Lha, kalau alon-alon terus, opo iso kelakon ?
Jokowi bukan pendukung alon-alon asal iso kelakon?

Op zo 28 jun. 2020 om 19:58 schreef 'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl
[GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
>
>
> --
> j.gedearka <j.gedea...@upcmail.nl>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/1578458/teguran-keras-presiden-diputuskan-untuk-dirilis-agar-diketahui-publik
>
> Teguran keras Presiden diputuskan untuk dirilis agar diketahui publik
>
> Minggu, 28 Juni 2020 19:44 WIB
>
> Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA/HO-Lukas - Biro Pers Sekretariat
> Presiden)
> Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke
> mana-mana saya.
> Jakarta (ANTARA) - Teguran keras dan arahan tegas Presiden Joko Widodo
> (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada 18
> Juni 2020 diputuskan untuk dirilis, agar dapat diketahui publik secara luas.
>
> Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden RI Bey Triadi
> Machmudin saat dikonfirmasi, Minggu, mengatakan awalnya Sidang Kabinet
> Paripurna tersebut bersifat intern.
>
> "Namun setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik,
> dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak
> Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru dipublish hari ini," kata
> Bey.
> Baca juga: Presiden Jokowi peringatkan para menteri masih kerja biasa-biasa
>
> Video arahan keras Presiden Jokowi kepada jajarannya itu berselang 10 hari
> dipublikasikan, setelah Sidang Kabinet Paripurna berlangsung secara
> tertutup pada 18 Juni 2020.
>
> Bey mengatakan pihaknya telah mengkaji secara mendalam sebelum merilis
> video arahan Presiden tersebut ke publik.
>
> "Kami pelajarinya agak lama juga, pelajari berulang-ulang," kata Bey.
>
> Dalam video berdurasi lebih dari 10 menit itu, Presiden Jokowi memberikan
> arahan yang tegas kepada para menterinya, bahkan sempat menyatakan
> kejengkelannya karena sampai saat ini disebutnya belum ada progres yang
> signifikan dari kerja jajarannya dalam tiga bulan terakhir.
>
> Padahal situasi yang berkembang saat ini memerlukan langkah “extra
> ordinary” karena dunia termasuk Indonesia sudah diambang krisis.
>
> Presiden bahkan mengatakan akan melakukan langkah-langkah “extra ordinary”
> apa pun demi menyelamatkan 267 juta rakyat Indonesia.
>
> "Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke
> mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang
> diperlukan," kata Jokowi pula.
> Baca juga: Presiden ingatkan menteri untuk perhatikan kontraksi PMI
> manufaktur
>
> Pewarta: Hanni Sofia
> Editor: Budisantoso Budiman
> COPYRIGHT © ANTARA 2020
>
> 
>

Kirim email ke