1.: Tantang Debat Pengkritik Utang Negara, Menteri Luhut Malah Tolak Kesanggupan Rizal Ramli Radar Tegal-Headline, Nasional- Juni 17, 2020
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=2ahUKEwjBhZPL0YjqAhWnk4sKHeWlCkQ4UBAWMAF6BAgEEAE&url=https%3A%2F%2Fradartegal.com%2Fheadline%2Ftantang-debat-pengkritik-utang-negara-menteri-luhut-malah-tolak-kesanggupan-rizal-ramli.html&usg=AOvVaw2Pyfav55QLIsx6BFY5on9j AKARTA – Surat kesanggupan debat yang dikirimkan ke meja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) ditolak. Padahal tantangan debat Menko Luhut sudah disetjui ekonom senior DR. Rizal Ramli. Penolakan Menko Luhut ini membuat Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) sebagai promotor kecewa. Kekecewaan itu dipicu lantaran Menko Luhut tidak seirama dalam berkata dan berbuat. Ini mengingat Menko Luhut sejatinya adalah penantang debat, sementara Rizal Ramli sebatas menyanggupi tantangan, sedang ProDEM berinisiatif menjadi fasilitator. Begitu kata Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule menanggapi penolakan debat Menko Luhut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/6). “Tantang debat, tapi tak mau debat, aneh,” ujar Iwan Sumule.. Mulanya, Iwan Sumule berharap debat menjadi sarana bagi publik untuk mengkritik pemerintah di jalur yang benar. Sementara bagi pemerintah, debat bisa membuka pikiran bahwa kritik yang muncul tidak harus ditanggapi dengan pemenjaraan mereka yang kritis. Iwan Sumule juga menanggapi pernyataan Jurubicara Menko Luhut Jodi Mahardi yang keberatan dengan konsekuensi debat. Di mana tim ekonomi pemerintah diwajibkan untuk mundur jika kalah menghadapi Rizal Ramli. “Mending hanya disuruh mundur kalau kalah debat, kalau dipenjarakan? Ingat utang negara yang dilakukan pemerintah itu ugal-ugalan dan berpotensi jadi “bancakan”,” tuturnya. Menurutnya debat sangat penting digelar agar publik menjadi tahu ke mana arah utang yang sebenarnya dan apakah arah tersebut sudah tepat. Sebab, katanya, setahu publik utang hanya dilakukan untuk menutup defisit dan proyek-proyek yang berpotensi jadi bancakan. “Negara berutang mestinya bantu sektor produksi untuk tingkatkan produksi. Eeh, malah impor yang digalakkan, produksi sendiri dimatikan, sementara produksi aseng yang dijaga, agar berproduksi,” tutupnya. (rmol/zul) 2.: Rizal Ramli vs Luhut Lebih Seru dari Debat Presiden, Taruhannya pun ‘Mahal’ Radar Tegal-Headline, Nasional- Juni 13, 2020 https://radartegal.com/headline/rizal-ramli-vs-luhut-lebih-seru-dari-debat-presiden-taruhannya-pun-mahal.html JAKARTA – rencana debat antara Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dengan ekonom senior, Dr. Rizal Ramli (RR) banyak ditunggu-tunggu. Bahkan diprediksi, debat antara kedua tokoh nasional ini akan lebih seru kketimbang debat calon presiden saat Pilpres 2009 lalu. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon pun sangat antusias menyambut rencana debat terbuka itu. Bagi Jansen, debat yang dipromotori Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) ini bukan pertunjukan biasa. Menurut Jansen Sitindaon, debat soal utang negara merupakan materi berat, taruhannya juga diketahui sangat “mahal”. “Benar-benar kelas berat ternyata debat ini. Selain figur keduanya yang memang sudah di level “divisi kelas berat” di Indonesia, ternyata “taruhannya” pun kelas berat,” kata Jansen, dikutip Pojoksatu.id dari Rmol, Sabtu (13/6). Yah, kabar yang beredar memang ada taruhan serius setelah nanti diketahui siapa pemenang debat di antara kedua tokoh bangsa itu. “Kalau RR kalah, berhenti kritik pemerintah. Kalau LBP kalah, berhenti dari jabatan pemerintah. Ngeri,” tutur Jansen Sitindaon. Jansen Sitindaon sebelumnya mengaku sudah memesan satu tiket untuk menonton debat RR Vs LBP. Menurutnya, debat ini akan jauh lebih menarik ketimbang debat kandidat pilpres. “Akan lebih menarik dari debat pilpres kelihatannya. Semoga terjadi benaran debat ini. Aku pesan tiketnya langsung dipinggir “ring”. Karena divisi kelas berat ini,” kata dia beberapa hari lalu. Debat RR vs LBP sendiri sendiri sudah disepakati untuk digelar pada 24 Juni mendatang. RR sebelumnya menolak undangan diskusi di Kantor Menko Marves karena menganggap bahwa jika pemerintah ingin meminta masukan maka tak perlu lewat diskusi. Banyak di internet. Tapi terkait debat dengan tema utang negara dan kebijakan pemerintah yang dimotori Prodem ini, RR bersedia berhadapan dengan LBP. (fat/ pojoksatu/zul)
