Kalau Mas banyak di Solo dan Yogya : Mas Jokowi, Mas Basuki......

Op di 7 jul. 2020 om 09:57 schreef Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> *Cadangan devisa bukan saja terdiri tabungan pendapatan negara ( misalnya
> pajak) dan setoran keuntungan BUMN atau deviden, tetapi juga pinjaman
> (hutang) yang dimasukan ke kas negara. Berapa besar cadangan emas NKRI? *
>
>
>
> https://katadata.co.id/berita/2020/07/07/pemerintah-terbitkan-utang-global-cadangan-devisa-juni-naik-us-1-2-m
>
>
> Pemerintah Terbitkan Utang Global, Cadangan Devisa Juni Naik US$ 1,2 M
>
>
> Penulis: Agatha Olivia Victoria Editor: Agustiyanti 7/7/2020, 11.07 WIB
>
>
> Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni mencapai US$ 131,7 miliar, naik
> dari posisi bulan sebelumnya US$ 130,5 miliar.
>
> Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020
> mencapai US$ 131,7 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$
> 130,5 miliar. Kenaikan terutama disebabkan oleh penerbitan sukuk global
> pemerintah. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko
> menyebut posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,4 bulan
> impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
> "Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan
> impor," tulis Onny dalam keterangan resminya, Jakarta, (7/7).
>
> BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor
> eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
> Peningkatan cadangan devisa pada Juni terutama dipengaruhi oleh penerbitan
> sukuk global pemerintah. (Baca: Skema Burden Sharing Disepakati, Rupiah
> Menguat ke Rp 14.450 per US$) Ke depan, bank sentral memandang cadangan
> devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang
> terjaga. Hal ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong
> pemulihan ekonomi. Sebelumnya, pemerintah kembali menerbitkan sukuk global
> di pasar internasional dengan denominasi dolar AS dalam format - 144A / Reg
> S Trust Certificate sebesar US$ 2,5 miliar. Perinciannya, US$750 juta
> dengan tenor 5 tahun, US$ 1 miliar memiliki tenor 10 tahun, dan sebesar US$
> 750 juta dengan tenor 30 tahun menggunakan akad Wakalah. Berdasarkan
> keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
> Kementerian Keuangan, penerbitan sukuk global tersebut mendapatkan respon
> yang sangat baik dari para investor global dan lokal yang menghasilkan
> orderbook sebesar US$ 16,66 miliar atau sebesar hampir 6,7 kali di atas
> target pemerintah.
>
> (Baca: Harga Emas Naik Karena Covid-19, Logam Mulia Antam Jadi Rp 934
> Ribu)  Sukuk global tersebut diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN
> Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh pemerintah khusus
> untuk melakukan penerbitan SBSN. Penerbitan sukuk global itu juga
> dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai atau dual
> listing, serta disetelmen pada tanggal 23 Juni. Imbal hasil alias
> yield SBSN tersebut ditetapkan sebesar 2,3% untuk tenor 5 tahun, 2,8% untuk
> tenor 10 tahun dan 3,8% untuk tenor 30 tahun.  Setiap seri telah diberikan
> peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings
> Services dan BBB oleh Fitch Ratings.
>
>
> Penulis: Agatha Olivia Victoria
> Editor: Agustiyanti
>
> 
>

Kirim email ke