-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://bali.antaranews.com/berita/199348/gubernur-bali-fokus-transmisi-lokal-atasi-kasus-covid-19



Gubernur Bali fokus transmisi lokal atasi kasus COVID-19

Jumat, 19 Juni 2020 21:22 WIB

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI 
Benny Susianto dan Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha pada saat 
menggelar rapat dengan pemangku kepentingan, di Rumah Jabatan Jayasabha, 
Denpasar, Jumat (19/6/2020). (FOTO ANTARA/HO-Dok Pemprov Bali)
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pihaknya bersama 
semua pemangku kepentingan terkait akan fokus mengatasi kasus transmisi lokal 
COVID-19 yang mengalami lonjakan signifikan sejak awal Juni 2020 hingga saat 
ini.

"Belakangan muncul dari OTG (orang tanpa gejala). Ini karena kita aktif mencari 
sehingga banyak ditemukan kasus baru," kata Koster yang juga Ketua Gugus Tugas 
Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali saat menggelar rapat dengan 
pemangku kepentingan, di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat.

Rapat tersebut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Wakil 
Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakapolda Bali Brigjen Pol I 
Wayan Sunartha, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan jajaran GTTP COVID-19 
serta diikuti peserta lainnya secara virtual.

Dalam rapat itu terungkap peningkatan kasus transmisi lokal menjadi perhatian 
serius. Sampai 18 Juni 2019, kasus transmisi lokal mencapai 572 orang atau 63, 
91 persen dari total kumulatif kasus positif COVID-19 sebanyak 895 kasus.

Peningkatan ini banyak terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kota Denpasar dan 
Kabupaten Badung menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian serius karena 
kasus transmisi lokal terjadi hampir setiap hari.

"Bahkan kemarin terjadi 66 kasus baru yang mayoritas berasal dari dua daerah 
tersebut," katanya.

Gubernur pun memberi perhatian khusus kepada pasar tradisional yang belakang 
ini menjadi episentrum baru penyebaran transmisi lokal.

Itu sebabnya, selain upaya sosialisasi, ia meminta kepada aparat terkait 
termasuk TNI dan Polri ikut membantu menjaga ketertiban masyarakat yang 
beraktivitas di pasar tradisional.

"Jadi di pasar ini harus betul-betul tertib. Tertib untuk semua, menerapkan 
protokol kesehatan," kata mantan anggota DPR RI tiga periode itu.

Koster menambahkan, di satu sisi ketika jumlah kasus transmisi lokal cenderung 
melonjak, di sisi lain mulai terlihat aktivitas dan mobilitas masyarakat yang 
juga meningkat.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh GTTP COVID-19 Provinsi Bali untuk terus 
bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan timbulnya kasus-kasus 
baru di Bali.

"Kita tetap bekerja untuk melakukan pencegahan seoptimal mungkin untuk 
percepatan penanganan COVID-19, baik di rumah sakit maupun di tempat karantina 
serta pencegahan di pintu masuk dan lokus-lokus yang menjadi episentrum kasus 
kasus baru," katanya.

Prakondisi 
Selanjutnya menyangkut akitivitas masyarakat yang mulai meningkat dan sesuai 
harapan Presiden Joko Widodo tentang normal baru, GTPP COVID-19 Provinsi Bali 
perlu mempersiapkan penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru untuk Masyarakat 
Produktif dan Aman COVID-19.

Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru rencananya akan diawali dengan melakukan 
upacara atau ritual pada Purnama Kasa tanggal 5 Juli mendatang.

"Pada saat itu Purnama kita akan melakukan upacara ritual di Pura Besakih untuk 
memohon restu, kita akan melakukan tatanan kehidupan era baru di Bali," katanya.

Secara "sekala" atau fisik, Gubernur meminta GTTP COVID-19 melakukan persiapan 
secara bertahap melalui sosialisasi dan prakondisi secara masif yang melibatkan 
semua pihak.

"Jadi habis rapat ini kita akan bekerja untuk melakukan sosialisasi secara 
masif termasuk berbasis desa adat dan berbasis komunitas siapa pelakunya untuk 
mengajak masyarakat agar tertib dalam menerapkan protokol kesehatan tatanan 
kehidupan yang baru ini," katanya.

Selanjutnya gubernur menegaskan bahwa persoalan mengatasi penularan transmisi 
lokal dan upaya persiapan prakondisi Tatanan Kehidupan Era Baru harus 
diperhitungkan serta dilakukan secara secermat dan sematang mungkin.

"Mesti serius dan perlu kehati-hatian di sini, karena kita tidak ingin 
ekonominya sehat, tetapi masyarakatnya malah sakit, atau masyarakatnya sehat, 
tetapi kelaparan. Kita di Bali tidak mau yang seperti itu," katanya.

Itu sebabnya pihaknya perlu berhati-hati dalam setiap mengambil keputusan 
penting dan harus bekerja cepat pula. Targetnya juga harus yang terbaik karena 
untuk Bali memang harus diberikan yang terbaik.

Sementara menyangkut prakondisi Tatanan Kehidupan Era Baru, perilaku masyarakat 
menjadi hal terpenting perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto berharap semua 
pemangku kepentingan termasuk aparat keamanan selalu dilibatkan dalam penerapan 
ini.

Selain itu dilakukan pemetaan sasaran-sasaran pembinaan dan pengawasan 
masyarakat. "Kami tolong diikutkan terus gerakan pendisiplinan masyarakat," 
katanya.

Terhadap peningkatan kasus, Wakapolda Bali Brigjen Pol Wayan Sunartha berharap 
ada evaluasi penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar.

Menurut Sunartha, sesuai dengan istilahnya pembatasan kegiatan masyarakat, maka 
sebaiknya petugas diarahkan untuk melakukan sosialisasi dan pembagian masker di 
lokasi-lokasi dimana aktivitas warga padat. "Mungkin kita arahkan ke 
lokasi-lokasi dimana terjadi banyak penumpukan kegiatan masyarakat.
 
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA







Kirim email ke