-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/internasional/d-5060567/ilmuwan-china-kerja-nonstop-demi-vaksin-corona-kera-percobaan-pun-menipis?tag_from=wp_beritautama



Ilmuwan China Kerja Nonstop Demi Vaksin Corona, Kera Percobaan pun Menipis

Novi Christiastuti - detikNews

Jumat, 19 Jun 2020 18:16 WIB
3 komentar
SHARE URL telah disalin
i
ilustrasi (Foto: Fiona Goodall/Getty Images)
Beijing -

Salah satu laboratorium di Shenyang, China terus bekerja nonstop sejak Januari 
untuk mengembangkan vaksin bagi virus Corona (COVID-19). Situasi di dalam 
laboratorium itu terungkap, dengan para peneliti bekerja hingga akhir pekan dan 
pasokan kera percobaan pun mulai menipis.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2020), Yisheng Biopharma, sebuah perusahaan 
yang berkantor di kota Shenyang, dikenal dalam mengembangkan vaksin rabies, 
namun mengalihkan salah satu dari 9 workshop-nya untuk mengembangkan vaksin 
Corona. Yisheng akan merekrut 50 pegawai tambahan.

Perusahaan ini masih dalam tahap awal pengembangan vaksin Corona. Namun akan 
mengambil risiko untuk mulai memproduksi vaksin pada September mendatang, 
sebelum menyelesaikan uji coba klinisnya, sehingga vaksin untuk publik akan 
siap lebih cepat jika produksinya disetujui.

"Vaksin ini harus muncul dengan cepat, dan tidak mungkin untuk menunggu hingga 
musim epidemi berikutnya untuk melengkapkan uji coba dan musim epidemi ketiga 
untuk menggunakan vaksinnya," ucap bos Yisheng Biopharma, Zhang Yi, kepada AFP.
Baca juga:
India Catat Rekor 13 Ribu Kasus Corona Sehari, Chennai Lockdown Lagi

Zhang mengatakan para ilmuwan yang mengembangkan vaksin Corona tidak pernah 
beristirahat pada akhir pekan sejak mereka mendapatkan urutan gen dari virus 
Corona sejak hari kedua liburan Tahun Baru China pada akhir Januari lalu. "Ada 
banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya.

Vaksin yang dikembangkan pihak Yisheng kini ada dalam tahap uji coba terhadap 
binatang, yang mendahului uji coba klinis terhadap manusia. Zhang menyatakan 
bahwa uji coba terhadap tikus dan kelinci percobaan menunjukkan hasil yang 
bagus, yang memberikan hewan-hewan itu level antibodi penetral yang tinggi. 
Vaksin ini diharapkan tidak hanya melindungi kesehatan melawan infeksi, tapi 
juga menyembuhkan pasien yang positif virus Corona.

Langkah selanjutnya adalah uji coba terhadap kera percobaan, yang menurut 
Kepala Eksekutif Yisheng, David Shao, harganya menjadi semakin mahal karena 
tingginya permintaan dari laboratorium-laboratorium yang tengah mengembangkan 
pengobatan dan vaksin Corona.

Menurut Shao, Yisheng biasanya membayar 10 ribu - 20 ribu Yuan (Rp 20 juta - Rp 
40 juta) untuk satu ekor kera. Sekarang, sebut Shao, setiap ekornya berharga 
100 ribu Yuan (Rp 201 juta). Laboratorium-laboratorium di China pada umumnya 
menggunakan kera rhesus dan cynomolgus.

Tonton juga video 'Ratusan Juta Vaksin Virus Corona Diprediksi Siap Akhir 2020':

Selanjutnya
Halaman
1 2


                      -----------



https://news.detik.com/internasional/d-5060567/ilmuwan-china-kerja-nonstop-demi-vaksin-corona-kera-percobaan-pun-menipis/2



Ilmuwan China Kerja Nonstop Demi Vaksin Corona, Kera Percobaan pun Menipis

Novi Christiastuti - detikNews

Jumat, 19 Jun 2020 18:16 WIB

3 komentar
SHARE URL telah disalin
i
ilustrasi (Foto: Fiona Goodall/Getty Images)

China merupakan penyedia kera percobaan terbesar, yang mengekspor 20 ribu ekor 
sepanjang tahun lalu dan menggunakan 18 ribu ekor dalam penelitian lokal. 
"Konsumsi tahun ini cukup besar, jadi suplainya tidak cukup," ujar Kepala 
Beijing HFK Bioscience, Liu Yunbo, yang bergerak di bidang penyedia kera 
percobaan.

Yisheng menghabiskan dana US$ 3 juta untuk pengembangan vaksin Corona sejauh 
ini, dengan rencana produksi akan dimulai dalam beberapa bulan dan akan mulai 
menyediakannya untuk publik pada tahun ini. "Ini lebih mahal dari produk vaksin 
lainnya. Kita sungguh berpacu dengan waktu," ujart Shao.

Perusahaan ini juga berencana menghabiskan US$ 180 juta untuk uji coba klinis 
usai tes terhadap hewan. Namun dengan sedikitnya penularan baru di China, 
Yisheng berencana menggelar uji coba klinis terhadap manusia di luar negeri, 
seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Singapura dan Australia.
Baca juga:
Terungkap, Virus Corona Sudah Ada di Italia Sejak Desember 2019

Zhang menyatakan bahwa para kompetitor kemungkinan akan mengalahkan 
perusahaannya dalam lomba untuk memproduksi vaksin paling pertama. Namun, 
ditegaskan Zhang bahwa itu bukan prioritasnya.

"Ini soal siapa yang bisa menghasilkan kuantitas. Siapa yang bisa mendapatkan 
hasil bagus dan membuat produk berkualitas tinggi dan efektif. Itu yang 
terpenting. Menjadi pertama tidak berarti apa-apa," tandas Zhang, yang 
menargetkan perusahaannya memiliki 10 jalur produksi dan memproduksi 500 juta 
dosis setiap tahun.




Kirim email ke