Satu pernyataan nenek GOBLOK! Seandainya orang nenek macam begini menjadi komandan dalam kegiatan dan perjuangan nyata, pantaslah kegiatan dan perjuangan itu tidak bisa maju apalagi menang! Setiap perjuangan itu harus menentukan mana yang pokok dan utama harus digempur lebih dahulu! Menentukan mana dan apa yang bisa diraih sekarang ini sesuai kekuatan dan kondisi yang ada! TIDAK main gempur, apalagi kekuatan dirinya masih sangat, sangat lemah sekali, ...

Beberapa hari yl. saya mengikuti satu kisah perjuangan 3 komandan Devisi Tentara Merah dalam menghadapi pengepungan dan serangan Ciang Kaisek terhadap daerah basis Gunung Cingkang, ditahun-tahun 1932-1935. Sayang saya tidak berhasil mengingat dengan baik ke-3 nama Kolonel itu yang selama ini tidak terdengar lagi dan boleh dikatakan terlupakan itu, tapi justru didalam tulisan marskal Zhu De, memuji keheibatan 3 komandan Devisi pahlawan pejuang rakyat yang gagah-perkasa ini! Kisah mereka diangkat kembali oleh jenderal Jin Yinan, setelah meneliti kisah-kisah perjuangan mereka dalam pertempuran, termasuk tulisan-tulisan jenderal Kuomintang, Wang ** yang ditangkap saat pembebasan Jinan tahun 1948 dan kemudian menceritakan kisah konkrit dalam menghadapi Tentara Merah saat pengepungan dan serang ke-3 ke-4, ke-5 terhadap daerah Basis Gunung Cingkang, ...

Daslam menentukan taktik konkrit menghadapi setiap serangan, Zhu De lebih dahulu merinci informasi yang bisa didapatkan, bagaimana kekuatan lawan, termasuk siapa yang jadi komando dan memperhitungkan/memperkirakan bagaimana dan dari arah mana mereka menyerang, lalu memposisikan kekuatannya sendiri secara TEPAT pula! Kalau mau menang TIDAK bisa serampangan, ... Dari 3 devisi Tentara Merah ketika itu, sebut saja A, B dan C, Devisi A itu komandannya jebolan Akademi militer Huangphoa, begitu juga Devisi-B, hanya komandan Devisi-C anak muda petani jebolan Pemberontakan Musim Rontok tahun 1927, pengikut Mao. Sekalipun bukan jebolan sekolah militer, anak muda satu ini cerdas dan beberapa kali membawa pasukan dalam pertempuran menunjukkan kehebatannya! Terjadi beda pendapat dalam menetapkan posisi ke-3 devisi itu, Zhu De yang berpendapat Devisi-C di posisi timur minta komandan C dimana menempatkan diri menghadang lawan yang diperkirakan jumlah kekuatan lebih besar dari kekuatannya sendiri itu. Dengan cerdik menunjuk peta di dinding, dia perhitungkan musuhnya akan menyerang dan masuk dari sini, agar tidak dicurigai musuh kalau kita sudah menghadang dilereng gunung sini, kegiatan petani didepan harus berlangsung sebagaimana biasa. Begitulah akhirnya Zhu De ambil keputusan, ... dan serangan-pengepungan ke-3 Ciang Kaisek berhasil dikalahkan!

Tapi, komandan C dalam pertempuran itu, sekalipun berhasil mematahkan dan memukul musuh mundur, tapi harus mengorbankan diri nya sendiri, ditengah hujan peluruh nyasar menembus jantung-hatinya! Jenderal KMT, Wang itu sangat terkesan dengan KEKALAHAN yang terjadi dalam serangan-pengepungan ke-3 Gungung Cingkang itu, dia perlukan tanya pada seorang tawanan Komandan Tentara Merah di serangan-pengepundgan berikut ke-4 dan ke-5, yang kebetulan juga mengikuti pertempuran diposisi Timur di serangan ke-3 itu. Karena diketahui komandan C yang tidak dikenal namanya itu, dan sudah meninggal. Tawanan ditanya tahu tidak dimana dia dikuburkan? Pergilah mereka tempat komandan C itu dikuburkan, ... untuk mengenal wajahnya! Jenderal Wang kaget, ternyata betul-betul tidak dia kenal, bukan jebolan akademi militer Huangphoa seperti komandan A dan B dan, ... lebih kaget lagi ternyata jenasah hanya kenakan kolor saja, TIDAK dengan seragam Tentara Merah mereka! Menunjukkan begitu MELARATnya Tentara Merah ketika itu! Baju seragam itu dipakai penerusnya, ...! Jadi, sekalipun kenyataan KEKUATAN Kuomintang yang jelas lebih besar dari kwantitas bahkan juga persenjataan jauh lebih canggih dari kwalitas, TETAP bisa di-KALAH-kan dengan KEKUATAN keyakinan komunis, dan kecerdasan, strategi-taktik yang BENAR dari Tentara Merah!

Sekalipun nenek ini TIDAK BERHASIL melihat perbedaan dan menganggap sama imperialisme AS dan kebangkitan kekuatan RRT didunia ini, nampaknya nenek ini juga TIDAK pandai menentukan kekuatan mana yang harus diutamakan dan digempur lebih dahulu,... TIDAK ada pemikiran apa yang bisa dicapai dan harus direbut lebih dahulu dengan kekuatan dan kemampuan tingkat sekarang ini. Akhirnya menempatkan diri dalam satu front dengan imperialisme AS untuk sekuat tenaga menggempur RRT! TETAP saja hidup dalam mimpi nya dalam tempurung, ...



Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/6/25 上午 03:55 寫道:

Inilah propaganda antek China kapitalis-imperialis.. Kelihatan orang yang membual itu adalah  orang yang bodoh dan ignoran, tidak tahu watak imperialis dari china sekarang dan masih menganggapnya komunis!!!Berpihak kepada China imperialis dalam persaingannya dengan imperialis AS. Antek imperialis selalu merendahkan bangsa sendiri... insinyur Indonesia tidak ada yang mengerti Teknik membangun smelter,,.. Aduh goblok betul kita ini orang Indonesia ya!!! Tidak bias melahirkan  insinyur yang mengerti tentang smelter??? Sepertinya teknologi  smelter itu begitu tingginya sampai tidak mungkin dicapai oleh insinyur Indonesia yang menurut pendukung china imperialis gobloknya bukan main (walaupun tidak menyatakannya dengan terang-terangan)!!!!  Ingat nggak dulu bagaimana kebijakan Bung Karno untuk mengatasi masalah ketertinggalan teknologi?? Mengirim warga ke luar negeri untuk belajar... Sebaliknyta Jokowi yang kalian puja, sama sekali tidak mau mendidik, kalau memang betul masalah Teknik adalah masalah pokoknya... Si Denny kok  nggak bicara soal tenaga kerja kasar China, ya??? Kenapa tidak dibikin transparan perjanjian antara China dan Indonesia tentang smelter itu?? Membualnya, seolah-olah keuntungan pembangunan smelter itu akan mengalir ke Indonesia...makanya harus kowtow kepada China yang sudah “ berbaik hati”  memberi pinjaman dan mengalihkan teknologi!! Kalau berani umumkan syarat-syarat perjanjian dengan China itu!! Kelihatannya China tidak pakai syarat  atau ikatan politik, tapi gimana kalau tidak bias bayar pinjamannya itu.. supaya orang tidak berspekulasi, umumkan perjanjian itu, biar rakyat tahu siapa yang akhjirnya diuntungkan oleh pembangunan smelter itu... tidak semua orang Indonesia goblok sehingga tidak bias lihat cara-cara keji china untuk menancapkan pengaruh dan kekuasaan di negeri-negeri tetangganya....

Bagi pendukung china imperialis, video di bawah ini pasti dianggapnya HOAX!!!

https://youtu.be/_h4vZeD27XQ

Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10

*From: *kh djie [email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]>
*Sent: *Wednesday, 24 June 2020 19:09
*Subject: *[GELORA45] Denny Siregar - TKA

https://www.youtube.com/watch?v=sYHj7JKe7c0


Kirim email ke