Cerita Pengentasan Kemiskinan Sekretaris Pertama:


 Dari Desa Miskin Menjadi Desa Teladan

2020-07-08 16:12:28 http://indonesian.cri.cn/20200708/797a29d0-6a89-5b2d-ec84-afd85d301fb0.html

Di masa lampau, manusia dan ternak tinggal bersama, kekurangan tanah, hanya berani memelihara satu atau dua ekor sapi. Kemudian Sekretaris Tian membawa para warga membangun kandang sapi kolektif, manusia dan ternak tinggal secara terpisah, mereka dapat memelihara lebih banyak sapi, dan pendapatannya lebih banyak daripada bertani. Demikian dikatakan petani miskin Wei Yuefang yang sedang melemparkan jerami jagung pada lima ekor sapi miliknya di Kebun Peternakan Sapi Desa Luanzheng, Kabupaten Longan , Guangxi.

图片默认标题_fororder_1

图片默认标题_fororder_2

图片默认标题_fororder_3

Sekretaris Tian yang disebut Wei Yuefang bernama Tian Yi, tahun ini adalah genap lima tahun Tian Yi menjadi sekretaris pertama Desa Luanzheng.

Desa Luanzheng terletak di daerah desertifikasi berbatu, tanah garapan desa ini adalah tanah kering serta mempunyai sejumlah hutan. Sebagai salah satu desa dari 56 desa yang sangat miskin di Nanning, untuk menjual babi perlu naik ke atas gunung, sekali pulang pergi memerlukan waktu tiga atau empat hari, inilah kenyataan Desa Luanzheng di masa lampau. Setiap keluarga di desa ini memelihara sapi dan kuda untuk menggarap tanah dan mengangkut tanaman.

Tian Yi dari Kota Nanning datang ke Desa Luanzheng pada Februari 2016, saat itu, desa Luanzheng adalah desa yang benar-benar miskin, satu sen pun tidak punya. Tian Yi menyatakan, ekonomi kolektif desa yang terbelakang merupakan kekurangan terbesar dalam pengentasan kemiskinan dan pembangkitan kembali pedesaan.

Ekonomi kolektif pedesaan berarti bahan produksi utama dimiliki bersama oleh seluruh anggota pedesaan. Para anggota pedesaan bekerja bersama, dan menikmati bersama hasil produksi. Setelah menjadi penanggung jawab desa Luanzheng, Tian Yi selalu berpikir bagaimana mengembangkan ekonomi kolektif pedesaan, dan membina tenaga kerja untuk membimbing para warga menuju kehidupan sejahtera.

Mengingat Desa Luanzheng selalu memiliki tradisi beternak sapi, Tian Yi dan para staf kerja berkali-kali berdiskusi, dan akhirnya memutuskan mengembangkan industri peternakan sapi. Pihak pemerintah setempat membangun pangkalan industri dan memberi dukungan di bidang-bidang penyaluran air, listrik, jalan raya dan persediaan tanah. Para anggota pedesaan bekerja sama dengan perusahaan melalui penyewaan dan kepemilikan saham, mewujudkan mode “tiga kemenangan” yaitu, perusahaan memperoleh penghasilan, regu kolektif pedesaan mendapat dividen, dan petani mendapat keuntungan. Pangkalan peternakan ini juga mempekerjakan sejumlah penduduk miskin untuk bekerja, membantu mereka meningkatkan penghasilan dengan stabil.

Tian Yi memperkenalkan, selama beberapa tahun belakangan ini, Desa Luanzheng dengan sekuat tenaga mengembangkan 4 industri yaitu peternakan sapi, peternakan babi, serta penanaman ubi dan tumbuh-tumbuhan herbal, terutama industri peternakan sapi dan babi telah mencapai prestasi besar. Tahun 2019, pendapatan ekonomi kolektif tingkat desa telah mencapai 247.500 Yuan, pendapatan ekonomi pada tahun ini terhitung sudah mencapai 200 ribu Yuan, diprakirakan pendapatan sepanjang tahun akan mencapai 280 ribu Yuan.

Kini, di Desa Luanzheng telah didirikan 4 pangkalan peternakan sapi dengan jumlah total lebih dari 230 ekor. Di seluruh desa terdapat 850 ekor sapi yang diternak oleh 380 keluarga, di antaranya, 453 ekor sapi diternak oleh para penduduk miskin. Pembangunan pangkalan ternak babi ditangani oleh regu kolektif pedesaan, dan setelah dibangun disewakan pada Perusahaan Longtou untuk dioperasikan. Pada Oktober 2019, pangkalan tersebut menjual 1.100 ekor babi, dan mewujudkan pendapatan ekonomi kolektif sebesar 100 ribu yuan. Pada April tahun ini, pangkalan peternakan babi tahap kedua sudah dioperasikan secara resmi, dengan nilai produksi tahunan diprakirakan mencapai 38 juta Yuan, dan pendapatan ekonomi kolektif diprakirakan mencapai 120 ribu Yuan.

Tahun 2018, seluruh desa Luanzheng terlepas dari kemiskinan. Ekonomi kolektif tingkat desa di Desa Luanzheng semakin kuat dan taraf pendapatan penduduk desa semakin meningkat.



 Wakil Sekjen ASEAN: Kerja Sama Penanggulangan Pandemi Dorong
 Kemenangan Bersama ASEAN dan Tiongkok

2020-07-08 11:56:58 http://indonesian.cri.cn/20200708/a071f196-2087-6a49-c892-acb352b3c8eb.html

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN Kung Phoak mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Kerja Sama Penanggulangan Pandemi Dorong Kemenangan Bersama ASEAN dan Tiongkok” dalam Harian Renmin Ribao pada hari Selasa (07/07) kemarin, mengakui bahwa tindakan penanggulangan wabah Tiongkok telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat internasional, dan menyebut “peningkatan kerja sama ASEAN-Tiongkok di bidang kesehatan publik pasti akan terus memperdalam kemenangan bersama kedua pihak yang saling menguntungkan”.

Artikel tersebut menyatakan, sejak merebaknya virus corona jenis baru, anggota ASEAN segera mengambil tindakan. Sesudah menerima laporan dari Kementrian Kesehatan Tiongkok mengenai serangkaian kasus pneumonia akibat virus jenis baru pada tanggal 3 Januari, badan kesehatan ASEAN segera memulai persiapan dan mekanisme untuk merespons ancaman kesehatan umum di kawasan ini. Melalui pertemuan virtual dan pembagian informasi tingkat negeri dan regional, ASEAN dan Tiongkok mengadakan pertukaran teknologi dan bantuan, demi meningkatkan kerja sama penanggulangan wabah.

Artikel tersebut menyatakan, pihaknya menilai tinggi upaya Tiongkok dalam pencegahan dan pengendalian pandemi, serta dukungan berharga pemerintah Tiongkok terhadap negara-negara di seluruh dunia. Pemerintah Tiongkok mengambil serangkaian tindakan pencegahan dan pengendalian untuk mencegah menjalarnya wabah. Pemimpin Tiongkok sangat mementingkan perlawanan wabah, berbagai badan pemerintah Tiongkok dengan ketat melaksanakan tindakan berkaitan. Pemerintah Tiongkok mengambil tindakan pencegahan dan pengelolaan yang berani dan aktif, termasuk mengurangi kegiatan kerumunan besar, memperpanjang liburan sekolah serta mengusulkan masyarakat untuk mengenakan masker di tempat publik. Pemerintah dan rakyat Tiongkok membayar biaya dan pengorbanan yang besar untuk pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19, dan perang untuk melawan virus corona telah mencapai hasil strategis yang besar.

Artikel tersebut menekankan, fakta yang diakui umum ialah, sesudah menemukan kasus pneumonia jenis baru, Tiongkok segera melaporkan keadaan ini kepada WHO. Kemudian Tiongkok secara inisiatif dan rutin melaporkan informasi wabah kepada WHO, negara-negara bersangkutan dan organisasi regional. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CCDC) dengan sukses mengisolasi strain virus corona jenis baru pada tanggal 7 Januari. Tiongkok menyerahkan informasi susunan genom virus kepada WHO pada tanggal 12 Januari.

Artikel tersebut juga menyatakan, tindakan Tiongkok tersebut memberi waktu dan informasi kepada dunia. Dewasa ini, kasus lokal di Tiongkok sangat sedikit. Ketertiban ekonomi dan sosial di Tiongkok sedang dipulihkan secara normal. Semua hal ini membuktikan bahwa pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, kita dapat memenangkan perang ini.

Artikel tersebut menekankan, ASEAN dan Tiongkok dengan aktif melaksanakan kerja sama demi bersama-sama menanggapi wabah. NHC Tiongkok berbagi informasi penting dan keadaan terbaru dengan badan kesehatan ASEAN melalui Sekretariat ASEAN setiap harinya. Kemudian informasi tersebut dibagikan dengan negara anggota ASEAN dan Jepang serta Korea Selatan dengan Mekanisme Kerjasama Kesehatan ASEAN 10+3. Sementara itu, ketika negara lain menemukan kasus positif Covid-19 dan keadaan baru, informasi juga akan dibagikan melalui mekanisme ini.

Artikel tersebut menyatakan pula, pemerintah Tiongkok juga mengikuti pertemuan virtual dan bertukar dengan berbagai pihak melalui mekanisme 10+3. Dalam pertemuan virtual tersebut, Tiongkok membagikan pedoman dalam diagnosa, pengobatan, risiko penularan dan penelitian epidemiologi, serta kebutuhan prioritas dan kekurangan dalam menghadapi pandemi.

Artikel tersebut juga mengapresiasi dukungan Tiongkok terhadap negara-negara dan badan-badan yang terpengaruh pandemi. Tiongkok memberikan bantuan masker, perlengkapan pencegahan, obat-obatan serta kit deteksi kepada masyarakat internasional. Menurut artikel ini, pihak ASEAN didukung oleh kerja sama Tiongkok dengan ASEAN di bidang kesehatan publik dalam jangka panjang, karena hal ini akan bermanfaat bagi pengintensifan kemampuan persiapan dan respons berbagai negara terhadap peristiwa krisis kesehatan umum.

Artikel tersebut menekankan pula, perlunya memperdalam kerja sama dengan cara yang terbuka, penuh keyakinan dan transparansi, dalam rangka mewujudkan pembangunan bersama. Perbedaan ras dan agama hendaknya tidak menghalangi atau melemahkan upaya bersama masyarakat internasional dalam menyelamatkan jiwa. Kerja sama ASEAN dan Tiongkok di bidang kesehatan publik pasti akan terus memperdalam kemenangan bersama kedua pihak yang saling menguntungkan.


 Karikatur: Donald Trump “ketagihan” keluar dari komunitas. apakah dia
 ingin keruang Angkasa?

2020-07-08 16:18:28

图片默认标题_fororder_cgtn-tq1

Kirim email ke