HIP sebagai salah satu bentuk akomodasi kepentingan dan kedewasaan 
berpolitik DPR. Baca juga: Purnawirawan Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila 
Namun demikian, Ali juga berharap agar semua pihak tidak terjebak dalam 
dikotomi antara Orde Lama dan Orde Baru terkait isu RUU itu. "Alam kehidupan 
bangsa Indonesia hari ini adalah alam yang berbeda dengan keduanya (Orde Lama 
dan Orde Baru). Bagaimana pun RUU HIP adalah sebuah cara pandang terhadap 
Pancasila di abad ke-21 ini. Jadi niat dan tujuannya baik," kata Ali. Dia 
menambahkan, jika kita terjebak dalam pandangan dan tendensi semacam itu, maka 
hanya akan melahirkan lingkaran setan dan perdebatan tanpa ujung yang 
menghabiskan energi anak bangsa. "Ada suara-suara yang menyambut, ada pula yang 
menolak. Tentu hal semacam ini biasa di alam demokrasi saat ini. Akan tetapi, 
akan sangat disayangkan jika terkait dasar dan falsafah kehidupan bernegara 
kita, berbagai suara dan pandangan yang beragam itu tidak mendapat perhatian 
dan pengakomodiran yang baik," pungkas Ali. Selain MUI, sejumlah elemen 
masyarakat lain seperti Persatuan Islam (Persis) dan Gerakan Pemuda Anshor juga 
menolak kehadiran RUU HIP jika tidak menjadikan TAP MPRS No. 25/MPRS/1966 
sebagai landasan. Belakangan, sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan organisasi 
kemasyarakatan di Jember, Jawa Timur, bahkan menggelar aksi penolakan terhadap 
RUU tersebut.(OL-5)  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/read/detail/320368-tak-sisipkan-tap-pembubaran-pki-nasdem-bersikukuh-tolak-ruu-hip





Kirim email ke