https://tekno.tempo.co/read/1361671/warga-bandung-akan-uji-akhir-calon-vaksin-covid-19-asal-cina#.XwMZRU7Vhnw.whatsapp

Warga Bandung Akan Uji Akhir Calon Vaksin Covid-19 Asal Cina
Reporter: Anwar Siswadi (Kontributor)
Editor: Erwin Prima
Senin, 6 Juli 2020 07:28 WIB
0 KOMENTAR
<https://tekno.tempo.co/read/1361671/warga-bandung-akan-uji-akhir-calon-vaksin-covid-19-asal-cina/full&view=ok#comments>

   - Font:   Arial  Roboto  Times  Verdana



   - Ukuran Font: -
   
<https://tekno.tempo.co/read/1361671/warga-bandung-akan-uji-akhir-calon-vaksin-covid-19-asal-cina/full&view=ok#font-decrease>
    +
   
<https://tekno.tempo.co/read/1361671/warga-bandung-akan-uji-akhir-calon-vaksin-covid-19-asal-cina/full&view=ok#font-increase>



   -



   -

[image: Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic]
<https://statik.tempo.co/data/2020/04/14/id_930542/930542_720.jpg>

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Bandung - Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
(Unpad) tengah menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19
<https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19> asal Cina di Bandung. Uji klinis
itu rencananya akan dimulai Juli ini. Jumlah relawan imunisasi vaksinnya
ditargetkan 1.640 orang.

Ketua tim, Kusnandi Rusmil, mengatakan uji klinis itu kerja sama Unpad dan
PT Bio Farma dengan Sinovach Biotech yang memproduksi vaksin CoronaVac. Uji
klinis serupa juga dilakukan di Cina. “Sekarang uji klinisnya fase tiga
atau tahap akhir,” ujarnya kepada Tempo, 17 Juni 2020.

Uji klinis vaksin tahap akhir itu, menurutnya, harus dilakukan di beberapa
kota atau negara. Pesertanya minimal 800 orang di satu lokasi. Di
Indonesia, Kusnandi memilih lokasinya di Bandung. Tim bentukannya
menghimpun selusin dokter spesialis dan 30 dokter umum untuk memantau
relawan uji vaksin.

Dia menargetkan uji klinis itu bisa rampung dalam waktu 9 bulan. Jangka
waktu itu dinilai optimal. “Saya nggak mau gagal, dengan kualitas terjaga
jangan sampai buang waktu, tenaga, dan dana,” kata Kusnandi.

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung
itu punya reputasi terlibat 30-an kali dalam uji klinis vaksin, di
antaranya bersama Bio Farma. “Rencananya uji vaksin dimulai pertengahan
atau akhir Juli 2020 sesuai kesiapan Bio Farma,” ujarnya.

Para relawan akan disuntik vaksin CoronaVac dua kali secara bertahap sambil
diperiksa untuk mengetahui efek dan dampak vaksin. Perulangan imunisasi
itu, kata Kusnandi, karena jenis vaksinnya berasal dari virus Corona yang
dimatikan, bukan dari kuman hidup.

Head of Corporate Communications Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan
pihaknya menjalin kerja sama dengan Sinovac Biotech untuk mengembangkan
CoronaVac. Sebelumnya mereka bermitra untuk penyediaan Inactivated Polio
Vaccine (IPV) atau vaksin polio yang disuntikkan.

Kali ini bentuk kerja samanya diawali dengan uji klinis tahap ketiga.
“Untuk melihat khasiat dan efek samping dari vaksin tersebut,” katanya
lewat penjelasan tertulis, Rabu 24 Juni 2020.

ADVERTISEMENT

Jika lolos uji, rencananya produk CoronaVac ini akan diproduksi dan
ditujukan untuk pasar Indonesia. Bio Farma akan mengekspor seperti ke
negara Asia Tenggara bila ada kelebihan kapasitas produksi. “Setidaknya
produksi Bio Farma sekitar 100–250 juta dosis vaksin COVID-19 per tahun,”
ujar Iwan. Soal harga belum terbuka, “Yang pasti tidak akan memberatkan
masyarakat dan terjangkau.”

Target produksinya pada kuartal pertama 2021 dengan syarat uji klinis tahap
ketiga dan audit Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM
<https://www.tempo.co/tag/bpom>) serta Nomor Izin Edan vaksin berjalan
lancar.

ANWAR SISWADI

Kirim email ke