Xi Jinping Memimpin KTT LB Soliditas Tiongkok- Afrika

http://indonesian.cri.cn/20200618/6ef3f170-f017-7ca9-7137-eb9aee631b13.html
2020-06-18 13:16:27

Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin (17/06) di Beijing memimpin KTT LB Soliditas Tiongkok dan Afrika dalam Penanggulangan Wabah dan mengeluarkan pidato bertajuk “Lawan Wabah dengan Solidaritas, Atasi Kesulitan Bersama”. Xi Jinping menekankan, menghadapi wabah, Tiongkok dan Afrika saling mendukung dan berjuang bahu-membahu, Tiongkok dan Afrika lebih bersatu kompak, persahabatan dan saling  percaya menjadi lebih kokoh. Tiongkok menghargai persahabatan tradisional Tiongkok-Afrika, biarkan bagaimana berubahnya situasi internasional, dan ketetapan hati Tiongkok untuk meningkatkan solidaritas dan kerja sama antara Tiongkok dan Afrika mutlak tidak akan digoyahkan. Tiongkok akan terus dengan sekuat tenaga mendukung aksi penanggulangan wabah Afrika. Kedua pihak hendaknya mengutamakan rakyat dan jiwa, semaksimal melindungi keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat, dengan tegas bergandengan tangan melawan wabah, dengan teguh mendorong kerja sama Tiongkok dan Afrika, dengan tegas melaksanakan multilateralisme, dengan teguh mendorong persahabatan Tiongkok - Afrika, bersama-sama menmbentuk komunitas kesehatan Tiongkok-Afrika dan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Afrika yang lebih erat. KTT kali ini mengeluarkan Deklarasi Bersama KTT LB Solidaritas Tiongkok-Afrika dalam Penanggulangan Wabah, mengeluarkan suara lantang zaman solidaritas dan kerja sama Tiongkok - Afrika kepada komunitas internasional.

图片默认标题_fororder_xi111 <http://indonesian.cri.cn/20200618/6ef3f170-f017-7ca9-7137-eb9aee631b13-2.html>

KTT kali ini disponsori oleh Tiongkok, Afrika Selatan sebagai negara ketua bergilir Uni Afrika dan Senegal sebagai ketua Forum Kerja Sama Tiongkok -Afrika dan diadakan secara virtual.

Xi Jinping menunjukkan, kini wabah tetap merebak di dunia, Tiongkok dan Afrika menghadapi tugas berat melawan wabah, menstabilkan ekonomi dan menjamin kesejahteraan rakyat. Kita hendaknya mengutamakan rakyat dan jiwa, menyelaraskan sumber daya, bersatu kompak dan bekerja sama, sedapat mungkin melindungi keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat, semaksimal mungkin menurunkan dampak negatif wabah.

Pertama, Kita hendaknya dengan tegas bergandengan tangan melawan wabah.

Kedua, Kita hendaknya dengan  teguh tak tergoyahkan mendorong kerja sama Tiongkok- Afrika.

Ketiga, Kita hendaknya dengan tegas melaksanakan multilateralisme.

Keempat, Kita hendaknya dengan tegas mendorong persahabatan Tiongkok -Afrika.

Akhirnya Xi Jinping menekankan disepakatinya pembentukan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok - Afrika yang lebih erat.

Pemimpin-pemimpin lain berturut-turut menyatakan, pada saat krusial   wabah Covid-19 merebak di seluruh dunia termasuk Afrika, diadakannya KTT LB itu mempunyai arti penting yang khusus, sekali lagi memperlihatkan persahabatan Afrika dan Tiongkok serta keuletan hubungan Afrika -Tiongkok.


 Episode ke-3: Tim Pembimbing Puat

http://indonesian.cri.cn/20200618/61bd6b74-9a09-b221-f546-f2c825e47403.html
2020-06-18 13:14:18

Untuk dengan efektif menanggulangi wabah Covid-19,pemerintah pusat Tiongkok atas instruksi Presiden Xi Jinping mengambil serangkaian keputusan. Di antaranya pembentukan mekanisme pencegahan dan pengontrolan bersama. Tak lama sesudah lockdown Wuhan, Presiden Xi mengirim tim bimbingan pusat yang dikepalai Wakil Perdana Menteri menuju Wuhan untuk mengawasi pekerjaan penanggulangan wabah.

Pada tanggal 24 Januari, hari kedua setelah lockdown Wuhan,jumlah kasus positif Covid-19 yang baru tiap hari di  Tiongkok melampaui seribu.

Di Wuhan, material medis tetap kekurangan dan tempat tidur di RS juga sangat kurang.

Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, yaitu hari ketiga sesudah lockdown Wuhan, Presiden Xi Jinping dalam sidang Komite Tetap Politbiro PKT menginstruksikan Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan memimpintim pimpinan pusat menuju Wuhan untuk mengadakan pekerjaan bimbingan.

Dengan koordinasi tim pembimbing pusat, bahan medis mulai bertambah, tapi virus jauh belum dapat dikontrol.

Untuk dengan lebih lanjut mengontol wabah, tim bimbingan pusat mencanangkan rencana pemeriksaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua warga di Wuhan dan Provinsi Hubei demi menemukan semua pasien yang terkonfirmasi dan kasus suspek.

Pada awal bulan Februari, jumlah kasus baru positif Covid-19 di seluruh negeri melampaui ribuan  orang tiap hari dan kebanyakannya ada di Provinsi Hubei.

Di ibukota Beijing, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 melampaui 300 orang.

Pada 10 Februari,Presiden Xi Jinping di Beijing membimbing pekerjaan pencegahan dan pengontrolan wabah dan mengadakan komunikasi dengan dokter dan tim pembimbing pusat yang ada di Wuhan dalam bentuk konfernsi video.

Pada awal terjadinya wabah, warga Hubei danWuhan merasa tidak puas terhadap pekerjaan pencegahan dan pengontrolan wabah di Hubei dan Wuhan.

Pemerintah pusat dengan cepat mencopot pejabat-pejabatWuhan dan Hubei. Pada pertengahan bulan Februari,selain sejumlah pejabat tingkat provinsi dan kota yang membidangi kesehatn, para pejabat di Provinsi Hubei dan Wuhan juga digantikan orang.

Di bawah pimpinan badan pemimpin yang baru, pejabat pemerintah daerah mulai mengambil langkah yang lebih ketat untuk mengontrol wabah.

Informasi terbuka dan transparan merupakan kunci perang penanggulangan wabah.

Presiden Xi Jinping berulang kali menekankan, dalam penanggulangan wabah harus dengan tegas menentang formalisme dan birokrasi, dan memungkinkan para pejabat pemerintah semua tingkat teermasuk pejabat di basis mencurahkan lebih banyak tenaga di garis pertama penanggulangan wabah.

Sejak 21 Januari, dua hari sebelum lockdown Wuhan, update tiap hari kasus terkonfirmasi Covid-19 diumumkan secara terbuka.

Dalam beberapa bulan sesudah itu, ratusan briefing pers terkait wabah digelar di Beijing dan Wuhan untuk memperkenalkan situasi terkini dan upaya pemerintah untuk membendungi wabah.

Pada 10 Maret, Presiden Xi Jinping menuju Wuhan untuk memeriksa pekerjaan pengontrolan wabah.

Dalam inspeksinya, Xi Jinping mengatakan, perjuangan kali ini memungkinkan seluruh negeri dan seluruh dunia menyaksikan semangat ulet rakyat Wuhan.

Pada bulan Maret, situasi di Wuhan terus diperbaiki.

Pada tanggal 8 April, diumumkan pencabutan lockdown Kota Wuhan.

Untuk mencegah terjadinya kembali wabah, tim bimbingan pusat terus berada di Wuhan.

Pada tanggal 27 April, Presiden Xi menyetujui tim bimbingan pusat kembali ke Beijing dari Hubei.

Kirim email ke