Ekonomi Digital Menjadi Kekuatan Utama untuk Mendorong Pertumbuhan
Ekonomi Tiongkok
2020-07-09 17:21:46
http://indonesian.cri.cn/20200709/456df000-c6f5-8351-8528-6dce922c1132.html
Nie Mingxue merupakan seorang pengirim kilat di kota Guiyang yang
terletak di bagian Barat Daya Tiongkok. Ia menyediakan layanan
pengiriman kilat kepada pelanggan via internet dan pendapatan
rata-ratanya dapat mencapai sekitar 10 ribu yuan per bulan. Di 200 lebih
kota di Tiongkok, jumlah pengirim kilat telah menembus 900 ribu orang,
hampir sepertiga di antaranya berasal dari kawasan miskin.
Ini adalah mikrokosmos dari perkembangan ekonomi digital Tiongkok. Pada
puluhan tahun terakhir, ekonomi digital Tiongkok terus berkembang, dan
telah menciptakan banyak lowongan kerja. Di antara 9 pekerjaan atau
profesi baru yang dirilis oleh Tiongkok baru-baru ini, ada empat
pekerjaan berkaitan sangat erat dengan ekonomi digital, yaitu teknisi
rekayasa rantai blok (blockchain), pemasar Internet, penguji keamanan
informasi, dan insinyur layanan pembelajaran online. Ini tidak hanya
membantu untuk membuka ruang pekerjaan baru, tetapi juga akan
menciptakan titik pertumbuhan baru untuk pembangunan ekonomi Tiongkok.
Menurut "Buku Putih tentang Perkembangan Ekonomi Digital Tiongkok" yang
baru-baru ini dirilis oleh Institut Informasi dan Komunikasi Tiongkok,
nilai tambah ekonomi digital Tiongkok mencapai 35,8 triliun yuan pada
tahun 2019, dan ekonomi digital menduduki 36,2% dari PDB, dibandingkan
dengan 14,2% pada 2005. Apa yang perlu disebutkan adalah tingkat
kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan PDB pada 2019 yang
mencapai 67,7%, maka ekonomi digital telah menjadi kekuatan kunci inti
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Saat ini, ekonomi digital sedang membentuk kembali ekosisem pembangunan
ekonomi Tiongkok di berbagai bidang, mendorong perkembangan
digitalisasi, jaringan, dan kecerdasan buatan di berbagai industri
termasuk manufaktur, pertanian, transportasi, pendidikan, perawatan
medis, serta secara efektif mendorong ekonomi Tiongkok berkembang dengan
kualitas tinggi.
Ada 4 alasan mengapa ekonomi digital dapat tumbuh pesat di Tiongkok.
Pertama, pasar Tiongkok sangat besar dan memiliki potensi besar. Kedua,
komunitas pengguna Internet dalam jumlah sangat besar di Tiongkok telah
menstimulasi perusahaan teknologi dalam dan luar negeri untuk terus
menginovasi teknologi dan produk baru. Selain itu, industrialisasi
digital, termasuk 5G, Big Data, cloud compouting, dan blockchian, telah
membentuk platform dasar bagi ekonomi digital. Sementara itu, pada
beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Tiongkok juga mengeluarkan
serangkaian kebijakan yang menggunakan inovasi untuk mendorong
perkembangan, dan kebijakan ini menyediakan dukungan yang kuat bagi
ekonomi digital.
Dapat diprediksi bahwa di era pasca pandemi, ekonomi digital akan terus
menjadi kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Kisah perkembangan ekonomi digital Tiongkok mungkin dapat menjadi contoh
untuk pemulihan ekonomi dunia di tengah pandemi.
Sosok “Pemuda” Ini Kerjakan Makalahnya di Tanah Garapan
2020-07-09 16:28:30
http://indonesian.cri.cn/20200709/1b85e0e9-b882-5fe1-2ced-ea3c66764d91.html
图片默认标题_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_1_3b51c163-696d-4859-a358-47b8f634d57b
Pria yang tengah “menjajakan” kentang ini adalah Zhu Youyong, Akademisi
Akademi Rekayasa Tiongkok. Pak Zhu adalah ahli fitopatologi atau ilmu
patologi tumbuhan terkemuka merangkap Rektor Kehormatan Universitas
Pertanian Yunnan. Beliau sudah berusia 60 tahun ke atas. Mengapa beliau
menyempatkan diri “menjual” kentang?
图片默认标题_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_12cdc84f-3d0c-476c-b938-f507a2b45da6
Pada tahun 2015, Pak Zhu yang berusia 60 tahun datang ke sebuah desa di
pegunungan Yunnan. Penduduk di desa ini miskin sekali dengan pendapatan
per kapita tahunan hanya sebesar 1.000 yuan RMB atau setara 2 juta
rupiah. Sejak itulah, Pak Zhu dengan sabar memimpin para petani setempat
belajar menanam kentang.
图片默认标题_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_193c6275-3d97-4c84-8bc7-8ce47fcdb4bc
Inilah Desa Songzhiba, Kabupaten Otonom Lancang-Lahu, Provinsi Yunnan.
Tahun 2015, Akademi Rekayasa Tiongkok diberikan tugas melakukan
pengentasan kemiskinan di desa tersebut. Tingkat kemiskinan di Kabupaten
Lancang waktu itu sebesar 41 persen, termasuk daerah kemiskinan ekstrem.
Zhu Youyong sedari awal sudah mantap dan berjibaku membantu kaum tani
terangkat dari kemiskinan dengan menggunakan agroteknik yang
dikuasainya. Iklim dan tanam setempat cocok sekali untuk pertumbuhan
kentang musim dingin. Pak Zhu lantas memanfaatkan sisa tanah garapan
yang tidak tertanam tumbuhan untuk menanam kentang musim dingin dan
sayur sayuran lainnya yang tahan udara dingin.
Pak Zhu dan rekannya menyewa sebuah ladang di Desa Songzhiba untuk
menanam kentang. Ia juga membuka kursus pelatihan keterampilan kepada
kaum tani setempat.
图片默认标题_fororder___172.100.100.3_temp_9500049_1_9500049_1_6012_0c883662-36d9-410e-bea7-0d1da45b466b
Pak Zhu secara personel memberikan pengajaran kepada kaum tani yang
menyertai kursus pelatihan. Ia mengajarkan mereka teori yang sederhana
tapi pragmatis. Kursus sering kali dilakukan di ladang. Secara
berangsur-angsur, kaum petani pun mahir menanam kentang.
Ladang yang terbengkalai pada musim dingin ditanam kentang sehingga
pendapatan petani pun bertambah. Pada 2109, areal tanam kentang di
kabupaten tersebut mencapai 1.133 hektar. Tenaga kerja yang dilibatkan
dalam penanaman kentang sebanyak 3000 keluarga.
Pak Zhu berujar: “Saya adalah seorang petani yang dibesarkan di tanah
dan diuntungkan tanah! Ramah dengan tanah dan ramah dengan petani adalah
impian seumur hidupku. Saya merasa puas karena bisa membantu saudara
saudari petani untuk melepaskan diri dari kemiskinan.”