-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2044-bersama-saling-jaga-bersatu-kita-bisa



Kamis 25 Juni 2020, 05:00 WIB 

Bersama saling Jaga Bersatu Kita Bisa 

Administrator | Editorial 

  INDONESIA, secara data dan fakta, sampai hari ini belum terbebas dari wabah 
virus korona baru alias covid-19. Ancaman masih nyata. Terlihat jumlah kasus 
positif covid-19 yang terus bertambah setiap harinya. Meskipun di bebe rapa 
wilayah dilaporkan penyebaran virus sudah mulai bisa ‘dikendalikan’, di 
sejumlah wilayah lain justru melonjak. Ada daerah yang sudah melewati masa 
kritis dan menuju zona hijau, tetapi di saat yang sama beberapa masih anteng di 
zona merah atau baru me rangkak memerah. Fase itu barangkali memang harus kita 
hadapi mengingat wilayah Indonesia yang teramat luas. Karena itu, betul yang 
dikatakan Presiden Joko Widodo, kemarin, untuk melawan covid-19, kita ha rus 
bersatu. Kondisi setiap daerah bisa berbeda, tetapi sebagai sebuah bangsa, 
penanganan wabah tak boleh dilakukan parsial. Mesti holistik, mesti integral. 
Pada titik itulah persatuan menjadi sangat penting. Kata Jokowi, Indonesia 
ialah bangsa yang besar dan berjaya. Gotong royong, kekompakan, dan so 
lidaritas antarmasyarakat ialah modal utama melawan musuh negara, termasuk 
penyebaran virus korona. Bersama saling menjaga, bersatu kita bisa. Namun, 
persatuan tak bisa sekadar diucapkan atau dijargonkan. Bersatu melawan korona 
harus diimplementasikan lewat kerja sama saling dukung antara pemerintah dan 
masyarakat. Antara integritas plus kecerdasan pemerintah dalam menentukan 
kebijakan dan kedisip lin an masyarakat men jalani protokol pandemi. Jembatan 
antara dua kutub itu ia lah sistem informa si data yang terin tegrasi. Situasi 
pan demi dengan dinamikanya yang amat tinggi jelas menuntut sebuah sistem 
penginforma sian yang tak hanya akurat dan kredibel, tetapi juga dinamis. 
Sistem itu harus bisa lari secepat penyebaran wabah tanpa boleh melupakan 
akurasi data yang di sampaikan. Dalam konteks itu, kini, bangsa ini bergantung 
pada sistem informasi terintegrasi bernama Bersatu Lawan Covid (BLC) yang 
kemarin di-endorse oleh Presiden Jokowi. Seperti dalam klaimnya, sistem itu 
diharapkan bisa menjadi navigasi kita dalam mengikuti perkembangan covid-19 di 
seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya satu, yakni meredam lonjakan kasus 
covid-19 di se mua daerah. Akan tetapi, mesti kita ingatkan juga data yang 
menjadi basis dari sistem informasi itu haruslah di jauhkan dari unsur-unsur 
manipulatif. Data tak boleh dimain-mainkan, data harus dibungkus dengan 
integritas manusia-manusia pengolahnya. Pun data mesti dibuka secara 
transparan, tak boleh ditutup-tutupi, apalagi malah dijadikan celah untuk 
korupsi. Sekali lagi, dasar dari semua sistem dan strategi perang melawan 
covid-19 itu ialah kegotongroyongan, kekompakan, kedisplinan, dan kesatuan 
seluruh elemen bangsa. Alangkah bagusnya kalau kita dapat bersatu meningkatkan 
level kewaspadaan, kompak menutup celah penularan, serta disiplin menempuh 
protokol kesehatan di era kenormalan baru ini. Jika itu bisa dilakukan, 
kemudian negara mampu membungkusnya dalam kebijakan yang tepat, pro per, dan 
presisi, kita patut optimistis perang ini akan cepat kita menangkan. Bersama 
saling menjaga, bersatu kita bisa.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2044-bersama-saling-jaga-bersatu-kita-bisa




Kirim email ke