TNI: Dua Kapal China Dikejar, Ditemukan 22 Pekerja WNI, Satu Tewas di Freezer 
Kompas.com - 09/07/2020, 07:31 WIB


Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana
Editor : Aprillia Ika

Lihat Foto Dua kapal ikan nelayan milih negara China yang mempekerjakan nelayan 
WNI diamankan patroli gabungan di perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang 
Padang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (8/7/2020). Mirisnya saat dilakukan 
pemeriksaan oleh personil patroli gabungan, ditemukan jenazah pekerja WNI atas 
nama Hasan Afriadi asal Lampung, yang disimpan di dalam peti pendingin ikan 
atau freezer Kapal Lu Huang Yuan Yu 117 berbendera China.(DOK HUMAS POLRES 
KARIMUN) 
Penulis Kontributor Batam, Hadi Maulana | Editor Aprillia Ika 

BATAM, KOMPAS.com - Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI 
Indarto Budiarto memberikan penjelasan mengenai pengejaran dua kapal berbendera 
China dan ditemukannya jasad satu pekerja WNI, ABK salah satu kapal, dalam 
kondisi tewas di dalam freezer.  

Korban tewas tersebut bernama Hasan Afriandi asal Lampung. WNI yang meninggal 
dunia di kapal berbendera China tersebut sebelumnya telah mencari cumi di 
perairan Argentina bersama sembilan WNI lainnya, di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118. 

Sementara di kapal berbendera China lain yang juga dikejar, yakni Lu Huang Yuan 
Yu 117, terdapat 12 WNI yang bekerja sebagai ABK.  Dua kapal berbendera China 
ini sebelumnya mencari cumi ke perairan Argentina.  "Jadi total seluruhnya ada 
22 WNI yang dipekerjakan dari dua kapal nelayan berbendera China, yakni Lu 
Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118," kata Indarto Budiarto saat 
melakukan pres rilis di Dermaga Lanal Batam, Rabu (8/7/2020). 

Baca juga: Duduk Perkara Jenazah Pekerja WNI Ditemukan di Freezer Kapal China, 
Diduga Korban Perdagangan Manusia 

Para pekerja disalurkan agen, bekerja sejak Januari 2020 Diceritakan Indiarto, 
di atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 terdapat 32 kru yang terdiri dari 10 WNI 
termasuk almarhum Hasan Afriandi dan 15 WNA asal China serta delapan WNA asal 
Filipina. 

Para WNI tersebut dipekerjakan diatas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 melalui agen 
PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB) yang beralamat di Jl. Raya Majasem Talang, 
Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng). Dimana 
direkturnya bernama Moh. Haji yang beralamat di Tegal, Jateng. 

Baca juga: TNI Kejar 2 Kapal China yang Bawa Jenazah WNI hingga Perairan 
Singapura, Nyaris Gagal Ditangkap 

"Hasil keterangan sementara para WNI telah bekerja selama tujuh bulan atau 
sejak tanggal 1 Januari 2020 hingga saat ini," jelas Indarto. Para WNI ini 
termasuk almarhum Hasan Afriandi berangkat dari Jakarta pada tanggal 31 
Desember 2019 dengan tujuan bandara Changi, Singapura. Lalu setelah sampai di 
Singapura langsung diantarkan oleh agen ke atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118. 

Baca juga: Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di Freezer Kapal Nelayan China   
Dugaan human trafficking hingga pencucian uang 

Kemudian, kapal ini bertolak dari Singapura ke perairan Argentina, tanggal 1 
Januari 2020 untuk mencari cumi. "Sampai saat ini, kasus ini masih dalam 
pengembangan sebab ada dugaan tindak penganiayaan, money laundering (pencucian 
uang) dan tindak perdagangan manusia," kata Indarto. 

“Nanti akan di cek oleh pihak Polda Kepri dan Imigrasi, termasuk di dalamnya 
apakah ada narkoba,” tambah Indarto. 

Baca juga: Kronologi 22 WNI Bekerja di Kapal China hingga 1 Tewas di Freezer, 
Direkrut Agen dari Tegal Identitas WNI yang ada di dua kapal 

Untuk identitas WNI yang ada di kedua kapal berbendera China tersebut yakni 
Siswandi asal Jakarta, Casipin asal Brebes, Ansor Azimi asal Sukabumi, Didi 
Nuriza asal Pemalang dan Samsul asal Tegal. Kemudian Budiyono asal Brebes, 
Muhammad Sokheh asal Tegal, Muhammad Iqbal asal Medan, Defi Nuriyanto asal 
Brebes, Jeremy Ricco asal Semarang, Ahmad Badowi asal Brebes serta Novantino 
asal Kediri. 

"Ke 12 WNI tersebut berada di Kapal Lu Huang Yuan Yu 117," papar Indarto. 
Selanjutnya Pahlawan Parningotan Sibuea asal Medan, Deni Maulana asal 
Indramayu, Rahmad Abidin asal Sukabumi.  Agus Setiawan asal Lampung, Jonathan 
Witanto asal Tegal, Durahim asal Cirebon, Nana Suwarna asal Majalengka, 
Zenrahman asal Medan dan Ali al Hamzah asal Tegal. "Terakhir Hasan Afriandi 
yang telah meningal dunia dan kesepuluh WNI ini berada di atas kapal Lu Huang 
Yuan Yu 118," pungkas Indarto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI: Dua Kapal China 
Dikejar, Ditemukan 22 Pekerja WNI, Satu Tewas di Freezer", 
https://regional.kompas.com/read/2020/07/09/07314691/tni-dua-kapal-china-dikejar-ditemukan-22-pekerja-wni-satu-tewas-di-freezer?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana
Editor : Aprillia Ika

Sent from Mail for Windows 10

Kirim email ke